Kini Disentil Presiden Kasihan Tanpa PDIP, Megawati Ternyata Pernah Ragukan Jokowi: Hebat Apa Dia?

Aulia Hafisa, Elvariza Opita

Rabu, 11 Januari 2023 | 14:50 WIB
Kini Disentil Presiden Kasihan Tanpa PDIP, Megawati Ternyata Pernah Ragukan Jokowi: Hebat Apa Dia?
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak Presiden Joko Widodo atau Jokowi duduk bersama untuk membahas arah masa depan bangsa dan negara. (Foto dok. PDIP)

Suara.com - Di acara puncak HUT ke-50 PDIP, Megawati Soekarnoputri menyampaikan sejumlah hal yang menjadi buah bibir. Termasuk kelakarnya soal nasib Presiden Joko Widodo yang bernasib bila tidak ditopang oleh PDI Perjuangan.

"Pak Jokowi tuh suka ngono (gitu), mentang-mentang padahal kalau Pak Jokowi enggak ada PDI Perjuangan kasihan loh. Udah legal formal loh beliau jadi presiden kan diikuti terus sama saya aturan mainnya," tutur Megawati di JIExpo Kemayoran, Selasa (10/1/2023).

Sentilan Megawati ini menjadi pembicaraan banyak pihak, salah satunya dinilai sebagai wujud mempermalukan Jokowi yang notabene kini menjadi RI 1.

Namun jauh sebelum sentilan di HUT ke-50 PDIP kemarin, Megawati ternyata memang pernah blak-blakan menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Jokowi.

Presiden Jokowi dan Megawati di HUT PDIP (tangakapan layar)
Presiden Jokowi dan Megawati di HUT PDIP (tangkapan layar)

Hal ini sebagaimana diungkap politisi senior PDI Perjuangan, Panda Nababan, di kanal YouTube Uya Kuya TV. Dalam kesempatan itu, Panda mengungkap perjalanan singkat hingga Jokowi ditetapkan sebagai capres usungan PDIP.

"Waktu proses Jokowi mau maju, 2014, itu kan pro kontra. Di dalam tubuh PDI Perjuangan sendiri ada yang tidak suka dengan Jokowi. Nah kebetulan awal-awal memang Mega tidak setuju," tutur Panda, dikutip pada Rabu (11/1/2023).

Bahkan perkara pencalonan Jokowi sampai membuat Megawati bersitegang dengan Panda. Dengan terang-terangan Presiden ke-5 Indonesia itu meragukan kemampuan Jokowi hingga dianggap layak diusung sebagai Capres 2014.

Politisi senior PDIP yang juga wartawan kawakan, Panda Nababan. (tangkap layar/ist)
Politisi senior PDIP yang juga wartawan kawakan, Panda Nababan. (tangkap layar/ist)

"Sampai dia pernah omel-omelin saya, marah-marahin saya, 'Ada apa kau Panda mendukung Jokowi? Kau pikir hebat apa dia? Apa pengalamannya?' Itu omongan Mega ke saya," ujar Panda.

"Jadi awalnya Mega tidak setuju (dengan Jokowi)," lanjutnya.

baca juga

Selain Megawati, mendiang Tjahjo Kumolo juga menjadi salah satu elite PDIP yang menunjukkan ketidaksukaannya terhadap rencana pencalonan Jokowi. Saat itu Tjahjo mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal PDIP.

Hal inilah yang diduga Panda sebagai alasan canggungnya hubungan Jokowi dan Tjahjo pasca kemenangan Pemilu 2014. Apalagi setelah itu Tjahjo ditugaskan menjadi Menteri Dalam Negeri dan selama 5 tahun berdinas seolah tidak diperhatikan oleh Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegas! Megawati 'Ancam' Pecat Kader Tak Nurut Instruksi Partai Soal Pemilu 2024

Tegas! Megawati 'Ancam' Pecat Kader Tak Nurut Instruksi Partai Soal Pemilu 2024

News | Rabu, 11 Januari 2023 | 14:04 WIB

Tidak Ada Tragedi Kanjuruhan, Hanya 12 Pelanggaran HAM Masa Lalu yang Diakui Pemerintah

Tidak Ada Tragedi Kanjuruhan, Hanya 12 Pelanggaran HAM Masa Lalu yang Diakui Pemerintah

News | Rabu, 11 Januari 2023 | 13:20 WIB

Disayangi Megawati, Satu Menteri NasDem Ini Disebut Bakal Lolos Reshuffle Jokowi

Disayangi Megawati, Satu Menteri NasDem Ini Disebut Bakal Lolos Reshuffle Jokowi

News | Rabu, 11 Januari 2023 | 13:58 WIB

Megawati Soekarnoputri: Jokowi Tanpa PDIP, Kasihan

Megawati Soekarnoputri: Jokowi Tanpa PDIP, Kasihan

Bestie | Rabu, 11 Januari 2023 | 13:07 WIB

Tak Kalah Laris Diajak Selfie di HUT ke-50 PDIP, Gibran Roasting Diri Sendiri: Terlihat Angkuh

Tak Kalah Laris Diajak Selfie di HUT ke-50 PDIP, Gibran Roasting Diri Sendiri: Terlihat Angkuh

News | Rabu, 11 Januari 2023 | 12:47 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×