Mafia Beras Jadi Masalah Klasik Bulog, Budi Waseso Sudah Tak Kaget

Farah Nabilla

Senin, 23 Januari 2023 | 13:29 WIB
Mafia Beras Jadi Masalah Klasik Bulog, Budi Waseso Sudah Tak Kaget
Dirut Perum Bulog, Budi Waseso. (Dok: Perum Bulog)

Suara.com - Kasus mafia beras kini menjadi fokus dari para petinggi Perum Bulog untuk segera diberantas. Hal ini pun membuat Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso berang dan berjanji akan segera menuntaskan kasus ini karena secara garis besar merugikan Bulog.

Buwas, begitu sapaan Dirut Bulog ini juga membenarkan adanya laporan masyarakat yang mengaku harga beras di pasaran melambung tinggi dari harga seharusnya yang dijual di pasaran sesuai peraturan Bulog. 

"Benar (ada mafia beras), saya sudah cek ke pedagang melapor ke saya, pengakuan mereka karena saya membelinya sudah mahal Pak sekian-sekian, karena saya membelinya tidak bisa melalui Bulog harus melalui ini itu. Sebenarnya saya sudah tahu (ada mafia beras), dan saya tidak bodoh-bodoh amat. Tanda kutip ada mafia itu memang ada. Saya nanti kasih tahu," ungkap Buwas.

Kasus mafia beras ini pun juga membuat banyak efek yang terjadi di masyarakat, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan beras murah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lalu, apa saja efek dari mafia beras ini? 

1. Efek domino munculnya mafia beras baru

Hal yang paling sering terjadi di dalam dunia distribusi adalah munculnya "mafia baru" usai mengetahui banyak permainan di dalam proses distribusi. Hal ini pun juga disampaikan Buwas bahwa banyak pihak yang memberikan iming-iming bagi keuntungan sehingga orang yang ditawarkan kemudian tergiur. 

"Keuntungan dibagi-bagi. 'Untung seribu kita bagi 3', nah udah yang 3 itu pasti mendukung." ungkap Buwas. Efek domino munculnya mafia beras ini ditakutkan akan mempersulit proses penyelidikan.

2. Kepercayaan masyarakat terhadap distribusi Bulog

Tak hanya itu, Perum Bulog sebagai lembaga resmi distribusi beras juga terancam kehilangan kepercayaan dari masyarakat yang sering kesulitan mendapatkan stok beras di pasaran akibat ulah mafia beras.

baca juga

Bahkan, di beberapa kasus para mafia beras ini tak segan sengaja menahan stok beras di pasaran dan menaikkan harga agar masyarakat tidak ada pilihan lain selain membeli beras dengan harga tinggi.

3. Pembentukan Satgas Pangan

Buwas pun akhirnya menyetujui pembentukan Satgas Pangan untuk menelusuri asal muasal adanya mafia beras. Buwas juga mengungkap baru-baru ini ada laporan masyarakat yang mengaku melihat para mafia beras secara sengaja melakukan transaksi di dekat kantor Bulog soal distribusi beras.

"Saya sampaikan ini (imbauan) supaya dengar semua. Jadi saya nggak perlu dibantai atau gimana, nanti yang jawab Satgas Pangan. Jadi jangan seperti itu lah, ini model-model apa dan hebat beraninya mengadakan pertemuan itu di dekat kantor Bulog, top banget itu!" tegas Buwas.

4. Ancaman pemecatan jika karyawan Bulog terbukti jadi mafia

Buwas pun juga mengungap adanya kecurigaan dirinya terhadap karyawan-karyawan Bulog karena akses distribusi hanya dimiliki oleh karyawan Bulog itu sendiri.

Buwas pun mengaku kemungkinan adanya permainan yang dilakukan oleh karyawan Bulog sebagai mafia beras dan bekerjasama dengan pihak eksternal, sehingga hal ini membuat Buwas mengancam akan memecat karyawan yang terbukti menjadi mafia beras. 

"Saya buktikan semua, jadi sekali lagi tidak ada lagi monopoli merasa paling kuasa merasa paling berhak memiliki kekuatan super seolah-olah paling lama tahu persis, nggak ada begitu. Saya tahu permainan-permainan di Bulog. Saya gak ada ragu-ragu untuk memecat yang bersangkutan (karyawan Bulog)," lanjut Buwas.

Ancaman Buwas ini pun tak main-main, hal ini terbukti saat dirinya memecat kepala gudang dalam kasus hilangnya beras Bulog di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

5. Inspeksi beras campuran diperketat

Mafia beras ini bukan hanya menaikkan harga dan menahan stok di pasaran, beberapa kali kasus ditemukan mafia beras ini dengan senagaj mencampur beras premium Bulog dengan beras kualitas rendah demi mendapatkan banyak keuntungan.

Hal ini pun membuat inspeksi beras diperketat hingga melakukan uji lab. Buwas tanpa segan juga menyebut kecurigaannya terhadap karyawan Bulog sendiri. 

"Itu (beras kualitas rendah) dimasukan lagi ke Bulog premium sisanya dimix dan disuplai ke Bulog. Ini berkali-kali sering terjadi. Saya bilang sekarang cek lab. Temuan itu ada beras masuk lagi ke Bulog nah itu termasuk supliernya pasti anggota saya pasti bermain. Saya tidak ingin itu," tutup Buwas.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Said Didu Sindir Budi Waseso: Mafia Beras Kalahkan Polisi Bintang Tiga?

Said Didu Sindir Budi Waseso: Mafia Beras Kalahkan Polisi Bintang Tiga?

Bisnis | Senin, 23 Januari 2023 | 12:59 WIB

Bulog Beri 'Kode' Harga Beras Bakal Turun Kurang dari Seminggu

Bulog Beri 'Kode' Harga Beras Bakal Turun Kurang dari Seminggu

Bisnis | Senin, 23 Januari 2023 | 10:58 WIB

Misteri 'Oknum' yang Dituding Buwas Bikin Harga Beras Mahal

Misteri 'Oknum' yang Dituding Buwas Bikin Harga Beras Mahal

News | Minggu, 22 Januari 2023 | 16:47 WIB

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2023, Bulog Pastikan Stok Beras Aman

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2023, Bulog Pastikan Stok Beras Aman

Purwokerto | Jum'at, 20 Januari 2023 | 19:04 WIB

Bulog Lepas 680.000 Ton Beras Hingga Idul Fitri, Siap Serap Panen Petani

Bulog Lepas 680.000 Ton Beras Hingga Idul Fitri, Siap Serap Panen Petani

Bisnis | Jum'at, 20 Januari 2023 | 17:02 WIB

Bulog Guyur Pasar Pakai Beras Impor, Alasan Demi Harga Murah

Bulog Guyur Pasar Pakai Beras Impor, Alasan Demi Harga Murah

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2023 | 16:36 WIB

Tekan Harga Pangan yang Mahal, Bulog Jateng Sebar Beras SPHP di Pasar Peterongan, Per Kilogram Hanya Rp9.450

Tekan Harga Pangan yang Mahal, Bulog Jateng Sebar Beras SPHP di Pasar Peterongan, Per Kilogram Hanya Rp9.450

Jawa Tengah | Kamis, 19 Januari 2023 | 15:11 WIB

Bulog Lepas 100 Ribu Ton Beras Operasi Pasar di Awal Januari 2023

Bulog Lepas 100 Ribu Ton Beras Operasi Pasar di Awal Januari 2023

News | Kamis, 19 Januari 2023 | 11:57 WIB

Terkini

Prabowo ke Pakar: Saking Pintarnya Bisa Jadi Goblok!

Prabowo ke Pakar: Saking Pintarnya Bisa Jadi Goblok!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:52 WIB

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 07:51 WIB

Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu

Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 07:50 WIB

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

Punya Potensi Cepat Kaya, Cek Apakah Zodiak Kamu Masuk dalam Daftar Ini!

Punya Potensi Cepat Kaya, Cek Apakah Zodiak Kamu Masuk dalam Daftar Ini!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 07:35 WIB

Wamen Diktisaintek: Kita Jangan Bermimpi Kalahkan AS dan China!

Wamen Diktisaintek: Kita Jangan Bermimpi Kalahkan AS dan China!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Ulasan The Invisible Man: Ketika Ilmu Pengetahuan Kehilangan Kendali

Ulasan The Invisible Man: Ketika Ilmu Pengetahuan Kehilangan Kendali

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Musim Kemarau Bikin Sungai Cisadane Surut

Musim Kemarau Bikin Sungai Cisadane Surut

Foto | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Bisnis Emas Harga Miring Berujung Petaka, Rp6,8 Miliar Raib

Bisnis Emas Harga Miring Berujung Petaka, Rp6,8 Miliar Raib

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 07:20 WIB

×