Drama Koalisi Perubahan: Peran 'Playing Victim' SBY sampai Taktik Surya Paloh Dibongkar

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Senin, 23 Januari 2023 | 16:49 WIB
Drama Koalisi Perubahan: Peran 'Playing Victim' SBY sampai Taktik Surya Paloh Dibongkar
Surya Paloh dan SBY (Kolase)

Suara.com - Keputusan Partai NasDem untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden atau capres 2024 telah memicu kegaduhan antar partai. Tepatnya antara Partai NasDem dengan partai politik yang ingin bersatu di Koalisi Perubahan, yakni Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Situasi gaduh itu mencuat setelah NasDem, Demokrat dan PKS hingga kini masih belum menggelar deklarasi bersama untuk mendukung Anies sebagai capres di Pemilu 2024. Sebaliknya, ketiga partai itu justru terlibat dalam aksi saling sindir dan ancam melalui media.

Pernyataan tegas di tengah aksi sindir menyindir dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali. Ia menandaskan Koalisi Perubahan bakal bubar jika ada pihak yang memaksakan diri untuk menjadi cawapres pendamping Anies.

Wanti-wanti itu rupanya ditanggapi langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia menyatakan dirinya tidak berniat memaksakan diri ataupun dipaksa untuk menjadi pendamping Anies di Pilpres 2024.

Sementara itu, PKS melalui jubir, Muhammad Kholid menyampaikan bahwa pihaknya enggan terburu-buru memberikan deklarasi bersama parpol koalisi pro Anies. Kendati demikian, PKS tetap ikut menyodorkan nama Wakil Ketua Majelis Syura PKS Ahamd Heryawan alias Aher untuk dijadikan sebagai cawapres Anies.

Di sisi lain, Partai Nasdem turut memberikan sindiran yang dinilai ditujukan ke AHY, di mana partai yang dipimpin Surya Paloh itu ingin cawapres pendamping Anies adalah sosok yang sudah berpengalaman di pemerintahan. Selain itu, NasDem juga berharap tokoh itu mampu mendongkrak elektabilitas di luar basis pendukung Anies.

Skandal saling sindir yang dilakukan parpol Koalisi Perubahan itu pun mendapatkan sorotan dari Kongres Rakyat Nasional (Kornas). Melalui keterangan resminya, Kornas mengungkap pandangan serta perat dari elit parpol Koalisi Perubahan.

Menurut Kornas, tokoh-tokoh politik orde baru seperti Surya Paloh, Jusuf Kalla (JK) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi sebagai aktor intelektual di balik Koalisi Perubahan. Kornas menilai bahwa kegaduhan tersebut justru sengaja dipublikasikan sebagai siasat menarik perhatian publik.

Sosok Surya Paloh sendiri dipandang sebagai elite NasDem yang berpengalaman dalam memainkan isu, khususnya demi menarik perhatian media sehingga bisa menjadi bahan berita. Apalagi, Paloh diketahui menjadi pemilik salah satu media televisi di Indonesia.

Sementara dari Demokrat, SBY dinilai memiliki peran penting. Yang dimaksud Kornas adalah peran strategi 'playing victim', di mana strategi itu dinilai berhasil mengantarkannya menjadi presiden Republik Indonesia selama dua periode beruntun.

Selain Paloh dan SBY, peran JK juga turut disinggung di tengah drama Koalisi Perubahan. Kornas menilai JK memiliki kemampuan untuk melakukan penetrasi ke berbagai lapisan masyarakat dan lintas wilayah.

Terlepas dari itu semua, Kornas menyampaikan pesan mengenai pentingnya menyambut Pemilu 2024 dengan sukacita.

"Pemilu 2024 hendaklah menjadi pesta demokrasi seperti sering diperbincangkan. Maka sebagai pesta, Pemilu sejatinya menghadirkan sukacita, kegembiraan," pesan Presidium Kornas, Sutrisno Pangaribuan seperti dikutip dalam media rilis, Senin (23/1/2023).

Kornas juga mengingatkan semua tokoh dan partai politik, serta masyarakat untuk selalu melawan praktik kotor pesta demokrasi.

"Semua pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi sejatinya mengindari praktik-praktik kotor yang dapat mengganggu sukacita dan kegembiraan seluruh rakyat," kata Sutrisno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Partai Demokrat Jabar Siap Dukung Anies Baswedan asal AHY Jadi Cawapres, PKS Malah Restui Sosok Ini

Partai Demokrat Jabar Siap Dukung Anies Baswedan asal AHY Jadi Cawapres, PKS Malah Restui Sosok Ini

| Senin, 23 Januari 2023 | 15:44 WIB

Ngeri-ngeri Sedap, Anies Harap KA Argo Parahyangan Tetap Beroperasi, Publik: Sindiran Halus Kereta Cepat?

Ngeri-ngeri Sedap, Anies Harap KA Argo Parahyangan Tetap Beroperasi, Publik: Sindiran Halus Kereta Cepat?

| Senin, 23 Januari 2023 | 15:31 WIB

Sandiwara Koalisi Perubahan, Kornas Ungkap Peran SBY, JK dan Surya Paloh di Elite Parpol

Sandiwara Koalisi Perubahan, Kornas Ungkap Peran SBY, JK dan Surya Paloh di Elite Parpol

| Senin, 23 Januari 2023 | 14:37 WIB

Dikupas Habis Kubu Lawan, Surya Paloh-JK-SBY Disebut Jadi 'Sutradara' Drama Koalisi Anies Baswedan

Dikupas Habis Kubu Lawan, Surya Paloh-JK-SBY Disebut Jadi 'Sutradara' Drama Koalisi Anies Baswedan

| Senin, 23 Januari 2023 | 14:14 WIB

Anak Haji Lulung Dilengserkan dari Ketua DPW DKI karena Dukung Anies? Sekjen PPP: Tidak Benar

Anak Haji Lulung Dilengserkan dari Ketua DPW DKI karena Dukung Anies? Sekjen PPP: Tidak Benar

News | Senin, 23 Januari 2023 | 12:39 WIB

Semakin Puas Publik dengan Kerjanya Jokowi, Nasib Anies Makin Nelangsa

Semakin Puas Publik dengan Kerjanya Jokowi, Nasib Anies Makin Nelangsa

News | Senin, 23 Januari 2023 | 12:12 WIB

Terkini

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB