Hidup Tanpa Harapan, Rindu Rahima Pengungsi Afghanistan Akan Kampung Halaman

Erick Tanjung | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Senin, 13 Februari 2023 | 13:43 WIB
Hidup Tanpa Harapan, Rindu Rahima Pengungsi Afghanistan Akan Kampung Halaman
Bibi Rahima Farhangdost, pengungsi asal Afghanistan berunjuk rasa di depan kantor UNHCR Indonesia di Jakarta Selatan. [Suara.com/Arga]

Dengan bantuan tetangganya, Rahima membuat alasan agar bisa keluar. Mereka menyewa sebuah mobil. Rahima menggenakan setelan yang berbeda dengan biasanya. Dia menggunakan kerudung yang lebih besar serta mengenakan cadar. Ketika dalam perjalanan, tetangganya beralasan kepada pasukan Taliban kalau istrinya hendak melahirkan.

Tiba di Kabul, Rahima tidak bisa langsung pergi meninggalkan negaranya. Dia harus berada di Ibu Kota Afghanistan tersebut kurang lebih 20 hari. Waktu itu dia tempuh untuk menunggu proses dokumen perjalanan ke luar negeri, salah satunya paspor. 

Setelah proses tersebut rampung, Rahima bersama 30 orang lainnya dari berbagai provinsi memulai pelarian dari masalah keamanan yang ada di Afghanistan. Pesawat membawanya menuju India. 

Dari sana, rombongan Rahima kembali terbang ke Malaysia. Dari Negeri Jiran, sebuah kapal membawanya menuju Indonesia pada 14 Agustus 2014. Seorang warga Afghanistan dan seorang warga Indonesia membawa Rahima dan 30 pengungsi lainya ke sebuah rumah yang hingga kini tak diketahui oleh Rahima. Dari tempat itu, kisah Rahima sebagai pengungsi negara asing dimulai.

Minta Pertolongan Jokowi

Siang itu matahari serasa sangat dekat dengan ubun-ubun kepala, terik. Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan begitu riuh. Bunyi klakson kendaraan terdengar seperti sebuah karnaval. Tepat di depan gedung United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia berkantor, beberapa kendaraan roda empat tersendat lantaran puluhan orang asal Afghanistan membentangkan spanduk seraya berorasi menuntut agar mereka segera dikirim ke negara ketiga.

Hari itu, Selasa, 8 Maret 2022 menjadi momen pertemuan pertama ku dengan Rahima. Aku menepi sejenak dan memarkirkan sepeda motor, lalu bergegas menuju kerumunan. Setelah menyelinap di antara para pengungsi asal Afghanistan yang telah membuat barisan, ku cari sudut dekat gerbang gedung di sebelah kanan. Aku seka saku celana, mengeluarkan ponsel, dan menjepret momen tersebut beberapa kali.

Selendang berwarna cokelat muda membalut kepala Rahima. Waktu masih menunjukkan pukul 12 siang. Di depan barisan pengungsi asal Afghanistan yang terdiri dari anak-anak, ibu-ibu, hingga pria dewasa, Rahima memimpin unjuk rasa. Tangan kanannya memegang megapon, tangan kirinya mengepal ke atas, dan mulutnya meneriakkan sebuah protes.

“UNHCR, UNHCR, wake up, wake up.”

“UNHCR, UNHCR, help us, help us.”

Bibi Rahima Farhangdost, pengungsi asal Afghanistan berunjuk rasa di depan kantor UNHCR Indonesia di Jakarta Selatan. [Suara.com/Arga]
Bibi Rahima Farhangdost, pengungsi asal Afghanistan berunjuk rasa di depan kantor UNHCR Indonesia di Jakarta Selatan. [Suara.com/Arga]

Orasi Rahima langsung disambut oleh para peserta aksi siang itu. Seorang laki-laki, mengenakan celana jeans berwarna abu-abu, namanya Hussein. Dia memegang sebuah poster bergambar telapak tangan berwarna menyerupai bendera Afghanistan dengan tulisan “10 Years Enough!” menimpali orasi Rahima.

Hussein yang sehari-hari tinggal di kawasan Bogor, Jawa Barat itu, dengan nada yang agak meninggi, meminta agar pemerintah Indonesia segera memberikan bantuan.

Bukan tanpa alasan, hampir 10 tahun, para pengungsi asal Afghanistan tidak memperoleh hak atas pendidikan, kesehatan, bahkan tidak bisa bekerja. “Kami sudah 10 tahun tinggal di sini. Tidak bisa bekerja, anak-anak tidak bisa sekolah. Nasib kami tidak jelas. Kami minta tolong kepada Presiden Jokowi, bantu kami,” ujar Hussein.

Tidak lama berselang, para pengungsi Afghanistan membubarkan diri. Pasalnya, tidak ada perwakilan UNHCR yang keluar menemui mereka. Rupanya aku telat bergabung dalam kegiatan tersebut. Rahima, Hussein dan lainnya telah memulai aksi unjuk rasa sejak pagi. “Kami mulai dari jam 10 tadi,” ucap Rahima.

“Bolehkah saya minta nomor anda?” tanya ku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pervez Musharraf Meninggal di Pengasingan, Akibat Penyakit Langka yang Dideritanya Menahun

Pervez Musharraf Meninggal di Pengasingan, Akibat Penyakit Langka yang Dideritanya Menahun

News | Senin, 06 Februari 2023 | 09:26 WIB

Tewaskan 100 Orang Lebih, Taliban Bantah Tudingan Jadi Dalang Bom Di Masjid Pakistan

Tewaskan 100 Orang Lebih, Taliban Bantah Tudingan Jadi Dalang Bom Di Masjid Pakistan

News | Kamis, 02 Februari 2023 | 11:11 WIB

Wasekjen PBB Soroti Pelanggaran Hak Perempuan Saat Bertemu Taliban

Wasekjen PBB Soroti Pelanggaran Hak Perempuan Saat Bertemu Taliban

Sumut | Sabtu, 21 Januari 2023 | 17:30 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB