Pimpinan KPK Disarankan Outbound Bareng, Nawawi: Keburu Tua Kali

Chandra Iswinarno | Rakha Arlyanto | Suara.com

Senin, 20 Februari 2023 | 17:18 WIB
Pimpinan KPK Disarankan Outbound Bareng, Nawawi: Keburu Tua Kali
Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango bercerita saat terjadi gempa di Jakarta. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango merespons saran Dewan Pengawas (Dewas) mengenai outbound bersama para pimpinan KPK di tengah isu keretakan internal karena pengusutan kasus korupsi Formula E.

Menurut Nawawi, kondisi di internal KPK baik-baik saja. Dia menyebut, periode kepemimpinan KPK saat ini tinggal menunggu waktu karena saran outbound dari Dewas dirasa begitu telat.

"Kalau kita memahami soal prinsip kerja ini, InsyaAllah clear segalanya. Masa kerja pimpinan periode yang kelima ini tinggal menghitung bulan. Kalau baru mau 'Outbound' sekarang 'Ketuaan' atau keburu tua kali," ujar Nawawi kepada wartawan, Senin (20/2/2023).

Nawawi mengatakan, setiap keputusan yang diambil para pimpinan KPK sudah dilakukan secara bersama-sama. Baginya, saran outbound itu baik untuk dilaksanakan jika struktur kepengurusan baru disusun.

"Ini bukan soal outbound, tapi pemahaman terhadap prinsip kerja yang kolektif kolegial yaitu bahwa setiap pengambilan keputusan harus disetujui dan diputuskan secara bersama-sama," kata dia.

"Outbound sebagaimana saran ketua dewas, bagus saja, jika tim baru memulai bekerja bersama," imbuhnya.

Sebelumnya, Dewas KPK memanggil pimpinan lembaga antikorupsi menyusul kabar keretakan hubungan antara mereka yang diduga dipicu penanganan kasus Formula E.

Hal itu diungkap Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron yang juga tak menampik pemanggilan mereka bersama Ketua KPK Firli Bahuri, salah satunya karena kasus Formula E.

"Tidak hanya itu (soal Formula E). Ya mungkin itu yang meletup-meletup ke Anda (media). Itu salah satunya. Tapi kan biasa. Namanya kami berlima kemudian perbedaan dinamika yang natural," kata Ghufron saat ditemui wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Jumat (17/2/2023).

Ghufron menyebut, salah satu rekomendasi dari Dewan Pengawas KPK agar pimpinan KPK kembali akur, mereka dimintakan untuk outbond bersama.

"Dan kami secara guyub telah menerima masukan-masukannya. Dan itu tentu menjadi positif bagi pimpinan untuk meningkatkan, salah satunya agar outbound dan lain-lain," kata Ghufron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Keretakan Pimpinan KPK karena Usut Formula E, Ini Kata Nurul Ghufron

Kabar Keretakan Pimpinan KPK karena Usut Formula E, Ini Kata Nurul Ghufron

Video | Jum'at, 17 Februari 2023 | 22:00 WIB

Hubungan Retak karena Formula E, Dewas Minta Pimpinan KPK Outbond Bareng

Hubungan Retak karena Formula E, Dewas Minta Pimpinan KPK Outbond Bareng

News | Jum'at, 17 Februari 2023 | 21:21 WIB

Nurul Ghufron Benarkan Kabar Keretakan Pimpinan KPK karena Usut Formula E

Nurul Ghufron Benarkan Kabar Keretakan Pimpinan KPK karena Usut Formula E

News | Jum'at, 17 Februari 2023 | 20:21 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB