Hal itu diungkap kuasa hukum Linda, Adriel Purba kepada awak media di PN Jakarta barat, pada Rabu (22/2/2023).
Ia menyatakan, kliennya memiliki banyak nomor kontak kalangan jenderal di ponselnya. Namun ia memberikan nama khusus untuk Teddy Minahasa, yakni ‘My Jenderal’.
"Kenapa My Jenderal hanya untuk Pak TM? Nah dia senyum pada saat itu. Nah nanti mungkin dia akan utarakan sendiri. Saya nggak mau mendahuluinya, gitu," ujar Adriel.
Teddy Minahasa bantah pengakuan Linda
Seakan terkejut mendengarkan pernyataan yang dilontarkan Linda, Teddy buru-buru membantahnya.
Salah satu yang dibantah keras oleh Teddy adalah pernyataan Linda yang mengaku sebagai istri sirinya.
"Kami ingin mengklarifikasi. Saya bantah, semua itu (pernyataan Linda) bohong, Yang Mulia," kata Teddy.
Meski begitu, Hakim Ketua Jon Sarman Saragih menyatakan, bahwa saksi maupun terdakwa memiliki hak yang sama untuk berbicara dalam persidangan.
Awal mula Teddy Minahasa kenal dengan Linda
Meski membantah kesaksian Linda, Teddy tidak menampik kalau dirinya memang kenal dengan perempuan tersebut.
Teddy mengaku, perkenalannya dengan Linda bermula sekitar 2005-2006, ketika ia masih menjadi mahasiswa dan kerap berkunjung ke sauna dan spa di Hotel Classic, Pecenongan, Jakarta Pusat.
"Bertemu saudari Linda di resepsionis dari tempat spa itu kemudian 2007 saya ingat saya dikenalkan dengan suaminya untuk urusan benda-benda antik," ujar Teddy.
Namun, setelah itu ia mengaku tidak pernah lagi bertemu dan berkomunikasi dengan Linda. Hingga 12 tahun kemudian, tepatnya pada 2019, Teddy Kembali berkomunikasi dengan Linda. Ia mengakui dihubungi untuk urusan informasi penyelundupan narkotika.
"Kemudian 2019 bulan Oktober itu pula karena informasinya tidak valid tidak ada komunikasi lagi di 2022 tiga tahun kemudian yang bersangkutan masih ingin menawarkan proyek penjualan pusaka ke raja Brunei Darussalam," kata Teddy.
Kontributor : Damayanti Kahyangan