Kenapa Nyepi Tidak Boleh Keluar Rumah? Jadi Salah Satu Pantangan

Rifan Aditya

Rabu, 15 Maret 2023 | 08:30 WIB
Kenapa Nyepi Tidak Boleh Keluar Rumah? Jadi Salah Satu Pantangan
Ilustrasi Nyepi di Bali (pixabay) Nyepi tidak boleh keluar rumah

Suara.com - Datangnya hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945 tinggal menghitung hari. Dalam waktu dekat, perayaan terbesar umat Hindu ini akan tiba, dan umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Salah satu pantangan yang harus ditaati adalah tidak boleh keluar rumah. Tahukah Anda kenapa Nyepi tidak boleh keluar rumah?

Tidak boleh keluar rumah merupakan salah satu pantangan yang terdapat dalam Catur Brata Penyepian, dan disebut dengan Amati Lelungan. Umat Hindu kemudian tidak boleh meninggalkan area rumahnya selama 24 jam penuh, hingga ibadah ini selesai dilaksanakan.

Apa Tujuannya?

Larangan keluar rumah ini sendiri juga diberlakukan secara umum untuk seluruh masyarakat yang ada di Bali, kecuali polisi adat atau pecalang yang melakukan patroli. Sejatinya, larangan ini berlandaskan pada kewajiban umat Hindu dalam merayakan Nyepi.

Tujuan utama dari larangan tidak boleh keluar rumah adalah agar masyarakat memperoleh kekhusyukan dalam merayakan Nyepi ini. Suasana hening dapat membuat perenungan terjadi dengan khidmat, sehingga nilai dasar dari Nyepi dapat dirasakan setiap umat beragama Hindu.

Nyepi sendiri menjadi momentum penyucian diri manusia dan alam. Ini kenapa ketika perayaan dilakukan, Bali terasa seperti area yang tidak berpenghuni. Bandara ditutup, berbagai layanan diliburkan, dan aktivitas dihentikan untuk satu hari penuh.

Selain memberikan waktu untuk masyarakat Bali secara khusus, dan masyarakat Hindu secara luas, untuk melakukan introspeksi, momen ini juga dilakukan dalam rangka membersihkan alam dari seluruh jejak manusia yang telah ditinggalkan.

Diharapkan setelah melaksanakan Catur Brata Penyepian, seseorang bisa mendapatkan arti kehidupan yang sebenarnya dan menjadi awal kebangkitan sisi spiritual dari umat Hindu yang ada di seluruh dunia.

Catur Brata Penyepian

baca juga

Selain larangan keluar rumah yang disebut Amati Lelungan, masih ada tiga pantangan yang harus ditaati oleh umat Hindu saat perayaan hari raya Nyepi ini.

  • Amati Geni, yakni umat dilarang menyalakan api atau lampu. Menandakan sebagai upaya umat mematikan nafsu yang mengandung sisi negatif, sehingga dapat lebih terkendali dan terhindar dari sifat angkara murka.
  • Amati Karya, yakni umat dilarang melakukan aktivitas fisik atau bekerja. Hari ini difokuskan untuk aktivitas rohani dan penyucian diri.
  • Amati Lelanguan, yakni umat dilarang mengadakan hiburan, bersenang-senang, dan sejenisnya. Hal ini ditujukan agar umat dapat melatih batin dan mencapai kerohanian yang lebih tinggi.

Itu tadi sekilas pembahasan kenapa Nyepi tidak boleh keluar rumah. Apakah Anda tertarik untuk mencoba sensasi ini di Bali?

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penasaran Kenapa Ogoh-Ogoh Harus Dibakar? Ini Penjelasannya

Penasaran Kenapa Ogoh-Ogoh Harus Dibakar? Ini Penjelasannya

News | Selasa, 14 Maret 2023 | 11:04 WIB

Selain Pantangan, Apa yang Boleh Dilakukan saat Nyepi?

Selain Pantangan, Apa yang Boleh Dilakukan saat Nyepi?

News | Senin, 13 Maret 2023 | 14:00 WIB

5 Upacara Menjelang Nyepi dan Maknanya, dari Melasti hingga Ngembak Geni

5 Upacara Menjelang Nyepi dan Maknanya, dari Melasti hingga Ngembak Geni

News | Senin, 13 Maret 2023 | 11:22 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×