Penasaran Kenapa Ogoh-Ogoh Harus Dibakar? Ini Penjelasannya

Rifan Aditya

Selasa, 14 Maret 2023 | 11:04 WIB
Penasaran Kenapa Ogoh-Ogoh Harus Dibakar? Ini Penjelasannya
Ogoh-ogoh - ilustrasi kenapa ogoh-ogoh harus dibakar. (Pixabay/Micelle_Maria)

Suara.com - Hari raya Nyepi di Bali identik dengan pawai ogoh-ogoh, di mana simbol Bhuta Kala ini diarak keliling desa dan diakhiri dengan membakarnya. Lalu kenapa ogoh-ogoh harus dibakar?

Jika mengingat semua pengorbanan yang sudah dikeluarkan, sangat sayang rasanya jika ogoh-ogoh yang harganya tak murah ini harus berakhir menjadi abu.

Apalagi, ogoh-ogoh dibuat dengan sangat rumit dengan berbagai perhitungan yang rumit. Belum lagi setiap detail yang harus dikerjakan secara hati-hati. Bisa dikatakan, ogoh-ogoh adalah sebuah karya seni yang bernilai tinggi.

Dalam agama Hindu, ada istilah bernama pralina yang maknanya dikembalikan pada asalnya, salah satunya dengan cara dibakar. Begitu juga dengan ogoh-ogoh yang merupakan simbol dari Bhuta Kala yang harus dipralina.

Pada dasarnya, pralina juga bisa dilakukan dengan memercikkan air suci atau tirta, namun untuk mempralina ogoh-ogoh, harus dilakukan dengan cara dibakar untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
 
Dalam membakar ogoh-ogoh juga tak sembarangan dan harus dilakukan di kuburan dan hal ini harus dipandang sebagai pengorbanan atau yadnya dari para generasi muda atas kreativitasnya yang harus dimusnahkan.

Pawai ogoh-ogoh selama ini menjadi ajang  anak muda untuk mengasah krativitas yang seiring dengan konsep nyomya sekala, yaitu mengubah hal negatif menjadi unsur positif dalam wujud nyata.

Sementara itu, untuk unsur yang tak terlihat atau niskala, nyomya dilakukan dengan Tawur Kesanga yang dilakukan di siang hari sebelum hari raya Nyepi

Membakar ogoh-ogoh juga merupakan simbol memsnahkan sifat-sifat buruk manusia seperti seperti nafsu, dengki dan serakah sehingga hal-hal negatif ini tak membawa pengaruh buruk untuk kemudian hari.

Sementara itu dalam merayakan Nyepi, umat Hindu harus mematuhi empat pantangan yang disebut dengan Catur Brata Penyepian. Apa saja itu?

baca juga

1. Amati Geni yaitu tidak menyalakan api yang belakangan maknanya meluas menjadi tidak menyalakan peralatan eektronik.

2. Amati Karya yaitu tidak melakukan pekerjaan, melainkan hanya fokus dengan ibadah yang khusuk.

3. Amati Lelungan artinya tidak bepergian dan umat Hindu disarankan hanya berdiam diri di rumah untuk merenung dan memperbaiki diri.

4. Amati Lelanguan adalah tidak mencari hiburan. Dengan mematuhi semua pantangan ini, otomatis umat Hindu tak berkegiatan dan memasak sehingga mereka yang merayakan Nyepi juga tidak makan selama 24 jam.

Demikian penjelasan tentang  kenapa ogoh-ogoh harus dibakar. Semoga informasi yang dirangkum dari berbagai sumber ini bermanfaat dan selamat Hari Raya Nyepi 2023.

Kontributor : Rima Suliastini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Pantangan, Apa yang Boleh Dilakukan saat Nyepi?

Selain Pantangan, Apa yang Boleh Dilakukan saat Nyepi?

News | Senin, 13 Maret 2023 | 14:00 WIB

5 Upacara Menjelang Nyepi dan Maknanya, dari Melasti hingga Ngembak Geni

5 Upacara Menjelang Nyepi dan Maknanya, dari Melasti hingga Ngembak Geni

News | Senin, 13 Maret 2023 | 11:22 WIB

30 Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2023 Tahun Baru Saka 1945

30 Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2023 Tahun Baru Saka 1945

News | Jum'at, 10 Maret 2023 | 15:17 WIB

4 Larangan Saat Nyepi, Apa Saja?

4 Larangan Saat Nyepi, Apa Saja?

News | Kamis, 09 Maret 2023 | 11:15 WIB

Selain Nyepi, Ada Berapa Hari Raya Umat Hindu?

Selain Nyepi, Ada Berapa Hari Raya Umat Hindu?

News | Rabu, 08 Maret 2023 | 07:00 WIB

Terkini

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Beri Kepastian Lahan bagi Masyarakat, Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA

Beri Kepastian Lahan bagi Masyarakat, Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA

Jakarta | Senin, 27 Juli 2026 | 23:29 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa

Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:30 WIB

Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng

Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:23 WIB

×