Cak Imin Diminta Rasakan Jadi Penumpang KRL Usai Tolak Impor Kereta Bekas

M Nurhadi Suara.Com
Minggu, 09 April 2023 | 15:37 WIB
Cak Imin Diminta Rasakan Jadi Penumpang KRL Usai Tolak Impor Kereta Bekas
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok: DPR)

Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar turut mengkritik isu impor kereta rel listrik (KRL) bekas yang belakangan banyak diperbincangkan.

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu juga meminta pemerintah dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk mengikuti rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menentang impor KRL bekas dari Jepang.

Menurut dia, hasil audit BPKP sudah cukup menjadi landasan bagi pemerintah dan PT KCI untuk mengambil tindakan. Hal ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan pengguna KRL baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

"Hasil audit BPKP soal impor KRL bekas saya kira cukup menjadi referensi pemerintah dan PT KCI untuk tidak impor KRL bekas dari Jepang. Bagaimanapun audit itu penting dan dampaknya juga bukan cuma untuk jangka pendek, tapi juga panjang, khususnya untuk keselamatan pengguna KRL ya," kata Cak Imin dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (9/4/2023).

Hal ini lantas memicu berbagai respon dari warganet di Indonesia. Beberapa menyatakan setuju dengan ucapan politisi PKB itu, namun tidak sedikit yang berseberangan.

"Males pilih partai yang tidak mendukung transportasi publik," sebut salah satu warganet.

"Wah, mestinya ini harus hati-hati statementnya... Lumayan kan kalo berkurang 2 juta suara dari kelompok pengguna KRL," tulis akun P***al.

Gangguan KRIl (Twitter/@dewanti95)
Gangguan KRIl (Twitter/@dewanti95)

"Situ kira buat kereta api seminggu baru kelar kali yak?" komentar lainnya.

"Coba disuruh ngerasain jadi anker," tanggapan netizen lain.

Baca Juga: BPKP Temukan Kejanggalan Biaya Impor KRL Bekas

"Pendapat orang yang nggak pernah naik KRL," jelas T*******yur.

"(Cak Imin) belum pernah ngerasain naek KRL di jam pulang kerja," sebut salah satu warganet.

Sebagai informasi, anker merupakan sebutan bagi anak kereta atau orang-orang yang memanfaatkan transportasi publik berupa kereta sebagai sarana aktivitas sehari-hari.

Cak Imin sebelumnya juga mengkritisi rencana impor KRL bekas yang dianggapnya bertentangan dengan perkembangan industri perkeretaapian nasional. Saat ini, PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT Inka sedang berusaha memproduksi KRL, dan menurut Cak Imin, selama ada produk lokal yang dapat diproduksi, tidak perlu mengimpor.

Cak Imin juga menyarankan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk lebih memperhatikan pemeliharaan KRL yang sudah beroperasi. Karena usianya yang tua dan intensitas penggunaannya yang tinggi, KRL memerlukan perawatan yang lebih sering.

Ia menambahkan bahwa dalam waktu menunggu KRL produksi PT Inka, cukup mencari alternatif transportasi lain untuk menunjang kebutuhan pelanggan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI