Dilema Pedagang Baju Bekas Impor di Lorong Sempit Pasar Senen

Erick Tanjung, Dea Hardiningsih Irianto

Kamis, 13 April 2023 | 11:36 WIB
Dilema Pedagang Baju Bekas Impor di Lorong Sempit Pasar Senen
Ilustrasi pakian bekas impor. (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - "Mari-mari merapat..seratus ribu-tiga..seratus ribu-tiga.." sorak seorang pedagang menjajakan barang dagangannya.

"Ayo..ayo...lihat-lihat dulu saja kak, mumpung persediaan masih banyak," sahut pedagang lain dengan suara kencang.

SAHUT-SAHUTAN pedagang di sela-sela lorong antarkios di Lantai 2 Blok III Pasar Senen memang terdengar nyaring tiap hari. Itu cara mereka mengharap cuan dari para pemburu pakaian bekas impor yang harganya jauh lebih murah ketimbang baju baru di swalayan.

Dari lorong-lorong sempit itu, mereka memendam kekhawatiran setelah gudang utama pakaian bekas impor di Lantai digerebek oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri bersama Polres Metro Jakarta Pusat pada Senin 20 Maret lalu. Pasalnya, pemerintah saat ini tengah gencar melakukan penindakan terhadap penjualan barang bekas impor yang dianggap merugikan bagi pangsa pasar produk lokal.

Padahal, Pasar Senen makin menunjukkan eksistensi bisnis pakaian bekas sejak pandemi Covid-19. Banyak orang yang menjadi reseller pakaian bekas impor dengan membeli di Pasar Senen, lalu menjualnya lagi secara online. Saat itu, pendapatan para pedagang di Pasar Senen meningkat drastis. Terlebih pada momen-momen tertentu seperti menjelang lebaran.

“Sangat luar biasa peningkatannya, karena banyak orang sekarang dengan modal misalkan Rp 5 juta, buka usaha. Hasilnya juga lumayan dan banyak peminatnya. Memang lagi trend juga kan baju thrifting itu,” kata Koordinator Pedagang Pakaian Bekas Impor Pasar Senen Rifai Silalahi kepada Suara.com, Minggu 9 April 2023.

Suasana pusat pakaian bekas impor (thrifting) di lantai 2 Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2023). [ANTARA/Mentari Dwi Gayati]
Suasana pusat pakaian bekas impor (thrifting) di lantai 2 Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2023). [Antara/Mentari Dwi Gayati]

Sayangnya, kejayaan itu tak berlangsung lama lantaran pemerintah saat ini sedang semangat membakar balpress berisi pakaian bekas impor ilegal di seluruh Indonesia. Momen Ramadan kali ini, tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Para reseller pakaian bekas impor mulai khawatir dengan penindakan masif yang dilakukan pemerintah.

Menurut dia, meski saat ini sudah memasuki Ramadan dan momen Lebaran makin dekat, pendapatan para pedagang tidak mengalami peningkatan, justru omset penjual pakaian impor bekas hampir sama dengan hari-hari biasa.

“Ketakutan orang lihat di media katanya baju bekas lagi dirazia, lagi ditutup, terus ada lagi karena sekarang ini beberapa platform e-commerce juga sudah mulai dibanned juga nih. Itu pengaruh karena yang belanja ke Senen itu kan bukan cuma pemakai, tapi juga banyak juga yang untuk dijual online. Jadi, itu ditutup, orang-orang takut ada razia. Begitulah sampai sekarang masih sepi,” tutur Rifai pasrah.

baca juga

Menurut dia, selama Ramadan tahun ini pendapatan para pedagang tidak mengalami peningkatan. Hal ini, lanjut Rifai, diperparah dengan tidak ada barang baru masuk lagi lantaran pembatasan di pintu-pintu masuk impor pakaian bekas. Dengan begitu, pedagang tidak bisa memperbarui stok barang dagangan mereka untuk menarik pembeli.

Menanti Solusi Pemerintah

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mendatangi Pasar Senen untuk berdialog dengan pedagang pakaian impor bekas pada Kamis, 30 Maret lalu. Pada pertemuan itu, Zulhas mengatakan bahwa pedagang boleh melanjutkan usahanya hingga stok pakaian bekas habis.

“Silakan dagang sampai habis. Oleh karena itu, kami meminta karena ini sedang dalam pembicaraan dengan penegak hukum di mana pun berada kami kejar pelaku penyelundupannya, itu dulu yang pertama,” ucap Zulhas.

Protes pedagang Pasar Senen terhadap larangan pemerintah yang melarang impor pakaian bekas, Rabu (22/3/2023). (Suara.com/Dea)
Protes pedagang Pasar Senen terhadap larangan pemerintah yang melarang impor pakaian bekas, Rabu (22/3/2023). (Suara.com/Dea)

Menanggapi itu, Rifai mengaku bingung dengan permintaan pemerintah agar para penjual menghabiskan sisa stok barang dagangan. Pasalnya, tidak ada kejelasan mengenai rencana lanjutan pemerintah jika pakaian bekas impor para pedagang sudah habis.

“Saya akan sampaikan ke para pedagang semua bagaimana karena kalau dibilang barang mau habis, ya betul juga sih barangnya bakal habis dan enggak ada yang masuk lagi. Nah, nanti apa yang mau dijual kami belum tahu,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Pedagang Bubur di Boyolali, Pelaku Ternyata Keponakan Korban

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Pedagang Bubur di Boyolali, Pelaku Ternyata Keponakan Korban

Surakarta | Rabu, 12 April 2023 | 14:06 WIB

Pipa AC Bocor, Pedagang Pasar Tanah Abang Panik Dagangannya Mendadak 'Kebanjiran'

Pipa AC Bocor, Pedagang Pasar Tanah Abang Panik Dagangannya Mendadak 'Kebanjiran'

News | Rabu, 12 April 2023 | 05:23 WIB

Kang Dedi Mulyadi Bertemu Orang Paling Jujur, Hingga Cium Tangan

Kang Dedi Mulyadi Bertemu Orang Paling Jujur, Hingga Cium Tangan

Ntb | Senin, 10 April 2023 | 22:51 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×