Hijrah Anak Punk Jalanan: Jalan Menuju Pulang

Erick Tanjung, Faqih Fathurrahman

Rabu, 19 April 2023 | 11:41 WIB
Hijrah Anak Punk Jalanan: Jalan Menuju Pulang
Ilustrasi anak punk hijrah. (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - "Innamal A'malu Binniyat. Wa innama likullimri'in maa nawaaa”. Segala sesuatu tergantung dari niat, setiap orang akan mendapat dari apa yang diniatkan.

Kalimat itu masih terngiang-ngiang. Pasalnya, hadis riwayat bukhari dan muslim tersebut bukan disampaikan oleh seorang ulama atau mubaligh terkemuka. Hadis itu keluar dari mulut seorang anak Punk yang sedang menuju “jalan pulang”, perjalanan spiritual menghadap Tuhan.

ADALAH Bima Abdul Soleh, anak punk yang berpetualang mencari jati diri di jalanan. Sebagai pria yang merdeka Bima melangkah keluar rumah, meninggalkan hangatnya dekapan orang tua.

Di usia 17 tahun, Bima mulai mencari arti kehidupan di jalanan. Menjadi seorang punk jalanan dilakoni Bima karena dari situ ia merasa mendapatkan kebebasan.

Solidaritas yang tinggi dan tanpa diskriminasi suku, ras dan agama membuat Bima nyaman di skena punk jalanan.

"Gue bilang asik nih karena punya sifat solidaritas meski di jalan kehidupannya lebih gimana-gimana," kata Bima ditemui Suara.com di kawasan Jakarta Selatan, Kamis 13 April 2023.

Selama menjalani hidup di jalanan yang selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, Bima kerab menghabiskan waktu bersama kawan-kawan skena. Bahkan tak jarang mabuk-mabukan bersama.

Sekelompok anak Punk menghitung uang hasil mengamen di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Indonesia pada 5 September 2020.[Foto/Anadolu Agency]
Sekelompok anak Punk menghitung uang hasil mengamen di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Indonesia pada 5 September 2020.[Foto/Anadolu Agency]

Banyak tempat yang sudah dilewati, langkah kaki Bima bahkan sudah sampai pulau Sumatera di Pekanbaru, Riau. Banyak kisah yang ia petik dari setiap perjalanan. Sedikit demi sedikit pertanyaan tentang jati diri te rjawab.

Bertemu sosok misterius

baca juga

Saat sedang mengamen di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Bima bertemu dengan seorang laki-laki tua. Sosok lelaki tua berjenggot itu kemudian mengajak Bima untuk salat berjamaah.

Mendapat ajakan tersebut, Bima berupaya menolaknya dengan berbagai alasan, mulai dari pakaiannya yang penuh najis karena sudah lama tidak dicuci hingga tidak hafal bacaan salat. Namun, kata Bima, pria tersebut malah tersenyum.

“Di sana ada sarung kalau mau,” kata Bima menirukan ucapan lelaki itu.

Tak hanya sekali. Ajakan lelaki itu datang setiap hari. Tak hanya mengajak salat, juga tawaran untuk ngopi sembari ngobrol santai.

Bima tidak pernah menolak ajakan untuk ngopi dan ngobrol. Saat itu, bukan hanya Bima, rekannya sesama pengamen juga penasaran.

“Pas lagi ngopi itu dia mulai tuh ngobrolin soal kebaikan-kebaikan. Kaya misalnya salat itu gak boleh ditinggalin.”

Namun saat ngobrol degan pria yang baru dikenalnya itu, Bima tak pernah merasa bosan. Bima justru mulai memiliki ketertarikan dengan obrolan tentang teologi.

“Orang itu ngasih masukannya pelan, gak merintah. Jadi kami kayak ngobrol sama teman aja.”

Perlahan tapi pasti. Bima mulai menjalankan salat, meski tidak lima waktu. Kebiasaan minum-minuman beralkohol mulai ia tinggalkan. Bima belajar menjadi sosok lebih baik, minimal untuk dirinya sendiri.

Halang rintang hijrah

Hijrah ke jalan yang lebih baik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak halangan dan rintangan yang harus dilewati. Namun semua bisa dilalui, kembali lagi karena ada niat.

"Innamal a'malu binniyat. Wa innama likullimri'in maa nawaaa. Artinya segala sesuatu tergantung dari niat dan setiap orang akan mendapat apa yang diniatkannya,” ujar Bima.

Bima sering mendapatkan tatapan sinis ketika melangkah ke dalam masjid. Hampir separuh wajahnya ditato menjadi stigma negatif bagi hampir sebagian orang di sana.

Ia bahkan pernah dilarang saat hendak memanggunakan kamar mandi musala untuk mensucikan diri sebelum salat.

Sejumlah anak Punk yang tergabung dalam Seniman Terminal (Senter) melakukan kegiatan ngaji bersama di Kampung Lio, Depok, Rabu (15/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Sejumlah anak Punk yang tergabung dalam Seniman Terminal (Senter) melakukan kegiatan ngaji bersama di di Kampung Lio, Depok. [Suara.com/Arief Hermawan P]

“Kadang masjid atau musala yang merupakan tempat bernaung untuk hamba Allah, malah di sana kami gak diterima. Mending pom bensin atau mini market,” ucap dia.

Namun hal itu tidak membuat Bima patah arang dalam menunaikan ibadah. Ia tetap giat salat berjemaah di setiap masjid yang ia singgahi tiap kota.

"Udah biasa gue kalau mereka kayak gitu. Yang penting niat kita buat ibadah. Lagian juga surga bukan punya bapak moyangnya," katanya.

Bagi Bima setiap manusia terlahir suci, semua bagi terlahir dengan kebaikan. Namun perjalanan hidup bisa membuatnya keliru dan terjerembat dalam lubang hitam.

Meski demikian, selalu ada cara untuk pulang atau kembali ke jalan kebaikan,seburuk apapun perbuatan yang pernah dilakukan.

Sebagai muslim, Bima ingin meninggal nanti dalam keadaan muslim meski telah banyak melakukan kesalahan.

"Hijrah buat saya mungkin sebuah jalan untuk pulang."

Dakwah lewat musik

Sebagai orang yang biasa hidup di jalanan, musik jadi sumber penghidupan Bima. Sehari-hari ia mengamen untuk menyambung hidup.

Setelah berhijrahpun, Bima masih kerab bermain musik. Terlebih saat ia tergabung dalam komunitas Tasawuf Underground.

Saat itu Bima sempat membuat sebuah band yang dinamainya Fly Over. Mengingat pusat kegiatan Tasawuf Underground berada di bawah kolong jembatan layang Tebet.

“Kami udah pernah main di (program TV) Hitam Putih dulu.”

Dalam penampilannya, band Fly Over memainkan musik-musik religi. Mungkin bagi sebagian orang merasa aneh melihat sekelompok orang bertato dan berpenampilan punk namun memainkan musik religi. Namun itu fase perubahan seorang yang menuju jalan kebaikan.

“Mungkin itu cara saya dan kawan-kawan lainnya untuk berdakwah.”

Sosiolog Agama Universitas Negeri Jakarta, Abdi Rahmat menilai maraknya fenomena punk hijrah tidak terlepas dari gejala meningkatnya gairah keberagamaan dan keberislaman masyarakat di Indonesia dalam dua dekade terakhir. Khususnya dalam lima sampai sepuluh tahun terakhir.

Masifnya penyebaran dakwah lewat sosial media seperti facebook, Instagram, twitter, youtube, dan twitter membuat dakwah lebih mudah ditangkap oleh banyak lapisan.

“Komunitas punk adalah anggota masyarakat yang juga sangat dekat dengan penggunaan media sosial tersebut,” kata Rahmat.

Anak punk itu bisa saja secara tidak sengaja menjadi penonton setia dakwah, karena memiliki ketertarikan dengan penyampaian para dai.

Sejumlah anak Punk yang tergabung dalam Seniman Terminal (Senter) melakukan kegiatan ngaji bersama di Kampung Lio, Depok, Rabu (15/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Ilustrasi anak Punk mengaji. [Suara.com/Arief Hermawan P]

“Respon dari anggota punk yang hijrah bisa dijelaskan sebagai respon terhadap makna baru dalam beragama yang mungkin saja selama ini hilang atau tidak lagi mereka rasakan,” jelasnya.

“Pencarian dan penemuan makna beragama secara teori searching for meaning and belonging dalam beragama mendorong mereka untuk berhijrah,” lanjutnya.

Hanya saja, kata Rahmat, banyak dari anak punk yang hijrah belum dapat menghapus tatto mereka. Sehingga masih ada stigma negatif yang melekat bagi anak-anak punk.

“Karena tato di masyarakat kita masih dipandang sebagai perilaku menyimpang. Tapi lambat laun seiring masyarakat mengenal mereka lebih jauh, tentu mereka juga harus menampilkan perubahan perilaku yang semakin Islami, maka stigma masyarakat kepada mereka lambat laun akan hilang juga.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Surat yang Biasa Dibacakan Nabi Muhammad Saat Shalat Idul Fitri, Ustadz Adi Hidayat Beri Tata Cara dan Niat

Surat yang Biasa Dibacakan Nabi Muhammad Saat Shalat Idul Fitri, Ustadz Adi Hidayat Beri Tata Cara dan Niat

Pekanbaru | Rabu, 19 April 2023 | 09:05 WIB

Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Istri, Anak Perempuan dan Anak Laki-laki, Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Istri, Anak Perempuan dan Anak Laki-laki, Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Bandungbarat | Selasa, 18 April 2023 | 20:19 WIB

Bacaan Niat Bayar Zakat Fitrah, Buya Yahya Jabarkan Ketentuan Pakai Uang dan Besarannya

Bacaan Niat Bayar Zakat Fitrah, Buya Yahya Jabarkan Ketentuan Pakai Uang dan Besarannya

Pekanbaru | Selasa, 18 April 2023 | 19:45 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×