Asal Usul Lebaran Ketupat, Tradisi Umat Muslim di Jawa Setiap 8 Syawal

Aulia Hafisa

Jum'at, 28 April 2023 | 09:32 WIB
Asal Usul Lebaran Ketupat, Tradisi Umat Muslim di Jawa Setiap 8 Syawal
Ilustrasi Ketupat - asal usul Lebaran Ketupat (Freepik)

Suara.com - Tahukah kamu bahwa Masyarakat Jawa merayakan dua kali Lebaran? Ya, dalam budaya masyarakat Jawa, pada bulan Syawal meraka akan merayakan Lebaran Idulfitri dan Lebaran Ketupat. Hal ini pun mengundang tanya sejumlah orang mengenai asal usul Lebaran Ketupat.

Seperti yang kita ketahui bahwa lebaran Idulfitri diperingati setiap tanggal 1 Syawal, sedangkan Lebaran Ketupat diperingati sepekan usai Lebaran Idulfitri atau tanggal 8 syawal

Nah untuk mengetahui asal usul Lebaran Ketupat, mari simak penjelasannya berikut ini yang dilansir dari berbagai sumber. 

Asal Usul Lebaran Ketupat

Dalam budaya sebagian masyarakat Jawa, lebaran ketupat ini merupakan moment berkumpul bersama keluarga atau menyambangi kerabat yang berada di tempat-tempat jauh. Lebaran Ketupat juga kerap dijadikan sebagai momen untuk menggelar pasar serta melaksanakan hajat. 

Meskipun kerap disebut sebagai lebaran ketupat, namun tak semua daerah di Jawa menyuguhkan ketupat untuk hidangan makanan. Misalnya di Pekalongan (Jawa Tengah), lebaran ketupat biasanya dimeriahkan dengan hidangan lupis. 

Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah Lebaran Ketupar? Jika merujuk dari sejumlah sumber, tradisi lebaran ketupat ini sudah ada sejak era Wali Songo. Adapun wali yang menyebarkan budaya lebaran Idulfitri dan Lebaran Ketupat di Jawa ini yaitu Sunan Kalijaga.

Pada masa itu, Sunan Kalijaga juga membawa ajaran puasa Syawal 6 hari kepada masyarakat Muslim di Jawa. Ajaran puasa Syawal 6 hari ini mengikuti ajaran Rasulullah SAW sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim berikut ini:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkan 6 hari di bulan Syawal, maka baginya pahala puasa selama setahun penuh."

baca juga

Maka, atas dasar hadis tersebut, Sunan Kalijaga memperkenalkan ibadah sunnah puasa syawal 6 hari mulai dari tanggal 2-7 syawal. Lalu pada tanggal 8 Syawal, orang-orang akan kembali merayakan hari lebaran atau yang disebut Lebaran Ketupat. 

Ketupat ini diambil dari bahasa Jawa yakni kupat. Kupat memiliki filosofi ngaku lepat atau dalam bahasa Indonesia artinya mengakui kesalahan. Umumnya, prosesi mengakui kesalahan ini diwujudkan dengan adanya tradisi sungkeman, yakni bersimpuh memohon maaf terhadap orang tua.

Bagi masyarakat Jawa, ketupat ini disimbolkan sebagai permohonan maaf. Jadi jika ada seseorang yang silaturahmi ke rumah kerabatnya lalu disuguhi ketupat,  jika ketupat tersebut dimakan maka otomatis kesalahan keduanya terhapus atau sudah saling memaafkan.

Nah itulah ulasan mengenai asal usul Lebaran Ketupat yang menarik untuk diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat!

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Kebiasaan Unik Pasca-Lebaran, Mana yang Paling Relate?

5 Kebiasaan Unik Pasca-Lebaran, Mana yang Paling Relate?

Your Say | Jum'at, 28 April 2023 | 08:48 WIB

Dirayakan Satu Minggu usai Idul Fitri, Apa Itu Lebaran Ketupat

Dirayakan Satu Minggu usai Idul Fitri, Apa Itu Lebaran Ketupat

Purwokerto | Kamis, 27 April 2023 | 21:00 WIB

Apa Itu Tradisi Lebaran Ketupat? Perayaan Syawalan Satu Minggu usai Idul Fitri

Apa Itu Tradisi Lebaran Ketupat? Perayaan Syawalan Satu Minggu usai Idul Fitri

Lifestyle | Kamis, 27 April 2023 | 19:29 WIB

Terkini

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 19:22 WIB

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 19:20 WIB

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:19 WIB

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:11 WIB

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:09 WIB

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:08 WIB

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:05 WIB

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:04 WIB

Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

Sekolah Gratis Hanya untuk SPP? Ini Penjelasan Lengkap Mendikdasmen Soal Seragam dan Ekskul

Sekolah Gratis Hanya untuk SPP? Ini Penjelasan Lengkap Mendikdasmen Soal Seragam dan Ekskul

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

×