Sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang Diperingati Setiap Tanggal 20 Mei

Aulia Hafisa | Suara.com

Minggu, 07 Mei 2023 | 08:30 WIB
Sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang Diperingati Setiap Tanggal 20 Mei
Sejarah Hari Kebangkitan Nasional (Freepik)

Suara.com - Hari Kebangkitan Nasional akan diperingati pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Berdasarkan sejarahnya, Hari Kebangkitan Nasional atau kerap disingkat dengan Harkitnas lahir seiring berdirinya organisasi Boedi Oetomo 20 Mei 1908. Kehtahui sejarah Hari Kebangkitan Nasional selengkapnya pada ulasan artikel di bawah ini. 

Seperti yang diketahui, Boedi Oetomo merupakan sebuah organisasi pelajar yang bergerak di dalam bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan yang bersifat nonpolitik. Sejumlah tokoh cendekiawan dan juga aktivis intelektual menjadi pelopor berdirinya organisasi ini. Sebut saja seperti dr. Cipto Mangunkusumo, Suraji, Gunawan, R.T. Ario Tirtokusumo, serta beberapa mahasiswa dari STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen).  

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 

Presiden Soekarno telah menetapkan hari lahir Boedi Oetomo sebagai hari bersejarah yang disebut dengan hari kebangkitan nasional Indonesia. Lantaran di masa itu, banyak sekali ancaman seperti segregasi antargolongan dan juga ideologi di tengah upaya NKRI dalam mempertahankan kemerdekaan dari penjajah Hindia Belanda yang ingin merebut kembali kekuasaannya. 

Semangat perjuangan dan persatuan kemerdekaan Indonesia yang digaungkan oleh Boedi Oetomo kemudian menjadi pelopor semangat kaum pribumi untuk membebaskan diri dari penjajahan sekaligus untuk mencegah perpecahan antar bangsa. Boedi Oetomo sendiri adalah sebuah organisasi modern pertama yang berdiri di Indonesia sebagai pelopor sejarah pergerakan kemerdekaan. 

Organisasi prakemerdekaan tersebut secara aktif bergerak dalam berbagai bidang khususnya pada bidang pendidikan, pengajaran, dan juha kebudayaan tanpa melibatkan unsur-unsur politik. Organisasi Boedi Oetomo ini dibentuk oleh Dr. Sutomo dan sejumlah mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) pada tanggal 20 Mei 1908 di Jalan Abdulrahman Saleh No. 26, Jakarta. 

Organisasi ini dibentuk berdasarkan gagasan dari dr. Wahidin Sudirohusodo yang berkeinginan meningkatkan martabat rakyat dan juga bangsa Indonesia. Terlebih, saat itu kondisi kehidupan masyarakat sangatlah memprihatinkan sejak diberlakukannya gerajan politik etis oleh Belanda. 

Adapun didirikannya organisasi Boedi Oetomo yaitu untuk menyadarkan masyarakat Indonesia, melestarikan budaya serta berupaya untuk meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan. Budi Utomo saat itu fokus di wilayah Jawa dan Madura. 

Namun seiring berjalannya waktu, anggota dari organisasi ini terus bertambah banyak dan meluas. Dan tak lagi terbatas di pulau Jawa dan Madura saja. Cara serta metode yang diterapkan oleh para mahasiswa STOVIA dalam membangkitkan semangat juanhg lantas mendapat tanggapan yang positif. 

Perlahan konsep dari organisasi Boedi Oetomo banyak dicontoh kemudian perlahan memelopori lahirnya organisasi-organisasi pergerakan yang serupa di berbagai daerah di Indonesia. Seperti halnya Indische Partij, Muhammadiyah, Perhimpunan Indonesia, dan lainnya. 

Penetapan Harkitnas 

Setelah kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tahun 1948, kondisi politik Indonesia masih carut-marut. Kabinet parlementer masih jatuh bangun tanpa dapat menyelesaikan masa jabatannya sampai tuntas. Banyak tokoh nasional yang akhirnya bermusuhan lantaran kondisi politik yang memanas. 

Selain itu, Belanda juga masih sering melancarkan aktivitas militer sebab secara resmi mereka belum mengakui kemerdekaan dari Indonesia. Di dalam kondisi tersbeut, Ki Hadjar Dewantara dan Radjiman Wediodiningrat pun mengusulkan tanggal 20 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Hal ini kemudian disetujui oleh Presiden RI Soekarno. 

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang sebelumnya telah ditetapkan pada 20 Mei 1959 tersebut saat ini ditetapkan sebagai hari nasional namun tidak sebagai hari libur. Penetapan tersebut berdasarkan keputusan Presiden (Kepres) nomor 316 tahun 1959. 

Demikian tadi ulasan mengenai sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei. Untuk mengenang jasa pahlawan yang telah gugur, mari kita rayakan Harkitnas dengan penuh semangat demi terciptanya Indonesia yang lebih baik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal PAS PPKN Kelas 8 SMP Semester 2 Tahun Ajaran 2022/2023

Soal PAS PPKN Kelas 8 SMP Semester 2 Tahun Ajaran 2022/2023

| Jum'at, 07 April 2023 | 05:03 WIB

Empat Zodiak Kipas-kipas Tahun 2023, Banjir Peruntungan dan Asmara

Empat Zodiak Kipas-kipas Tahun 2023, Banjir Peruntungan dan Asmara

| Minggu, 01 Januari 2023 | 11:12 WIB

Duo Jegeg Kolaborasi dengan Raissa Alyaa Riqzi Ajarkan Art Therapy

Duo Jegeg Kolaborasi dengan Raissa Alyaa Riqzi Ajarkan Art Therapy

| Jum'at, 04 November 2022 | 19:01 WIB

Terkini

Tomsi Tohir Desak Pemda Turun ke Lapangan Kendalikan Inflasi, Bukan Hanya Rapat

Tomsi Tohir Desak Pemda Turun ke Lapangan Kendalikan Inflasi, Bukan Hanya Rapat

News | Senin, 27 April 2026 | 14:04 WIB

Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing

Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing

News | Senin, 27 April 2026 | 14:03 WIB

Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Tren Kenaikan Harga Minyak Belum Reda

Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Tren Kenaikan Harga Minyak Belum Reda

News | Senin, 27 April 2026 | 13:56 WIB

Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai

Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai

News | Senin, 27 April 2026 | 13:54 WIB

Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat

Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat

News | Senin, 27 April 2026 | 13:48 WIB

Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan

Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan

News | Senin, 27 April 2026 | 13:44 WIB

Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

News | Senin, 27 April 2026 | 13:41 WIB

Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Senin, 27 April 2026 | 13:40 WIB

Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM

Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM

News | Senin, 27 April 2026 | 13:37 WIB

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

News | Senin, 27 April 2026 | 13:29 WIB