Perbandingan Kinerja Era Jokowi dengan SBY, Mana yang Lebih Unggul?

Farah Nabilla | Suara.com

Sabtu, 27 Mei 2023 | 17:36 WIB
Perbandingan Kinerja Era Jokowi dengan SBY, Mana yang Lebih Unggul?
Presiden Jokowi dan SBY di Istana Merdeka pada 2017 [BPMI Setpres]

Suara.com - Jelang tahun politik, kinerja pemerintahan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih terus dibanding-bandingkan. Pasalnya, mereka merupakan pemimpin Indonesia yang sama-sama mengemban tugas untuk dua periode.

SBY menjadi presiden RI selama 2004-2014, sedangkan Jokowi melanjutkannya hingga 2024 mendatang. Adapun kinerja yang dibandingkan, yakni soal utang, pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, serta pengangguran di Indonesia. Mana yang lebih unggul?

Utang

Dalam kepemimpinan Presiden Jokowi selama dua periode, yakni pada 2014-2022, utang negara meningkat hingga 189,6%. Nominalnya bahkan bertambah, di mana sampai akhir Maret 2023, sudah mencapai Rp7,87 triliun. Hal ini dibilang sangat tinggi jika dibandingkan dengan era SBY.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini, menyebut, pada akhir masa pemerintahan SBY, utang yang perlu diwariskan ke Jokowi sebesar Rp2,60 triliun. Sementara jelang berakhirnya era Jokowi sebanyak Rp7,55 trilun.

Data tersebut diperoleh per November 2022. Namun, apabila ditelaah, utang di masa kepemimpinan Jokowi bertambah besar karena adanya pandemi Covid-19. Saat itu, pemerintah meminjam Rp1.686 triliun dengan Perppu No. 1 Tahun 2020.

Pertumbuhan Ekonomi

Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia memang terus meningkat setiap tahunnya. Meski begitu, laju pertumbuhan ekonomi pada era pemerintahan Presiden Jokowi bisa dibilang bergerak lebih lambat ketimbang saat Presiden SBY.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDB per kapita Indonesia tahun 2022 mencapai Rp71 juta. Angka ini naik sebesar 69% selama delapan tahun di era Presiden Jokowi. Meski begitu, totalnya masih kalah jauh dari periode Presiden SBY yang naik sekitar 234%.

Kenaikan PDB per kapita era Presiden Jokowi tidak setinggi saat Presiden SBY karena pertumbuhan ekonominya yang juga lebih lambat. Terlebih saat pandemi Covid-19. Tercatat rata-rata laju pertumbuhan ekonomi dua periode SBY hampir mencapai 6%, sedangkan di era Jokowi hanya 4,01%.

Angka Kemiskinan

Menurut data terakhir BPS, angka kemiskinan di Indonesia per September 2022 sebesar 9,57% atau sebanyak 26,36 juta orang. Apabila dibandingkan saat Jokowi mulai menjabat sebagai presiden, angkanya ini telah mengalami penurunan.

Kenaikan sempat terjadi ketika ada pandemi Covid-19 pada tahun 2020. Sementara itu, di tahun terakhir era Presiden SBY atau per September 2014, angka kemiskinan mencapai 10,96% atau 27,73 juta orang. Dengan kata lain, tiap tahunnya hingga kini, total warga miskin terus berkurang.

Pengangguran

Berdasarkan data yang diperoleh, angka pengangguran di awal kepemimpinan SBY mencapai 9,86%. Lalu, persentase ini menurun sebanyak 3,73% pada jelang akhir pemerintahannya. Berbeda dengan era Jokowi, yang justru bertambah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Farhat Abbas Sentil Wali Kota Solo: Ingatkan Soal Nasib Layang-layang Putus Talinya Bakal Jatuh

Farhat Abbas Sentil Wali Kota Solo: Ingatkan Soal Nasib Layang-layang Putus Talinya Bakal Jatuh

| Sabtu, 27 Mei 2023 | 17:03 WIB

Kritik Telak Farhat Abbas Jelang 2024: Minta Gibran Nikmati Kekuasaan Sesuka Hati, Jokowi Jangan jadi Timses Capres!

Kritik Telak Farhat Abbas Jelang 2024: Minta Gibran Nikmati Kekuasaan Sesuka Hati, Jokowi Jangan jadi Timses Capres!

| Sabtu, 27 Mei 2023 | 16:33 WIB

Farhat Abbas Singgung Presiden Jokowi Agar Tak Berpihak ke Gibran Rakabuming di Pemilu 2024

Farhat Abbas Singgung Presiden Jokowi Agar Tak Berpihak ke Gibran Rakabuming di Pemilu 2024

| Sabtu, 27 Mei 2023 | 14:47 WIB

Minta Jokowi Netral, Farhat Abbas Sentil Gibran Rakabuming: Nikmati Kekuasaan Sesuka Hati, Layang-layang Lagi di Atas!

Minta Jokowi Netral, Farhat Abbas Sentil Gibran Rakabuming: Nikmati Kekuasaan Sesuka Hati, Layang-layang Lagi di Atas!

| Sabtu, 27 Mei 2023 | 10:44 WIB

Farhat Abbas Senggol Gibran Rakabuming Soal Masa Jabatan Presiden: Ayo Mas Wali Nikmati Kekuasaan Sesuka Hati

Farhat Abbas Senggol Gibran Rakabuming Soal Masa Jabatan Presiden: Ayo Mas Wali Nikmati Kekuasaan Sesuka Hati

| Sabtu, 27 Mei 2023 | 10:11 WIB

CEK FAKTA: Habib Rizieq dan Prabowo Beri Dukungan agar Anies Baswedan Menangi Pilpres 2024

CEK FAKTA: Habib Rizieq dan Prabowo Beri Dukungan agar Anies Baswedan Menangi Pilpres 2024

| Sabtu, 27 Mei 2023 | 09:40 WIB

CEK FAKTA: Ngeri, Konser Lesti Kejora Tadi Malam Mencuri Perhatian Presiden Jokowi, hingga Diberi Gelar

CEK FAKTA: Ngeri, Konser Lesti Kejora Tadi Malam Mencuri Perhatian Presiden Jokowi, hingga Diberi Gelar

| Jum'at, 26 Mei 2023 | 19:49 WIB

Terkini

Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

News | Kamis, 09 April 2026 | 23:08 WIB

Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir

Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:49 WIB

Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam

Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:49 WIB

DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global

DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:06 WIB

Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU

Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:51 WIB

Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai

Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:29 WIB

Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka

Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:19 WIB

Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral

Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:12 WIB

Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus

Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:07 WIB

PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya

PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:00 WIB