Sejarah Candi Borobudur, Tempat Ibadah Pusat Perayaan Hari Raya Waisak

Rifan Aditya

Senin, 29 Mei 2023 | 10:45 WIB
Sejarah Candi Borobudur, Tempat Ibadah Pusat Perayaan Hari Raya Waisak
Sejarah candi borobudur (saesherra/Pixabay)

Suara.com - Borobudur adalah salah satu monumen Budha yang paling luar biasa di dunia. Terletak di Lembah Kedu, Jawa Tengah, Borobudur merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Mari selami lebih dalam sejarah Candi Borobudur secara lebih mendalam. 

Sejarah Candi Borobudur: Selama Tahap Konstruksi

Tidak ada catatan tunggal yang diketahui tentang konstruksi atau tujuan pendirian candi Borobudur. Sejarawan memperkirakan durasi konstruksi dengan membandingkan relief berukir di kaki tersembunyi candi dan prasasti yang secara tradisional digunakan dalam piagam kerajaan pada abad ke-8 dan ke-9.

Diyakini bahwa Borobudur didirikan sekitar tahun 800 Masehi. Ini sesuai dengan periode puncak pemerintahan dinasti ailndra, yang mencakup tahun 760 hingga 830 Masehi. Pembangunannya diperkirakan memakan waktu 75 tahun dan selesai pada 825 M pada masa pemerintahan Samaratungga.

Pada saat itu, pembangunan candi Borobudur dan candi Budha pada umumnya dimungkinkan karena izin yang diberikan oleh Rakai Panangkaran dari dinasti Sanjaya, yang adalah seorang raja, kepada penganut Buddha untuk membangun candi tersebut.

Bahkan, untuk menunjukkan rasa hormatnya, Panangkaran menganugerahkan desa Kalasan kepada masyarakat Buddha, seperti yang tertulis dalam Piagam Kalasan tertanggal 778 Masehi.

Sejarah Candi Borobudur: Terbenam dan Ditemukan Kembali

Selama berabad-abad, Borobudur tersembunyi di bawah lapisan abu vulkanik dan vegetasi hutan. Alasan pasti di balik pengabaiannya tetap menjadi misteri. Suatu saat antara 928 dan 1006 M, Raja Mpu Sindok memindahkan ibukota Kerajaan Medang ke wilayah Jawa Timur setelah serangkaian letusan gunung berapi.

Tidak dikonfirmasi apakah ini penyebab utamanya hingga Candi Borobudur terbenam abu vulkanik, tetapi berbagai sumber menyebutkan ini sebagai alasan yang paling masuk akal kenapa Candi Borobudur bisa terbenam dalam abu vulkanik dan vegetasi hutan. 

Tidak sampai tahun 1835 ketika Borobudur akhirnya digali. Prosesnya dimulai pada tahun 1814 ketika insinyur Belanda Hermann Cornelius, yang pada tahun 1806-7 telah menemukan kompleks Sewu, mulai menebang pohon, membakar vegetasi dan menggali tanah dengan 200 anak buahnya untuk mengungkap monumen secara utuh.

Dia ditugaskan oleh Thomas Stamford Raffles, gubernur Jawa (Pada saat itu, Jawa dikuasai oleh Inggris). Karena bahaya runtuh, Cornelius tidak dapat menggali semua galeri. Kemudian dilanjutkan dan diselesaikan oleh Residen wilayah Kedu, Christiaan Lodewijk Hartmann.

Struktur Candi Borobudur 

Berdasarkan penelitian struktur Candi Borobudur dilengkapi dengan sistem drainase yang baik untuk menangani limpasan air hujan yang tinggi di kawasan itu. Seratus cerat dipasang di setiap sudut untuk mencegah banjir, masing-masing dengan gargoyle berukir jelas dalam bentuk raksasa atau makara.

Struktur utama terdiri dari tiga divisi yang dibentuk oleh sembilan platform: dasar, tubuh, dan atas. Dasarnya adalah platform persegi, berukuran 123 x 123 meter dengan dinding empat meter. Lima platform persegi, masing-masing dengan ketinggian yang semakin berkurang, membentuk tubuh.

Teras pertama diposisikan tujuh meter dari pinggiran pangkalan. Setiap teras berikut diatur mundur dua meter, meninggalkan koridor sempit di setiap tahap. Bagian atas terdiri dari tiga platform melingkar atas.

Setiap tahap mendukung deretan stupa, diposisikan dalam lingkaran konsentris. Tujuh puluh dua stupa kecil mengelilingi satu stupa pusat besar di platform paling atas.

Puncak stupa adalah titik tertinggi candi Borobudur, berukuran 35 meter di atas permukaan tanah. Masing-masing dan setiap stupa berbentuk lonceng dan dilubangi oleh bukaan dekoratif. Di dalam setiap kandang yang ditusuk duduk patung Buddha.

Akses ke puncak adalah anak-anak tangga yang dibangun di tengah setiap empat sisi monumen. Beberapa gerbang melengkung melengkapi setiap tangga dihiasi dengan kepala Kala diukir di atas setiap gerbang dan Makaras memproyeksikan dari setiap sisi. Pintu masuk utama berada di sisi timur, tempat relief naratif dimulai.

Struktur ini didasarkan pada kepercayaan adat bahwa gunung dan dataran tinggi adalah tempat tinggal hyang (roh leluhur). Sementara punden berundak atau step piramida adalah desain inti dari Borobudur, ide-ide Buddha Mahayana dan simbolisme juga dimasukkan dalam pembangunan.

Demikian itu sejarah Candi Borobudur, tempat ibadah umat Buddha dan pusat perayaan Hari Raya Waisak.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Beli Tiket Festival Lampion Waisak Borobudur 2023, Buruan Pesan Kuota Terbatas!

Cara Beli Tiket Festival Lampion Waisak Borobudur 2023, Buruan Pesan Kuota Terbatas!

Lifestyle | Senin, 29 Mei 2023 | 09:08 WIB

Rangkaian Acara Waisak 2023 di Candi Borobudur, Festival Lampion Jam Berapa?

Rangkaian Acara Waisak 2023 di Candi Borobudur, Festival Lampion Jam Berapa?

News | Senin, 29 Mei 2023 | 08:46 WIB

6 Rekomendasi Cafe di Dekat Candi Borobudur, Pemandangan Memikat Buat Liburan Waisak 2023

6 Rekomendasi Cafe di Dekat Candi Borobudur, Pemandangan Memikat Buat Liburan Waisak 2023

Lifestyle | Minggu, 28 Mei 2023 | 20:06 WIB

Cara Pesan Tiket Festival Lampion Waisak di Borobudur 2023

Cara Pesan Tiket Festival Lampion Waisak di Borobudur 2023

News | Sabtu, 27 Mei 2023 | 17:03 WIB

Terkini

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:42 WIB

Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob

Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:40 WIB

Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?

Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:31 WIB

1.350 RTLH di Jakarta Barat Antre Program Bedah Rumah

1.350 RTLH di Jakarta Barat Antre Program Bedah Rumah

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:51 WIB

Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta

Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:45 WIB

Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara

Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:36 WIB

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:31 WIB

Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang

Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:23 WIB

Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:20 WIB

Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape

Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:14 WIB