Bikin SBY Panas Dingin, Inilah Jejak Moeldoko di Kasus Kudeta Demokrat

Ruth Meliana

Selasa, 30 Mei 2023 | 09:40 WIB
Bikin SBY Panas Dingin, Inilah Jejak Moeldoko di Kasus Kudeta Demokrat
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. (Dok. KSP)

Suara.com - Aksi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengajukan PK ke Mahkamah Agung (MA) terkait kepemimpinan Partai Demokrat semakin memanas. Apalagi hal itu sampai membuat Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun gunung.

SBY sendiri mulai cemas setelah muncul isu kemungkinan MA akan mengabulkan PK yang diajukan oleh Moeldoko. Sementara itu, aksi Moeldoko untuk melakukan kudeta terhadap Partai Demokrat telah berlangsung cukup panjang.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi hingga dugaan kudeta mencuat? Simak inilah perjalanan Moeldoko untuk merebut Demokrat.

Kubu Moeldoko cs gelar KLB

Kudeta ini bermula ketika Moeldoko dan beberapa kader Demokrat nekat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat, 5 Maret 2021 silam.

KLB ini disebut sebagai langkah pertama Moeldoko untuk menggeser posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketum Demokrat. Tak hanya Moeldoko, mantan politikus Marzuki Alie pun ikut terlibat dalam KLB ini.

AHY sebut kegiatan KLB Deli Serdang ilegal

Hasil KLB Deli Serdang menyatakan bahwa Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Kabar yang sampai ke telinga AHY itu pun membuatnya berang.

AHY langsung memberikan pernyataan bahwa KLB yang dilakukan Moeldoko adalah kegiatan ilegal. Apalagi, KLB itu digelar tanpa sepengetahuannya selaku Ketum Partai Demokrat.

baca juga

Serahkan hasil KLB ke Menkumham untuk disahkan

Tak menanggapi respons AHY, hasil KLB Deli Serdang langsung diajukan pihak Moeldoko ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk disahkan. Begitu pula agar Moeldoko disahkan sebagai Ketum Demokrat yang baru.

Menkumham Yasonna Laoly kala itu menyatakan hasil KLB Deli Serdang itu akan diproses terlebih dahulu, salah satunya dengan melakukan proses verifikasi.

SBY kecam aksi Moeldoko

SBY ikut mengecam aksi Moeldoko menggelar KLB Deli Serdang. Dalam pernyataan resminya, SBY menyatakan sangat kecewa dan tercengang dengan manuver Moeldoko yang dinilai menyakiti Demokrat dan rakyat.

"Hari ini sejarah mengabadikan apa yang terjadi di negara yang kita cintai ini. Memang membuat orang tercengang, banyak yang tidak percaya bahwa Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko telah bersengkokol dengan orang dalam," kata SBY saat menyampaikan pidatonya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada Jumat (5/3/2021) silam.

"Tindakan ini benar-benar tega, dengan darah dingin melakukan kudeta ini. Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral, dan hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI," lanjutnya.

AHY lakukan konsultasi dengan para politikus

Begitu Moeldoko menggelar KLB Deli Serdang, AHY langsung melakukan konsultasi dengan para tokoh politik terkait upaya kudeta yang membuat kubu Demokrat terpecah.

Di sisi lain, pihak Moeldoko terus membela diri dan menganggap KLB yang mereka gelar merupakan kegiatan sah.

Saling gugat

Akhirnya, kubu Moeldoko dan kubu AHY saling melaporkan serta mengajukan gugatan. AHY mengajukan gugatan atas kegiatan yang melawan hukum, sedangkan pihak Moeldoko menggugat soal pemecatan mereka dari Demokrat.

Menkumham tolak pengajuan

Namun sayang, pengajuan pengesahan kepemimpinan Partai Demokrat kubu Moeldoko resmi ditolak oleh Menkumham Yasonna Laoly.

Alasannya, dokumen dari pihak Moeldoko dianggap tidak lengkap. Yasonna juga menegaskan keputusan penolakan pengesahan itu sudah dilakukan secara objektif dan transparan.

Moeldoko ajukan PK ke MA

Moeldoko seolah tidak menyerah saat pengajuan pengesahan Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang ditolak. Sebaliknya, ia justru mengajukan PK kepada MA agar pengesahan dapat dilakukan.

Adapun pengajuan PK dari Moeldoko ke MA hingga sekarang masih diproses dan belum ada keputusan resmi.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Polisi Tangkap SBY dan Denny Indrayana, Kubu Moeldoko: Mereka Fitnah

Minta Polisi Tangkap SBY dan Denny Indrayana, Kubu Moeldoko: Mereka Fitnah

Deli | Selasa, 30 Mei 2023 | 08:55 WIB

SBY Tanggapi Unggahan Denny Indrayana Soal Pileg Tertutup, Tapi Lebih Sorot Soal Moeldoko

SBY Tanggapi Unggahan Denny Indrayana Soal Pileg Tertutup, Tapi Lebih Sorot Soal Moeldoko

Garut | Selasa, 30 Mei 2023 | 08:50 WIB

Makin Panas! Waketum Partai Demokrat Benny K Harman Sampaikan Komentar Pedas ke Mahfud MD Soal Isu Bocornya Putusan MK

Makin Panas! Waketum Partai Demokrat Benny K Harman Sampaikan Komentar Pedas ke Mahfud MD Soal Isu Bocornya Putusan MK

Garut | Selasa, 30 Mei 2023 | 06:30 WIB

Dulu Kawan Sekarang Lawan: Kilas Balik Kemesraan Anas Urbaningrum-SBY

Dulu Kawan Sekarang Lawan: Kilas Balik Kemesraan Anas Urbaningrum-SBY

News | Senin, 29 Mei 2023 | 20:30 WIB

CEK FAKTA: Terlibat Korupsi, Ganjar Pranowo Disebutkan Ditangkap atas Permintaan SBY-Surya Paloh?

CEK FAKTA: Terlibat Korupsi, Ganjar Pranowo Disebutkan Ditangkap atas Permintaan SBY-Surya Paloh?

Metro | Senin, 29 Mei 2023 | 19:09 WIB

Sebut Bakal Chaos jika Sistem Pemilu Berubah, PDIP Sentil SBY: Pemimpin Jangan Menakut-nakuti Rakyat!

Sebut Bakal Chaos jika Sistem Pemilu Berubah, PDIP Sentil SBY: Pemimpin Jangan Menakut-nakuti Rakyat!

News | Senin, 29 Mei 2023 | 18:51 WIB

Terkini

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:05 WIB

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 08:55 WIB

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 08:52 WIB

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:50 WIB

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:49 WIB

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 08:30 WIB

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:28 WIB

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:15 WIB

×