7 Insiden Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Dunia, Termasuk di Odisha India

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Sabtu, 03 Juni 2023 | 15:21 WIB
7 Insiden Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Dunia, Termasuk di Odisha India
Kecelakaan kereta api di India. (Twitter)

Dari kecelakaan tersebut, disebutkan sebanyak 800-1000 orang meninggal dunia. Beberapa korban merupakan para tentara yang terluka sampai pengungsi yang melarikan diri dari serangan Jerman. Kecelakaan ini menjadi salah satu kecelakaan kereta api paling parah yang terjadi di dunia.

3. Kecelakaan Kereta Api Bihar, India

Pada 6 Juni 1981, kecelakaan kereta api terparah juga terjadi di jalur antara Mansi dan Saharsa. Kereta tersebut tergelincir dan terjatuh ke sungai Bagmati tepatnya pada saat melewati jembatan.

Pada saat itu, kereta api tengah membawa sekitar seribu penumpang yang tersebar dalam sembilan gerbong.

Beberapa hari kemudian, setidaknya ditemukan 250 mayat yang meninggal karena kecelakaan tersebut. Sampai saat ini, masih belum ada informasi yang pasti terkait dengan jumlah kematian korban. Namun, perkiraan total kematian mencapai 500-800 lebih nyawa.

4. Kecelakaan Kereta Guadalajara, Meksiko

Pada 22 Januari 1915, terjadi kecelakaan kereta api Guadalajara, Meksiko. Sama seperti kasus-kasus kecelakaan kereta api sebelumnya, kereta api ini juga mengalami rem blong pada saat berjalan di turunan yang curam.

Akibat dari kecelakaan tersebut, kereta api tergelincir dari rel dan terjatuh ke ngarai dekat Guadalajara.

Masih belum diketahui dengan pasti terkait dengan total penumpang yang ada dalam kereta dengan total gerbong 20 orang tersebut.

Namun saat kecelakaan tersebut terjadi, kereta api dilaporkan tengah membawa penumpang dari Colima menuju Guadalajara. Korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai lebih dari 600 orang.

5. Kecelakaan Kereta Ufa, Rusia

Pada 4 Juni 1989, terjadi kecelakaan kereta Ufa di dekat Kota Ufa, Uni Soviet. Kecelakaan tersebut terjadi hingga menelan 575 nawa dan menjadi kecelakaan kereta api paling buruk sepanjang sejarah Rusia dan Soviet.

6. Kecelakaan Kereta Api Queen of The, Sri Lanka

Pada 26 Desember 2004, terjadi kecelakaan di sri Lanka dan menjadi kecelakaan kereta api paling buruk di dunia. Hal tersebut dikarenakan total orang yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut mencapai 1700 nyawa.

Dalam kecelakaan tersebut, jumlah korban begitu tinggi dikarenakan tepat pada tsunami yang terjadi karena gempa melanda Samudera Hindia 2004 silam. Selain itu, kereta yang secara lokal dikenal sebagai istilah Queen of the Sea Line tersebut sebenarnya juga kelebihan muatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Horor Tabrakan Kereta di India Tewaskan 233 Orang, Apa Penyebabnya?

5 Fakta Horor Tabrakan Kereta di India Tewaskan 233 Orang, Apa Penyebabnya?

News | Sabtu, 03 Juni 2023 | 12:10 WIB

Breaking News! Kecelakaan Kereta Api Tewaskan 207 Orang, 900 Orang Lainnya Luka

Breaking News! Kecelakaan Kereta Api Tewaskan 207 Orang, 900 Orang Lainnya Luka

| Sabtu, 03 Juni 2023 | 09:30 WIB

Penumpang Kereta Api Mengalami Peningkatan Selama Libur Hari Besar Nasional

Penumpang Kereta Api Mengalami Peningkatan Selama Libur Hari Besar Nasional

| Jum'at, 02 Juni 2023 | 20:02 WIB

Reaktivasi Kereta Api di Sumbar Lebih Efisien Atasi Macet Ketimbang Bangun Jalan Baru

Reaktivasi Kereta Api di Sumbar Lebih Efisien Atasi Macet Ketimbang Bangun Jalan Baru

Sumbar | Jum'at, 02 Juni 2023 | 15:04 WIB

Gubernur Sumbar: Reaktivasi Jalur Kereta Api Lebih Efektif Dibanding Bangun Jalan Baru

Gubernur Sumbar: Reaktivasi Jalur Kereta Api Lebih Efektif Dibanding Bangun Jalan Baru

Bisnis | Jum'at, 02 Juni 2023 | 11:47 WIB

Terkini

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:51 WIB

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:47 WIB

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:18 WIB

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:15 WIB

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:04 WIB

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:52 WIB

Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya

Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:42 WIB

Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual

Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:38 WIB