Larangan Ekspor Bauksit Mulai Diberlakukan, Ini Keuntungan dan Kerugiannya Bagi Indonesia

Agatha Vidya Nariswari

Sabtu, 10 Juni 2023 | 12:42 WIB
Larangan Ekspor Bauksit Mulai Diberlakukan, Ini Keuntungan dan Kerugiannya Bagi Indonesia
Ilustrasi penambangan bauksit di Kepulauan Riau (Kepri). [ANTARA/Niko Panama]

Suara.com - Pemerintah resmi melarang ekspor bauksit mulai 10 Juni 2023. Kebijakan ini sebelumnya sempat disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2022 lalu. Dikatakan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif jika larangan tersebut digugat, maka pihaknya akan menggugat balik.

Ia juga memastikan belum ada keluhan dari negara pembeli. Arifin kemudian berharap mereka mengerti karena pemerintah tidak ingin menjual barang-barang mentah. Adapun larangan ekspor bauksit diketahui memiliki keuntungan dan kerugian bagi Indonesia. Berikut rangkumannya.

Keuntungan Larangan Ekspor Bauksit

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa bauksit adalah bahan baku untuk membuat aluminium. Benda ini biasanya terbentuk di lapisan tanah bagian atas dan ditemukan di kawasan dengan iklim lembap dan panas. Adanya larangan ekspor bauksit sendiri rupanya menguntungkan bagi Indonesia.

Menurut pemerintah, salah satu keuntungan itu berupa meningkatnya pendapatan negara yang semula Rp21 triliun menjadi sekitar Rp62 triliun. Hal ini terjadi jika berkaca pada kebijakan dulu, yakni komoditas nikel yang dianggap berhasil. Selanjutnya, sisi untung diungkap Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Dikatakannya, larangan ekspor bauksit bisa menghemat devisa sampai US$2 miliar. Hal ini turut didukung oleh sejumlah data yang menunjukkan adanya peningkatan tren aktivitas tersebut di Indonesia dari tahun ke tahun. Catatan soal kenaikan itu pun sempat direkap Bank Indonesia (BI).

Berdasarkan data yang dimiliki BI, jumlah ekspor bauksit pada tahun 2017 sebesar 1,7 juta ton. Angka ini melesat tinggi hingga mencapai 8,6 juta ton pada 2018. Lalu, volumenya terus meningkat, di mana pada 2019 tercatat sebanyak 15,5 juta ton dan pada 2020 bahkan mencapai 19,3 juta ton.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan data produksi bauksit sebanyak 1,2 juta ton pada tahun 2017, 5,6 juta ton pada 2018, 16,5 juta ton pada 2019 dan 25,8 juta ton pada 2020. Lalu, menurut Kementerian ESDM, cadangan bauksit di Indonesia telah mencapai 1,2 miliar ton.

Jumlah tersebut berkisar 4 persen dari total cadangan secara global, yaitu 30,3 miliar. Hal itu menjadi yang terbesar keenam di seluruh dunia. Belum lagi, ketahanan bauksit Indonesia diperkirakan mencapai 90-100 tahun. Dinilai menguntungkan, pemerintah pun mengimbau pengelolaan bauksit hanya berlaku di dalam negeri.

baca juga

Kerugian Larangan Ekspor Bauksit

Di sisi lain, Pelaksana Harian Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bauksit dan Bijih Besi Indonesia (APB3I), Ronald Sulistianto, menilai bahwa industri bauksit Indonesia belum siap untuk melakukan hilirisasi pengolahan. Jika dilihat dari prosesnya hingga kini, menurutnya akan banyak masalah.

Ia juga meyakini tidak akan ada smelter terbaru. Adapun salah satu penyebabnya, kata Ronald, yaitu jumlah smelter baru sebanyak empat unit dengan kapasitas 4,3 juta ton setiap tahun yang kelihatannya dipaksakan oleh pemerintah. Ia pun menilai bauksit dan nikel yang tak bisa disamakan.

Tak hanya itu, industri bauksit di Indonesia juga menurut Ronald masih sulit dari segi biaya. Misalnya saja, untuk membangun smelter, modal yang diperlukan bisa mencapai US$1,2 miliar untuk kapasitas olahan 2 juta ton per tahun. Pemerintah dalam hal ini bahkan belum ingin menerima proposal yang diajukan tiap pelaku industri.

Hal serupa juga diserukan Anggota Komisi VII DPR, Nasyirul Falah Amru. Menurutnya, pembangunan smelter bauksit tidak begitu didukung oleh lembaga pemberi pinjaman. Sehingga, kata dia, pemerintah seharusnya bisa mempermudah jalan jika ada investor asing yang ingin memberikan dana.

Lalu, kebijakan larangan ekspor bauksit disebut-sebut masih berpotensi menuai resistensi dari organisasi perdagangan dunia (WTO). Sebab situasi sama sempat terjadi pada nikel. Di mana Indonesia kalah dalam sengketa melawan dengan Uni Eropa soal larangan ekspor nikel. Namun, ada perlawanan dengan mengajukan banding.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hore, Mulai Besok Pemerintah Larang Ekspor Bauksit, Apa Untungnya?

Hore, Mulai Besok Pemerintah Larang Ekspor Bauksit, Apa Untungnya?

Linimasa | Jum'at, 09 Juni 2023 | 10:38 WIB

Jokowi Larang Ekspor Bauksit Mulai 10 Juni

Jokowi Larang Ekspor Bauksit Mulai 10 Juni

Bisnis | Jum'at, 09 Juni 2023 | 08:23 WIB

Presiden Jokowi Utus Pejabat Setkab ke Purbalingga, Ada Apa?

Presiden Jokowi Utus Pejabat Setkab ke Purbalingga, Ada Apa?

Purwokerto | Jum'at, 09 Juni 2023 | 07:01 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Anies Baswedan Panas Karena Presiden Joko Widodo Mengungkapkan Soal Pilpres?

CEK FAKTA: Benarkah Anies Baswedan Panas Karena Presiden Joko Widodo Mengungkapkan Soal Pilpres?

Metro | Jum'at, 09 Juni 2023 | 06:31 WIB

Jokowi Puji Ganjar Pranowo di Rakernas PDIP:  Berani dan Punya Nyali

Jokowi Puji Ganjar Pranowo di Rakernas PDIP: Berani dan Punya Nyali

Mamagini | Kamis, 08 Juni 2023 | 16:04 WIB

Terkini

Perbedaan Glad2Glow Moisturizer Kemasan Blueberry vs Centella, Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Perbedaan Glad2Glow Moisturizer Kemasan Blueberry vs Centella, Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:55 WIB

BEI Siap Berikan Insentif Pajak Emiten yang Tercatat

BEI Siap Berikan Insentif Pajak Emiten yang Tercatat

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 12:55 WIB

Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?

Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:50 WIB

Persija Kalah Lawan Dewa United, Putra Shin Tae-yong: Hasil yang Diinginkan Wasit

Persija Kalah Lawan Dewa United, Putra Shin Tae-yong: Hasil yang Diinginkan Wasit

Bola | Senin, 02 November 2026 | 12:49 WIB

Bolehkah Polisi 'Carter' KRL untuk Operasi Penggerebekan? KCI dan Pengamat Transportasi Buka Suara

Bolehkah Polisi 'Carter' KRL untuk Operasi Penggerebekan? KCI dan Pengamat Transportasi Buka Suara

News | Senin, 02 November 2026 | 12:49 WIB

4 Eyeliner Pinkflash yang Aman BPOM dan Tahan Lama, Mudah Bikin Winged Eyeliner

4 Eyeliner Pinkflash yang Aman BPOM dan Tahan Lama, Mudah Bikin Winged Eyeliner

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:42 WIB

Neraca Dagang RI Surplus 3,36 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Sektor Nonmigas

Neraca Dagang RI Surplus 3,36 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Sektor Nonmigas

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 12:41 WIB

Retak di Bawah Kubah Senayan: Ijazah Gibran Menguji Koalisi Prabowo

Retak di Bawah Kubah Senayan: Ijazah Gibran Menguji Koalisi Prabowo

News | Senin, 02 November 2026 | 12:41 WIB

Unggul Lebih Dulu tapi Kalah, Shin Tae-yong Murka dengan Kesalahan Pemain Persija

Unggul Lebih Dulu tapi Kalah, Shin Tae-yong Murka dengan Kesalahan Pemain Persija

Bola | Senin, 02 November 2026 | 12:39 WIB

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo Dinilai Berlebihan, DPR: Ada Indikasi Pelanggaran HAM

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo Dinilai Berlebihan, DPR: Ada Indikasi Pelanggaran HAM

News | Senin, 02 November 2026 | 12:38 WIB

×