5 Sentilan Jokowi Soal APBN dan APBD yang Kerap Dipakai untuk Program Absurd

Kamis, 15 Juni 2023 | 16:01 WIB
5 Sentilan Jokowi Soal APBN dan APBD yang Kerap Dipakai untuk Program Absurd
Presiden Jokowi (Dok. Biro Pers Istana)

Suara.com - Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan para pejabat negara soal APBN dan APBD yang alokasinya sering dianggap tak optimal. Hal ini pun disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2023 di Jakarta, Rabu (14/6/2023).

Jokowi pun sempat menegaskan bahwa alokasi APBN sering disalahgunakan, salah satunya banyak dihabiskan untuk perjalanan dinas dan berbagai kegiatan yang tidak jelas alokasinya. Lalu, apa saja poin-poin yang disampaikan Jokowi? Simak inilah selengkapnya.

1. Sebut cari uang sangat sulit

Jokowi pun menyebut bahwa uang yang digunakan dalam APBN tersebut sangat sulit untuk dicari karena berasal dari berbagai elemen pendapatan negara.

"Memang cari uang sangat sulit, baik lewat pajak, PNBP, royalti, ataupun dividen, ya tidak mudah. Saya tegaskan sekali lagi, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 itu tidak mudah," ungkap Jokowi.

2. Ungkap soal kelemahan pengawasan di Indonesia

Tak hanya itu, Jokowi juga menyebut kelemahan pemegang wewenang dalam pengawasan membuat APBN tidak terserap dengan optimal.

"Kita memang lemah di sisi itu (pengawasan). Kalau tidak diawasi, hati-hati. Kalau tidak cek langsung, dipelototi satu satu. Hati-hati, kita lemahnya di situ." ucap Jokowi.

3. Sindir soal penyalahgunaan APBN

Baca Juga: Dikenal Punya Karakter Konyol, Presiden Jokowi Malah Prediksi Vicky Prasetyo Lolos jadi Anggota Dewan

Jokowi menyindir adanya penyalahgunaan alokasi APBN yang tidak sesuai. Salah satunya dana untuk penanganan stunting. Contohnya, Jokowi mengatakan ada Rp10 miliar yang rencana awalnya digunakan untuk stunting.

Namun, anggaran itu ternyata banyak dihabiskan untuk perjalanan dinas, menggelar rapat, dan kegiatan pengembangan yang tidak jelas.

"Minggu lalu saya cek di APBD dari Mendagri (Menteri Dalam Negeri), saya bilang coba saya mau lihat 10 miliar itu katanya untuk stunting. Ternyata pas dilihat perjalanan dinas Rp 3 miliar, gelar rapat Rp 3 miliar, penguatan pengembangan apa-apa bla bla bla itu sampai Rp 2 miliar,” sindirnya.

4. Sebut program yang dibuat absurd

Jokowi juga turut menemukan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang tidak benar saat menganggarkan. Pada akhirnya, program dan kegiatan yang dirancang justru absurd dan tidak jelas.

Nanti dana sisa sekitar 600 juta itu juga masih muter-muter di situ saja. Dibuatlah program pemberdayaan, pengembangan, istilah-istilah yang absurd, jelas enggak konkret,” lanjut Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI