Novel Baswedan Ungkap Proposal Ekspor Pasir Laut Sudah Dipersiapkan Sejak Dua Tahun Silam

Chandra Iswinarno | Suara.com

Sabtu, 17 Juni 2023 | 15:37 WIB
Novel Baswedan Ungkap Proposal Ekspor Pasir Laut Sudah Dipersiapkan Sejak Dua Tahun Silam
Ekspor pasir laut Indonesia ke Singapura (Antara)

Suara.com - Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut, kini keran ekspor pasir laut dibuka lagi setelah 20 tahun dilarang. Kebijakan ekspor pasir laut ini menuai pro kontra di kalangan masyarakat.

Baru-baru ini, Wakil Kepala Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Pencegahan Korupsi Polri Novel Baswedan, membeberkan pernyataan mengejutkan soal proposal ekspor pasir laut. Hal ini ia ungkapkan melalui gelar wicara bersama Rocky Gerung dan Bambang Widjojanto di kanal Youtube nya.

Novel Baswedan mengungkapkan, proposal ekspor pasir laut pernah ditemukannya saat menangani kasus korupsi Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy prabowo.

"Saya ingat waktu kasusnya Menteri KKP (Edhy Prabowo), saya kan tim saya melakukan penggeledahan tuh itu ada proposal," ungkap Novel melalui kanal YouTube Novel Baswedan.

Novel mengungkapkan, proposal tersebut merupakan proposal untuk pembukaan ekspor pasir laut. Proposal tersebut ia temukan sekitar dua tahun lalu.

"Proposal untuk pasir laut bisa dijual di Singapura, itu berapa tahun lalu yah dua tahun yang lalu kurang lebih, ee dua tiga tahun yang lalu lah," imbuhnya.

Saat menangani kasus Menteri KKP, Novel bersama tim sempat membaca proposal tersebut. Namun ia sendiri berpikir bahwa proposal tersebut tidak memiliki korelasi dengan kasus korupsi yang menyeret nama Edhy Prabowo saat itu.

"Tim saya lihat, dan saya sempat baca cuman karena nggak ada kaitan saya berpikir ah ini nggak mungkin lah saya pikir," kata Novel.

Selain itu, dirinya juga mengira proposal tersebut tidak akan mendapatkan persetujuan sebab pemerintah pasti akan memikirkan mengenai konsekuensi dan dampak lingkungan yang akan timbul.

"Karena waktu itu saya lihat, ee apa namanya secara logika sepertinya tidak akan diijinkan lah. krena apa, karena dampak lingkungannya begitu berat, keuntungan buat negaranya tidak seberapa ya mungkin kan," lanjutnya.

Novel melihat kebijkan ekspor pasir laut saat ini sepertinya sudah dipersiapkan sejak lama.

"Dan kemudian dampak-dampak lain tentunya yang seperti tadi dikatakan. Jadi kok sepertinya sudah dipersiapkan, saya baru ingat itu," ungkapnya.

Kontributor : Ayuni Sarah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Bantah Kebijakan Ekspor Pasir Laut Demi Muluskan Investasi Singapura di IKN

Jokowi Bantah Kebijakan Ekspor Pasir Laut Demi Muluskan Investasi Singapura di IKN

Bisnis | Rabu, 14 Juni 2023 | 14:07 WIB

Keganjilan Izin Ekspor Pasir Laut, Mendag Mengaku Tak Tahu Inisiatif KKP

Keganjilan Izin Ekspor Pasir Laut, Mendag Mengaku Tak Tahu Inisiatif KKP

News | Rabu, 07 Juni 2023 | 17:17 WIB

Ini Ancaman yang Mungkin Terjadi Jika Ekspor Pasir Laut Kembali Dilakukan

Ini Ancaman yang Mungkin Terjadi Jika Ekspor Pasir Laut Kembali Dilakukan

News | Senin, 05 Juni 2023 | 16:07 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB