Suku Bali Aga Menjaga Tradisi Leluhur Pulau Dewata

Chandra Iswinarno | Suara.com

Jum'at, 30 Juni 2023 | 23:35 WIB
Suku Bali Aga Menjaga Tradisi Leluhur Pulau Dewata
Wisatawan mancanegara menyaksikan dari dekat kuburan tradisional Suku Asli Bali di Pemakaman Desa Terunyan Kabupaten Bangli. [Suara.com/Binar Sebaya]

Ada hal yang perlu diingat, jenazah di Desa Adat Terunyan tidak dikubur, hanya diletakkan di atas tanah. Begitulah warga Desa Adat Terunyan menjalankan tradisi. Masatya yang dimaknai sebagai penghormatan terakhir untuk almarhum.

Tradisi Masatya adalah waktu terbukanya portal larangan. Kaum perempuan dari anak-anak sampai nenek-nenek dilarang masuk kuburan Desa Adat Terunyan. Warga mempercayai, jika perempuan ke kuburan, maka perempuan itu akan menguasai magis ilmu Leak.

"Saat 12 hari setelah Ngaben, atau namanya ngerorasin, perempuan boleh ke kuburan. Baik itu anak-anak sampai tua. Di kuburan dilaksanakan upacara Masatya, memberi penghormatan terakhir kepada leluhur yang diaben," ujar Jro Baskara.

"Tata caranya menaruh gibungan (makanan) dari pintu masuk kuburan sampai samping mayat. Saat masuk kuburan, semua keluarga mengambil makanan gibungan ini untuk dimakan. Begitu juga saat keluar dari area kuburan, ambil makan lagi," tuturnya.

"Hanya saat itu perempuan diizinkan ke kuburan melihat sepuasnya. Masatya adalah bentuk keyakninan bahwa rasa ikhlas kami menghabiskan biaya besar dalam upacara ngaben agar tidak diragukan. Simbolnya makan di kuburan yang sebenanrnya tidak etis, tapi kami melakukan dengan tulus," paparnya.

Desa Adat Terunyan memiliki tiga kuburan dengan fungsinya masing-masing. Dari semua itu, hanya satu yang misterinya sampai pada kesimpulan semua berkat pohon Taru Menyan. Pohon tersebut tumbuh di area kuburan bernama Sema Wayah.

Mayat-mayat warga Desa Adat Terunyan di Sema Wayah hanya digeletakkan saja. Dalam istilah lokal disebut Mapasah. Mayat hanya dipasang pagar bambu bernama ancak saji. Dari arah pintu masuk kuburan, mayat-mayat itu berjejer di sebelah kiri pohon besar Taru Menyan.

Sedangkan di tengah-tengahnya, tengkorak manusia dirangkai menumpuk. Sisa sajen pun menggunung. Suara lalat yang menghinggapi jenazah masih terdengar di antara riuh daun tertiup angin danau.

Ajaibnya, bau busuk mayat manusia di Sema Wayah tak tercium. Warga meyakini, aroma busuk netral oleh Taru Menyan. Pohon Taru Menyan itu juga yang menjadi cikal bakal nama Desa Terunyan.

"Pohon Taru Menyan hanya ada satu di Sema Wayah. Di kuburan lainnya tidak ada. Pohon ini sudah ada sebelum desa kami ada. Nama desa kami diambil dari nama pohon itu," jelas Jro Baskara.

"Total ada enam kuburan di desa ini, namun yang unik tiga kuburan. Walupun ada beberapa dusun menguburkan mayat, namun yang paling beda yang sering dikunjungi wisatawan yaitu Sema Wayah. Mayat di Sema Wayah tidak ada yang berbau," ungkapnya.

Sema Wayah difungsikan untuk memakamkan jenazah warga adat yang meninggal dalam kondisi normal secara fisik, dan sudah dewasa serta telah berkeluarga. Sema Wayah adalah satu-satunya kuburan yang dibuka untuk wisatawan.

Dua kuburan lainnya adalah Sema Nguda dan Sema Bantas. Jro Baskara mengatakan, Sema Nguda adalah kuburan yang difungsikan untuk memakamkan jenazah bayi dan warga yang meninggal muda atau orang dewasa yang belum menikah.

Di sini ada dua tata cara penguburan. Khusus bayi yang belum tanggal gigi, mayatnya akan dikubur di kaki bukit. Sedangkan mayat warga yang belum menikah hanya diletakkan di atas tanah. Karena tak ada Taru Menyan, tentu bau busuk tericum menyegat di kuburan ini.

Sema Bantas merupakan kuburan khusus untuk memakamkan warga adat yang meninggal karena kecelakaan, bunuh diri, atau dalam kondisi cacat fisik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemensos Kirimkan Bantuan untuk Pendirian Lumbung Sosial di Trunyan Bali

Kemensos Kirimkan Bantuan untuk Pendirian Lumbung Sosial di Trunyan Bali

News | Senin, 25 Oktober 2021 | 21:59 WIB

Kodim dan Polres Bangli Gotong Rotong Buka Jalan ke Desa Trunyan yang Tertutup Longsor

Kodim dan Polres Bangli Gotong Rotong Buka Jalan ke Desa Trunyan yang Tertutup Longsor

Bali | Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:29 WIB

Polda Bali Bagikan 100 Paket Sembako ke Warga Trunyan yang Jadi Korban Gempa Bali

Polda Bali Bagikan 100 Paket Sembako ke Warga Trunyan yang Jadi Korban Gempa Bali

Bali | Minggu, 17 Oktober 2021 | 13:36 WIB

Terkini

Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis

Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:18 WIB

Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!

Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menteri PANRB Tekankan Transformasi Digital Harus Sesuai Realitas Masyarakat

Menteri PANRB Tekankan Transformasi Digital Harus Sesuai Realitas Masyarakat

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:57 WIB

Usman Hamid Semprot Pemerintah: Nobar Film Pesta Babi Dibungkam, Papua Jadi Tabu!

Usman Hamid Semprot Pemerintah: Nobar Film Pesta Babi Dibungkam, Papua Jadi Tabu!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:15 WIB

E-Katalog Cuma Formalitas? KPK Bongkar Siasat 'Deal' Haram Proyek Tulungagung di Luar Sistem

E-Katalog Cuma Formalitas? KPK Bongkar Siasat 'Deal' Haram Proyek Tulungagung di Luar Sistem

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:04 WIB

Orasi Lantang Wanda Hamidah di Kedubes AS, Tuding Indonesia Turut Mentoleransi Genosida Palestina

Orasi Lantang Wanda Hamidah di Kedubes AS, Tuding Indonesia Turut Mentoleransi Genosida Palestina

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:56 WIB

Siap-siap! BPKP dan Kejagung Bidik 10 Perusahaan Sawit Usai Purbaya Lapor ke Prabowo

Siap-siap! BPKP dan Kejagung Bidik 10 Perusahaan Sawit Usai Purbaya Lapor ke Prabowo

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:44 WIB

3,4 Juta Situs Judol Diblokir Tapi Masih Menjamur, Pakar Hukum: Negara Belum Serius!

3,4 Juta Situs Judol Diblokir Tapi Masih Menjamur, Pakar Hukum: Negara Belum Serius!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:35 WIB

Prabowo Dorong Konversi Kendaraan Listrik, Mampukah Pangkas Impor Energi?

Prabowo Dorong Konversi Kendaraan Listrik, Mampukah Pangkas Impor Energi?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:30 WIB

Polisi Cuma 'Wait and See', KontraS Cium Aroma Pelimpahan Berkas Terselubung ke Puspom TNI

Polisi Cuma 'Wait and See', KontraS Cium Aroma Pelimpahan Berkas Terselubung ke Puspom TNI

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:25 WIB