Sederet Kejanggalan dalam Kasus Kematian Bripda Ignatius, Apa Saja?

Ruth Meliana Suara.Com
Minggu, 30 Juli 2023 | 15:09 WIB
Sederet Kejanggalan dalam Kasus Kematian Bripda Ignatius, Apa Saja?
Potret Ignatius Dwi Frisco Sirage (Instagram)

Suara.com - Kasus polisi tembak polisi yang menghilangkan nyawa Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage atau Bripda IDF masih berlangsung hingga kini. Meski sudah ditetapkan dua tersangka, keluarga masih belum puas. Sebab, di mata mereka ada banyak kejanggalan.

Kuasa hukum keluarga korban, Jajang, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah Mabes Polri dalam menetapkan tersangka. Namun, mereka menuntut pengusutan lebih lanjut untuk melihat apakah ada keterlibatan pihak lain pada kasus ini.

Kasus itu viral usai akun Instagram @kamidayakkalbar mengunggah kematian Bripda Ignatius akibat ditembak sesama anggota Polri yang bertugas di Densus 88 Antiteror Polri Jakarta.

Lantas, kejanggalan apa saja yang ada dalam kematiannya itu?

Ada Unsur Pembunuhan Berencana

Jajang menduga ada unsur pembunuhan berencana. Hal ini dilihat dari kelalaian anggota Densus 88 yang tidak ia yakini. Lalu, keterangan Mabes Polri yang mengatakan tersangka menunjukkan senjata api ke temannya dalam kondisi magasin kosong.

Namun, senjata itu dimasukkan kembali ke dalam tas magasinnya. Kemudian saat Ignatius masuk kamar, terjadilah penembakan. Jadi, pihak keluarga menduga kematian sang bripda bukan hanya karena kelalaian. Melainkan juga adanya pembunuhan berencana.

Letusan Senjata Tidak Wajar

Ayah Bripda Ignatius, yakni Y Pandi menilai letusan senjata yang mengenai leher hingga ke telinga kanan anaknya tidak wajar. Sebab, peluru meluncur dari bawah. Ia heran mengapa bisa menembus sampai atas. Menurutnya, hal ini janggal.

Baca Juga: Anggota Densus Ditembak Mati Seniornya, Keluarga Ungkap Bripda Ignatius Kerap Dicekoki Miras hingga Ketakutan

Bripda Ignatius Didatangi 3 Senior

Y Pandi mengatakan, sebelum tewas, anaknya sempat terlibat cekcok dengan tiga seniornya di Rusun Polri Cikeas, Bogor, Minggu (23/7/2023). Diduga, para seniornya itu datang dalam kondisi mabuk. Lalu, salah satu dari mereka mengambil senjata api.

Kemudian, senjata api yang tidak sengaja diambil itu meledak dan mengenai anaknya. Dengan kata lain, seniornya ini tak bermaksud menembak Bripda Ignatius. Apalagi, sampe tewas. Maka, diambil kesimpulan karena mereka lalai.

Ibu Bripda Ignatius Sempat Video Call

Y Pandi juga menuturkan keluarga masih sempat berkomunikasi dengan Bripda Ignatius pada malam sebelum penembakan terjadi. Saat itu, mereka tidak menaruh kecurigaan. Terakhir kali, sang ibu video call dengan anaknya pada pukul 20.00 WIB.

Bripda Ignatius juga disebut masih sempat berkomunikasi dengan temannya pada pukul 01.00 WIB. Setelahnya, baru ia didatangi tiga orang senior yang diduga dalam keadaan mabuk. Mirisnya, nyawa ia juga tak tertolong karena tembakan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI