Berawal dari Bidak Catur, Nasib Dokter Berakhir Jadi Tersangka Usai Gampar Balita

Farah Nabilla

Selasa, 01 Agustus 2023 | 17:29 WIB
Berawal dari Bidak Catur, Nasib Dokter Berakhir Jadi Tersangka Usai Gampar Balita
Video dokter tampar balita. (Twitter@muthiastp)

Suara.com - Aksi kekerasan terhadap anak terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang anak berusia tiga tahun ditampar oleh pejabat salah satu rumah sakit di Makassar yang bernama Makmur.

Peristiwa itu terjadi ketima Makmur sedang bermain catur di sebuah warung kopi. Aksi Wakil Direktur RSU Bahagia Makassar itu terekam kamera dan viral di media sosial hingga menuai kecaman publik.

Merasa tak terima dengan perlakuan Makmur, Agung, ayah dari balita berinisial A itu lalu melapor ke Polda Sulsel.

Bagaimana sebenarnya peristiwa itu terjadi? Simak ulasannya berikut ini.

Kronologi kejadian

Dalam video yang beredar di sejumlah media sosial, peristiwa penamparan terhadap balita A bermula ketika Makmur dan salah satu rekannya bermain catur di sebuah warung kopi.

Tak lama datang Agung dan anaknya di warung kopi itu. Bocah balita itu lalu mendekati meja Makmur dan tak sengaja menyentuh papan catur hingga jatuh berhamburan,

Pejabat RS di Makassar itu lantas marah dan dengan seketika menampar anak laki-laki itu hingga badannya terhempas ke lantai.

Melihat anaknya tersungkur di bawah, Agung dengan sigap memperbaiki papan catur dan biduknya yang telah berhamburan. Agung juga sempat meminta maaf.

baca juga

Pengunjung sempat tenangkan Makmur

Peristiwa itu lantas menimbulkan kegaduhan di warung kopi tersebut. Makmur yang marah karena papan caturnya jatuh dan berhamburan, lantas menampar balita berinisial A.

Melihat peristiwa itu, sejumlah pengunjung yang turut hadir di warung kopi itu sempat berusaha menenangkan Makmur agar amarahnya tidak terus memuncak.

Ayah korban sempat diancam pelaku

Setelah kejadian, Agung langsung membawa anaknya A meninggalkan lokasi. Namun amarah Makmur tidak juga reda.

Ia sempat memaki Agung dan menyatakan dirinya tak takut jika perbuatannya itu dilaporkan ke kepolisian.

Makmur dilaporkan ke polisi

Meski mendapatkan ancaman, Agung tetapmelaporkan perbuatan Makmur ke kepolisian. Laporan itu diterima Polrestabes Makassar dengan nomor registrasi STBL/1560/VII/2023/POLDA SULSEL/ RESTABES MKSR, pada Jumat (28/7/2023).  

Korban alami trauma usai ditampar

Menindaklanjuti laporan Agung atas perbuatan Makmur pada anaknya, kepolisian langsung bergerak, melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

Polisi juga telah mendapatkan hasilvisum kedokteran mengenai kondisi A usai ditampar A. Berdasarkan hasil visum, terdapat luka di bibir korban.

Selain itu, korban juga dilaporkan mengalami trauma akibat ditampar A hingga terjatuh ke lantai.

Ayah korban dan pelaku saling kenal

Agung, ayah dari A yang menjadi korban penamparan oleh Makmur menyatakan, dirinya mengenal pelaku karena merupakan langganan warung kopi tersebut.

Menurut Agung, ia telah mengenal Makmur selama kurang lebih dua tahun, karena setiap hari ia datang ke warkop tersebut untuk minum kopi dan bermain catur.

Makmur ditetapkan jadi tersangka

Usai dilaporkan ke kepolisian karena menampar seorang balita, Makmur ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolrestabes Makassar Kombes Mokhamad Ngajib mengatakan, tersangka dijerat Pasal 80 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 3 tahun 6 bulan.

Namun, polisi tidak menahan Makmur dan hanya dikenakan wajib lapor. Meski begitu, ia memastikan penyidik tetap memproses kasusnya.

Tersangka dipecat dari jabatannya

Aksi penamparan terhadap anak balita yang dilakukan Wadir RSU Bahagia Makassar, Makmur mendapatkan respons negative dari masyarakat dan pihak rumah sakit.

Alhasil ia dijatuhi sanksi tegas yakni dipecat dari jabatannya. Konsultan Hukum RSU Bahagia Makassar Muhammad Fakhruddin mengatakan, pemecatan itu dilakukan setelah jajaran direksi RSU Bahagia melakukan rapat internalpada Minggu (30/7/2023).

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Pamali Suku Bugis Makassar: Tidak Boleh Menopang Dagu Hingga Duduk di Bantal

6 Pamali Suku Bugis Makassar: Tidak Boleh Menopang Dagu Hingga Duduk di Bantal

Sulsel | Selasa, 01 Agustus 2023 | 13:21 WIB

Cedera Serius, Dua Pemain Inti Persik Kediri Absen Hadapi PSM Makassar

Cedera Serius, Dua Pemain Inti Persik Kediri Absen Hadapi PSM Makassar

Bola | Selasa, 01 Agustus 2023 | 13:05 WIB

Adik Menteri Pertanian Dituntut 11 Tahun Penjara dan Kembalikan Uang Rp13,7 Miliar

Adik Menteri Pertanian Dituntut 11 Tahun Penjara dan Kembalikan Uang Rp13,7 Miliar

Sulsel | Selasa, 01 Agustus 2023 | 10:28 WIB

Dokter Penampar Anak 3 Tahun di Makassar Tertunduk Lemas di Kantor Polisi

Dokter Penampar Anak 3 Tahun di Makassar Tertunduk Lemas di Kantor Polisi

Sulsel | Selasa, 01 Agustus 2023 | 09:31 WIB

Jadi Tersangka Tampar Balita Gegara Papan Catur, Dokter M Minta Damai

Jadi Tersangka Tampar Balita Gegara Papan Catur, Dokter M Minta Damai

News | Selasa, 01 Agustus 2023 | 06:12 WIB

Proses Evakuasi Kepala Bayi Terjepit Kaleng Biskuit di Tasikmalaya Berlangsung Dramatis

Proses Evakuasi Kepala Bayi Terjepit Kaleng Biskuit di Tasikmalaya Berlangsung Dramatis

Video | Selasa, 01 Agustus 2023 | 06:00 WIB

Timeline Kasus Dokter Makmur Aniaya Balita di Makassar: Dipecat Lalu Jadi Tersangka

Timeline Kasus Dokter Makmur Aniaya Balita di Makassar: Dipecat Lalu Jadi Tersangka

News | Senin, 31 Juli 2023 | 19:12 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×