Suplai Air PAM Jaya di 7 RT Mati, Warga Kalideres Saban Hari Terpaksa Antre Air Bersih

Agung Sandy Lesmana, Faqih Fathurrahman

Kamis, 14 September 2023 | 18:42 WIB
Suplai Air PAM Jaya di 7 RT Mati, Warga Kalideres Saban Hari Terpaksa Antre Air Bersih
Suplai Air PAM Jaya di 7 RT Mati, Warga Kalideres Saban Hari Terpaksa Antre Air Bersih. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Puluhan warga Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat rela mengantre demi mendapatkan air bersih lantaran suplai air PAM di permukiman padat itu terputus.

Ketua RW 11, Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Arif Rahman mengatakan kondisi seperti ini dirasakan para warga sejak seminggu belakangan. Dari 11 RT yang ada di wilayahnya, hanya 4 RT, yang mendapat suplai air bersih.

"Waktu kemarin sebelum kejadian ini kami memang pagi sore gak kebagian, cuma malem keluar, cuma sekarang ini hampir pagi, siang, sore, malam gak keluar,” kata Arif, di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (14/99/2023).

Arif mengatakan dari 7 RT yang tidak suplai airnya terputus yakni RT 1, 3, 5, 6, 7, 10, dan 11. Kekinian, 3 RT di antaranya telah mendapat suplai air, namun kondisinya masih memprihatinkan.

"Sekarang ini, RT 1, RT 3, RT 11 sebagian udah keluar airnya cuma masih butek, masih keruh,” jelas Arif.

Arif juga menyebut, jika mayoritas warganya tidak memiliki air tanah. Lantaran air tanah di wilayahnya jelek dan memiliki rasa asin.

Penampakan puluhan warga Kalideres Jakarta Barat saat mengantre air bersih. (Suara.com/Faqih)
Penampakan puluhan warga Kalideres Jakarta Barat saat mengantre air bersih. (Suara.com/Faqih)

“Rata-rata tidak punya air tanah, karena di sini air tanahnya jelek, asin, apalagi di musim kemarau ini air tanahnya enggak pada ada,” ungkap Arif.

Para warga kini hanya berharap suplai air bersih dari PAM Jaya, yang didistribusikan menggunakan mobil tangki. Awalnya, warga dalam setiap RT hanya dijatah 3 mobil tangki.

Namun kini dalam sehari setiap RT mendapat 5 mobil tangki. Namun warga harus tetap bergantian lantaran mobil yang datang tidak melulu sesuai dengan kebutuhan.

baca juga

“Jadi dibagi-bagi diatur-atur,” ucapnya.

Kedatangan mobilpun, lanjut Arif, harus terlebih dahulu melalui permintaan. Setiap harinya Arif harus menghubungi pihak PAM Jaya yang dilengkapi dengan stempel RW, agar warganya bisa mendapatkan air bersih.

“Setiap hari, kalau air PAM belum keluar, saya akan minta tiap hari kepada PAM Jaya, itu pun kita harus memberikan bukti, stempel RW,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Kemiripan Temuan Mayat Keluarga di Cinere dan Kalideres, Ada Kaitannya?

4 Kemiripan Temuan Mayat Keluarga di Cinere dan Kalideres, Ada Kaitannya?

News | Sabtu, 09 September 2023 | 15:01 WIB

Telusuri Dugaan Pemprov DKI Beli Lahan Sendiri, Majelis Hakim Terjun Langsung ke Lapangan

Telusuri Dugaan Pemprov DKI Beli Lahan Sendiri, Majelis Hakim Terjun Langsung ke Lapangan

News | Sabtu, 09 September 2023 | 00:50 WIB

Mayat Ibu dan Anak di Depok Tinggal Tengkorak, Polisi: Sangat Mirip Kasus Kalideres

Mayat Ibu dan Anak di Depok Tinggal Tengkorak, Polisi: Sangat Mirip Kasus Kalideres

News | Jum'at, 08 September 2023 | 15:06 WIB

Satu Gudang Ekspedisi di Kalideres Terbakar Hebat, Lima Mobil Damkar Dikerahkan

Satu Gudang Ekspedisi di Kalideres Terbakar Hebat, Lima Mobil Damkar Dikerahkan

News | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 02:30 WIB

Terkini

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:39 WIB

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:30 WIB

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

×