Gambaran Terowongan Gaza Yang Jadi Incaran Israel: Dalamnya 70 Meter, Panjang Total 500 Kilometer!

Bangun Santoso | Suara.com

Minggu, 19 November 2023 | 07:10 WIB
Gambaran Terowongan Gaza Yang Jadi Incaran Israel: Dalamnya 70 Meter, Panjang Total 500 Kilometer!
Penampakan pejuang Hamas di salah satu terowongan Gaza. (Foto: AFP)

Suara.com - Dalamnya mencapai 30-70 meter, sedangkan panjang keseluruhan sekitar 500 kilometer. Itulah terowongan bawah tanah Jalur Gaza.

Terowongan Gaza awalnya berfungsi sebagai kanal transaksi ekonomi terselubung, tapi karena serangan militer Israel kian ganas, terowongan ini akhirnya juga menjadi jalur memasukkan dan menyimpan senjata. Bahkan merancang perang, seperti diketahui berbagai kalangan internasional.

Israel yakin terowongan itu berada di bawah bangunan-bangunan sipil, termasuk rumah sakit. Untuk itulah, dua hari lalu Israel menyerbu Rumah Sakit Al-Shifa karena diyakini menjadi pos militer Hamas.

Menyitat kantor berita Antara, Sabtu (18/11/2023) malam, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sendiri mengungkapkan tentara Israel menggeledah Al-Shifa karena di bawah rumah sakit itulah 200-an orang disandera Hamas.

Seharusnya Israel tidak heran pada adanya gedung sipil yang berada di bawah terowongan bawah tanah bertahun-tahun dibangun oleh warga Gaza.

Total panjang dan lebar Jalur Gaza adalah 41 dan 12 km. Artinya, luas kantong Palestina itu adalah 365 km persegi.

Wilayah sebesar itu kalah panjang dari bentangan terowongan Gaza yang mencapai 500 km. Dengan panjang sejauh ini, mungkin tak ada tanah Gaza yang tak dilalui terowongan bawah tanah.

Penampakan terowongan Gaza. (Foto: AFP)
Penampakan terowongan Gaza. (Foto: AFP)

Ketika Israel mengaku menemukan senjata di bawah RS Al-Shifa, pengelola rumah sakit ini membantah. Pihak rumah sakit tak mau dituding sebagai basis militer Hamas.

Kenyataannya, saat Israel merazia Al-Shifa banyak saksi mata yang mengaku tak mendengar bunyi tembakan, karena memang tak ada baku tembak. Artinya, tak ada orang bersenjata di dalam rumah sakit tersebut.

Seorang dokter di RS Al-Shifa, Ahmed Mokhallalati, berkata kepada BBC bahwa hanya ada warga sipil di dalam rumah sakitnya.

Mokhallalati menandaskan memang semua gedung di Gaza, termasuk RS Al-Shifa, berada di atas terowongan bawah tanah. Untuk itu, Israel tak bisa menggeneralisasi gedung-gedung sipil sebagai pos Hamas.

Jika mencermati riwayat konflik Israel-Palestina, yang membuat Gaza dipenuhi terowongan bawah tanah justru karena kebijakan Israel dan Barat.

Terowongan itu memang sudah ada sejak awal 1980-an setelah kota Rafah dibagi dua; satu menjadi bagian Mesir, satu lagi menjadi bagian Palestina yang waktu itu masih diduduki Israel.

Pembagian Rafah adalah buah dari Perjanjian Camp David 1979 antara Mesir dan Israel yang mengakhiri permusuhan dan membuka jalan bagi pembukaan hubungan diplomatik antara Israel dan Mesir.

Mulanya jumlah terowongan itu sedikit, hanya sekitaran Rafah.

Namun, setelah Israel memblokade Gaza pada 2007 yang diikuti sanksi Barat, satu tahun setelah Hamas memenangkan pemilu Palestina 2006. Blokade itu membuat pangan, sandang, BBM, dan semua barang ekonomi yang dibutuhkan rakyat Gaza tak bisa lagi didapatkan dari perdagangan normal.

Diblokade

Gaza sebenarnya memiliki pantai, tapi perairannya diblokade angkatan laut Israel. Alhasil, pintu Gaza ke dunia luar hanya perbatasan Gaza-Mesir di Rafah.

Karena dikurung dari segala sisi, warga Gaza lalu menggali terowongan hingga perbatasan Mesir-Gaza untuk mendapatkan kebutuhan mereka.

Israel memblokade Gaza untuk melemahkan Hamas sehingga rakyat Gaza kecewa untuk kemudian menjauhi Hamas. Padahal, Hamas berkuasa dari proses politik yang dianjurkan Barat, yakni Pemilu.

Tetapi Israel dan Barat khawatir oleh doktrin Hamas yang tak mau mengakui Israel.

Padahal, pandangan politik Hamas itu adalah antitesis dari kemandulan Barat dan kebebalan Israel dalam mengimplementasikan komitmen-komitmen internasional, termasuk Perjanjian Oslo 1993.

Perjanjian 1993 itu mengakhiri gerakan perlawanan bersenjata Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Melalui perjanjian itu, PLO mengakui eksistensi Israel, dan sebaliknya semua pihak sepakat membentuk Negara Palestina merdeka di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur, pada 1999.

Ternyata sampai tahun 1999, negara Palestina tak kunjung berdiri. Sampai pemimpin PLO, Yasser Arafat, wafat pada 2004, negara Palestina tak berhasil diwujudkan.

Wajar jika rakyat Palestina kecewa berat, termasuk warga Gaza. Sikap mereka semakin keras, sampai menentang eksistensi Israel.

Salah satu pasukan Israel berjalan di depan salah satu terowongan Gaza. (Foto: AFP)
Salah satu pasukan Israel berjalan di depan salah satu terowongan Gaza. (Foto: AFP)

Gerakan Intifada adalah embrio yang membesarkan Hamas. Dan ketika pengaruh Hamas kian besar, Israel dan Barat merancang cara melenyapkannya dari proses politik, lewat pemilu 2006. Ironisnya, Hamas malah memenangkan pemilu itu.

Begitu menang pemilu, Hamas langsung diisolasi Israel. Setahun kemudian Jalur Gaza diblokade, setelah Fatah yang menjadi "sangat Hamas" terusir dari Gaza, dan kemudian memusatkan kekuasaan di Tepi Barat.

Blokade itu memaksa Hamas mencari cara untuk menunjukkan kepada warga Gaza bahwa mereka mampu memerintah Gaza. Bawah tanah pun menjadi pilihan. Sejak itu terowongan bawah tanah dibangun besar-besaran di Gaza.

Gaza pun lambat laun bisa membangun diri. Hamas menjadi kian populer, sampai Tepi Barat. Mereka dinilai efektif menjalankan pemerintahan Palestina di Gaza.

Perkembangan ini mencemaskan Israel karena Hamas yang berhasil membangun Gaza adalah ancaman bagi mereka. Israel juga tak mau "rumput di halaman depannya kian tinggi dan merambat liar ke mana-mana".

Untuk itulah, secara berkala Israel melancarkan operasi militer di Gaza bagai ritual "memotong rumput".

Dengan cara seperti itu, Hamas dipaksa terus memulai segala sesuatu dari bawah. Situasi itu juga membuat Hamas intensif merangkul perlawanan bersenjata. Mereka kian agresif melakukannya karena prilaku buruk pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Husein Gaza Heran Israel Ngaku Punya Denah RS Indonesia Tahun 2010, Padahal Belum Dibangun

Husein Gaza Heran Israel Ngaku Punya Denah RS Indonesia Tahun 2010, Padahal Belum Dibangun

News | Sabtu, 18 November 2023 | 20:25 WIB

Usai Ratakan Gaza Utara, Eks PM Israel Ganti Sebut Pusat Komando Hamas Ada di Selatan

Usai Ratakan Gaza Utara, Eks PM Israel Ganti Sebut Pusat Komando Hamas Ada di Selatan

News | Sabtu, 18 November 2023 | 18:07 WIB

Ya Tuhan! Korban Tewas Serangan Israel Di Gaza Tembus 12.000 Orang, 30.000 Lainnya Luka-luka

Ya Tuhan! Korban Tewas Serangan Israel Di Gaza Tembus 12.000 Orang, 30.000 Lainnya Luka-luka

News | Sabtu, 18 November 2023 | 15:24 WIB

Arti Tulisan Ikat Kepala Abu Ubaidah, Jubir Al-Qassam Hamas yang Selalu Tutupi Wajahnya

Arti Tulisan Ikat Kepala Abu Ubaidah, Jubir Al-Qassam Hamas yang Selalu Tutupi Wajahnya

Lifestyle | Sabtu, 18 November 2023 | 15:11 WIB

Bang Onim Sebut Felycia Angelista Niat Donasi ke Gaza Palestina Untuk Saudara Kristen, Netizen: Waduh Pilih-pilih

Bang Onim Sebut Felycia Angelista Niat Donasi ke Gaza Palestina Untuk Saudara Kristen, Netizen: Waduh Pilih-pilih

Lifestyle | Sabtu, 18 November 2023 | 19:05 WIB

Tega! Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina Akibat Terganggu Suara Tangis, Ibu Dilarang Ambil Jasad

Tega! Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina Akibat Terganggu Suara Tangis, Ibu Dilarang Ambil Jasad

News | Sabtu, 18 November 2023 | 18:04 WIB

Akhir Hayat Warga Israel: Disandera di Gaza, Meninggal Kena Serangan Panik Akibat Aksi Brutal Negara Sendiri

Akhir Hayat Warga Israel: Disandera di Gaza, Meninggal Kena Serangan Panik Akibat Aksi Brutal Negara Sendiri

News | Sabtu, 18 November 2023 | 18:14 WIB

Terkini

Didampingi Didit, Prabowo Akhirnya Temui dan Salami Warga Yang Hadir di Acara Open House Istana

Didampingi Didit, Prabowo Akhirnya Temui dan Salami Warga Yang Hadir di Acara Open House Istana

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:30 WIB

SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?

SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:00 WIB

Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa

Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:40 WIB

Bisa Makan Gratis di Istana! Begini Suasana Open House Presiden Prabowo Siang Ini

Bisa Makan Gratis di Istana! Begini Suasana Open House Presiden Prabowo Siang Ini

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:33 WIB

Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:10 WIB

Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel

Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:58 WIB

Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera

Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:56 WIB

100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel

100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:45 WIB

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:05 WIB

Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan

Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:02 WIB