Imparsial Kritik Kinerja Prabowo Selama Jadi Menhan: Lucu Bin Konyol

Chandra Iswinarno | Rakha Arlyanto | Suara.com

Senin, 15 Januari 2024 | 15:29 WIB
Imparsial Kritik Kinerja Prabowo Selama Jadi Menhan: Lucu Bin Konyol
Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto saat kampanye di Medan. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Imparsial mengkritik kinerja calon presiden (capres) Prabowo Subianto selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan). Mulai dari merahasiakan informasi pertahanan yang seharusnya diketahui publik hingga urusan Alutsista.

Peneliti Imparsial, Hussein Ahmad mengatakan, sejak awal bertugas sebagai menhan, Prabowo seolah tidak ingin masyarakat mengetahui yang sudah dikerjakannya.

Hussein kemudian mengambil contoh saat Kementerian Pertahanan (Kemhan) memaparkan visi-misi di Komisi I DPR RI. Hussein menyebut dalam pertama kalinya, pemaparan visi-misi Kemhan mendadak digelar secara tertutup.

"Ketika di awal-awal dia menjabat sebagai menteri pertahanan, memang ada satu hal yang lucu bin konyol yaitu pertama kalinya pemaparan visi dan misi seorang menteri pertahanan di Komisi I dilakukan secara tertutup," ujar Hussein dalam diskusi bertajuk 'Mengukur Kinerja Menteri Pertahanan: Dari Alutsista Bekas, Pihak Ketiga dalam Pengadaan Alutsista PT TMI, hingga Kepemilikan Lahan', di Jakarta Selatan, Senin (15/1/2024).

Padahal, waktu itu, Hussein menyebut para wartawan sudah siap untuk meliput rapat antara Komisi I DPR RI dengan Kemhan.

"Pak Prabowo ini memang ada hal-hal yang dia ingin tidak diketahui publik," ucap Hussein.

Hussein menerangkan isu pertahanan merupakan isu yang semestinya diketahui oleh publik. Dalih rahasia negara pada akhirnya dipakai Prabowo menjadi senjata dalam debat capres untuk menutupi hal-hal yang ia ingin publik mengetahuinya.

"Isu pertahanan ini adalah barang publik, isu publik, publik mesti lihat mesti pantau yang kalau di Komisi I, wartawan Komisi I aja nggak boleh lihat apalagi kita," jelas Hussein.

Selain itu, Hussein juga mengkritik pembentukan komponen Cadangan Tentara Nasional Indonesia atau Komcad yang dibentuk Prabowo.

"Bukan saya mau katakan Komponen Cadangan tidak perlu, Komponen Cadangan belum perlu dalam konteks Indonesia sekarang," ujar Hussein.

Sementara di sisi lain, menurut Hussein, Alutsista Indonesia masih belum mumpuni.

"Alutsistanya masih jebol, masih pada jelek-jelek. Kapalnya banyak tenggelam, terakhir kita beberapa hari yang lalu ada pesawat Super Tucano jatuh di Malang, tapi Prabowo malah bikin Komponen Cadangan yang peruntukannya menurut kami belum perlu," jelas Hussein.

Hussein turut mengkritik proyek Food Estate yang digarap oleh Prabowo. Baginya, proyek tersebut jelas-jelas gagal.

"Itu duitnya gimana itu pertanggungjawabannya?" kata Hussein dengan heran.

Lebih lanjut, Hussein turut mengkritik proyek Prabowo dalam meresmikan sumur bor di berbagai daerah Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Anggaran Rp 700 Triliun, Lutfi: Bukan Hanya untuk Belanja Senjata Baru

Soal Anggaran Rp 700 Triliun, Lutfi: Bukan Hanya untuk Belanja Senjata Baru

News | Minggu, 14 Januari 2024 | 20:00 WIB

Diserang Isu Alutsista Bekas, Wamenhan Sebut Prabowo Cetak Sejarah dengan Membeli 42 Pesawat Tempur Baru

Diserang Isu Alutsista Bekas, Wamenhan Sebut Prabowo Cetak Sejarah dengan Membeli 42 Pesawat Tempur Baru

Bisnis | Sabtu, 13 Januari 2024 | 06:51 WIB

Lutfi Sindir Anies-Cak Imin soal Alutsista Bekas: Pemikiran Pendek

Lutfi Sindir Anies-Cak Imin soal Alutsista Bekas: Pemikiran Pendek

News | Jum'at, 12 Januari 2024 | 20:32 WIB

Terkini

Dikritik DPR soal Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Minta Maaf dan Janji Evaluasi

Dikritik DPR soal Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Minta Maaf dan Janji Evaluasi

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:24 WIB

Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen

Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:12 WIB

Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit

Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:10 WIB

Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran

Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:01 WIB

Kasus Amsal Sitepu: Hinca Panjaitan Desak Kajari Dicopot dan Kapuspen Kejagung Minta Maaf

Kasus Amsal Sitepu: Hinca Panjaitan Desak Kajari Dicopot dan Kapuspen Kejagung Minta Maaf

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:58 WIB

Menteri Pertahanan Malaysia Janji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit hingga Cedera Otak

Menteri Pertahanan Malaysia Janji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit hingga Cedera Otak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:56 WIB

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:52 WIB

Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran

Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:32 WIB

Negara Timur Tengah Siaga Satu Hadapi Hujan Drone Iran, Sasar Bandara Kuwait Hingga Perbankan Arab

Negara Timur Tengah Siaga Satu Hadapi Hujan Drone Iran, Sasar Bandara Kuwait Hingga Perbankan Arab

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:25 WIB

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:19 WIB