Andi Arief 'Mencium' Usaha Menggagalkan Pemilu: Karena Potensi Pergantian Partai Berkuasa

Chandra Iswinarno

Jum'at, 02 Februari 2024 | 13:23 WIB
Andi Arief 'Mencium' Usaha Menggagalkan Pemilu: Karena Potensi Pergantian Partai Berkuasa
Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief. [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Andi Arief melihat sejumlah fenomena politik beberapa hari terakhir yang dianalisisnya sebagai usaha untuk menggagalkan Pemilu.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam cuitan di akun X @Andiarief__. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat ini menilai ada rentetan isu yang diarahkan jelang pencoblosan 14 Februari 2024 mendatang.

"Dari mulai isu pemakzulan, isu menteri mundur, isu forum guru besar, nanti ujung-ujungnya juga kelihatan," cuitnya dalam akun X.

Baca juga:

Ia kemudian mengemukakan kemungkinan adanya partai yang lama berkuasa akan kalah, sehingga muncul usaha untuk menggagalkan Pemilu yang anggarannya cukup besar, yakni Rp 71,3 triliun.

"Karena berpotensi kalah dan potensi pergantian partai berkuasa maka jalan terbaik menggagalkan Pemilu."

Andi Arief yang menilai adanya indikasi menggagalkan Pemilu tersebut menambahkan ajakan untuk mencegahnya supaya tidak terjadi.

"Niat jahat ini harus kita cegah," cuitnya dalam akun X.

Sebelumnya diberitakan, Koordinator Stafsus Presiden, Ari Dwipayana mengungkapkan ada upaya dari beberapa pihak yang sengaja menyebarkan narasi politik berlebihan nan tendensius mengenai kondisi Kabinet Indonesia Maju.

baca juga

Sepengetahuannya, isu-isu yang disebarkan ialah mulai dari kabinet yang mulai berjalan tidak kompak, suasana kerja tak nyaman, menteri tidak dilibatkan TPA hingga menteri diperiksa ketat saat masuk Istana.

Menurutnya, isu-isu itu sengaja disebarkan agar membentuk opini menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju kecewa dengan Jokowi. Ari menegaskan narasi politik tersebut tidak sesuai dengan fakta.

"Kalau teman-teman media mengikuti suasana menjelang, sidang kabinet paripurna atau rapat terbatas kabinet, menteri-menteri 'ngeriung', saling sapa, ngobrol atau bercanda satu sama lain," ungkapnya.

Ari menegaskan, tidak ada suasana pemilu dalam rapat kabinet. Bahkan, komunikasi antarmenteri sangat akrab.

"Tidak ada suasana pemilu dalam rapat-rapat kabinet. Menteri-menteri yang berasal dari latar belakang partai politik yang beragam dan berada dalam koalisi pilpres yang berbeda juga saling berkomunikasi dengan akrab," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Baswedan Jadi Sasaran Utama Hoaks Pemilu 2024 Terbanyak

Anies Baswedan Jadi Sasaran Utama Hoaks Pemilu 2024 Terbanyak

Tekno | Jum'at, 02 Februari 2024 | 12:17 WIB

Hoaks Pemilu 2024 Paling Tinggi di YouTube, Banyak Video Deepfake Bermunculan

Hoaks Pemilu 2024 Paling Tinggi di YouTube, Banyak Video Deepfake Bermunculan

Tekno | Jum'at, 02 Februari 2024 | 11:47 WIB

Beda Dana Bansos Jokowi Saat Pandemi vs Pemilu, Bikin Kaget!

Beda Dana Bansos Jokowi Saat Pandemi vs Pemilu, Bikin Kaget!

Kotak Suara | Jum'at, 02 Februari 2024 | 11:41 WIB

Terkini

Eks Menhan Mark Esper: Tawaran Damai Iran Konyol, Merasa Lagi di Atas Angin

Eks Menhan Mark Esper: Tawaran Damai Iran Konyol, Merasa Lagi di Atas Angin

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Selat Hormuz Siap Dibuka Jika AS Mau Bayar Kompensasi ke Iran, Berapa Nominalnya?

Selat Hormuz Siap Dibuka Jika AS Mau Bayar Kompensasi ke Iran, Berapa Nominalnya?

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:28 WIB

PLTA Garung Pasok Energi Bersih ke Sistem Jawa-Bali, Aliri Listrik 30 Desa

PLTA Garung Pasok Energi Bersih ke Sistem Jawa-Bali, Aliri Listrik 30 Desa

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Tak Risih Dijuluki Gubernur Persija, Pramono Optimis Juara Liga 1 Jadi Kado 500 Tahun Jakarta

Tak Risih Dijuluki Gubernur Persija, Pramono Optimis Juara Liga 1 Jadi Kado 500 Tahun Jakarta

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:19 WIB

5 Film Terbaru Agustus 2026, Ada Dear You Hingga The Tao Exorcist!

5 Film Terbaru Agustus 2026, Ada Dear You Hingga The Tao Exorcist!

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Misteri Sisa Kuota Internet: Mengapa Bisa Hangus dan Siapa yang Paling Diuntungkan?

Misteri Sisa Kuota Internet: Mengapa Bisa Hangus dan Siapa yang Paling Diuntungkan?

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Hillary Clinton Kritik Dekorasi Gedung Putih Era Donald Trump Mirip Istana Saddam Hussein

Hillary Clinton Kritik Dekorasi Gedung Putih Era Donald Trump Mirip Istana Saddam Hussein

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Kinerja SDM Danone Indonesia Lampaui Benchmark Global

Kinerja SDM Danone Indonesia Lampaui Benchmark Global

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Keluarga Sutrimo Diancam Usai Lapor Polisi? LPSK Segera ke Banyumas Siap Beri Perlindungan Darurat

Keluarga Sutrimo Diancam Usai Lapor Polisi? LPSK Segera ke Banyumas Siap Beri Perlindungan Darurat

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Prabowo Minta Pangkas Anak Cucu Pertamina, PLN, dan BUMN Lain

Prabowo Minta Pangkas Anak Cucu Pertamina, PLN, dan BUMN Lain

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:59 WIB

×