Perjalanan Karier Politik Ahok, Dimulai dari Partai Kecil Menjelma Menjadi Tokoh Besar

Wakos Reza Gautama | Suara.com

Jum'at, 02 Februari 2024 | 21:04 WIB
Perjalanan Karier Politik Ahok, Dimulai dari Partai Kecil Menjelma Menjadi Tokoh Besar
Ilustrasi Politisi PDIP, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Karier politik Ahok. [Suara.com/Fakhri]

Partai pertama tempat Ahok bernaung adalah Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) yang dipimpin Dr Sjahrir.

Pada Pemilu 2004, Ahok mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Belitung Timur. Walau dengan modal seadanya, Ahok berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Belitung Timur periode 2004-2009.

Baru tujuh bulan menjadi wakil rakyat, Ahok maju sebagai calon Bupati Belitung Timur di tahun 2005. Tanpa diduga ia berhasil menang dengan meraup suara 37,13 persen.

Ini adalah bentuk kehebatan seorang Ahok, seorang minoritas yang mampu menangi di wilayah basis Masyumi yang juga kampung halaman Yusril Ihza Mahendra.

Sebagai bupati, Ahok dikenal sebagai pejabat anti sogok. Ia memotong semua biaya pembangunan yang melibatkan kontraktor sampai 20 persen.

Hal ini membuat Belitung Timur kelebihan anggaran untuk kesejahteraan rakyat. Ahok membuat program sekolah dan kesehatan gratis. 

Berkat caranya memimpin, Ahok diganjar penghargaan oleh Majalah Tempo sebagai salah satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia di tahun 2006.

Tahun 2007, ia mendapat dinobatkan sebagai Tokoh Anti Korupsi oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari KADIN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Masyarakat Transparansi Indonesia.

Menjadi Gubernur DKI

Sepak terjang Ahok di Belitung Timur yang langka ini terdengar ke seantero Bangka Belitung. Muncullah dukungan dari masyarakat agar Ahok maju sebagai calon gubernur.  Di tahun 2007, Ahok maju sebagai Cagub Babel namun ia kalah. 

Di tahun 2009, Ahok maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Golkar. Menempati nomor urut empat, Ahok mampu meraih suara terbanyak. Ia pun melenggang ke Senayan duduk di Komisi II. 

Pada tahun 2012, Ahok dipilih menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Jokowi. Mereka maju di Pilgub DKI diusung Gerindra dan PDIP. 

Pada Pilgub DKI 2012 itu, Jokowi-Ahok mampu mengalahkan petahana Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Duet Jokowi-Ahok sangat fenomenal saat itu. 

Lalu ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden RI pada tahun 2014, Ahok naik menjadi Gubernur DKI. Ia kemudian kembali mengikuti Pilgub DKI 2017 berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat. 

Pasangan Ahok-Djarot harus menyerah di putaran kedua oleh pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengungkap Pesan Terakhir Ahok Sebelum Mundur Sebagai Komut Pertamina, Singgung Sosok Perwira?

Mengungkap Pesan Terakhir Ahok Sebelum Mundur Sebagai Komut Pertamina, Singgung Sosok Perwira?

Kotak Suara | Jum'at, 02 Februari 2024 | 21:00 WIB

Mundur dari Pertamina, Ahok Pernah Diramal Gus Dur Jadi Presiden Indonesia

Mundur dari Pertamina, Ahok Pernah Diramal Gus Dur Jadi Presiden Indonesia

News | Jum'at, 02 Februari 2024 | 20:49 WIB

Kementerian BUMN Terima Surat Resign Ahok, Stafsus Erick Thohir: Terima Kasih

Kementerian BUMN Terima Surat Resign Ahok, Stafsus Erick Thohir: Terima Kasih

Bisnis | Jum'at, 02 Februari 2024 | 20:46 WIB

Tinggalkan Jokowi dan Dukung Ganjar-Mahfud MD, Berikut Ini Sederet Kontroversi Ahok

Tinggalkan Jokowi dan Dukung Ganjar-Mahfud MD, Berikut Ini Sederet Kontroversi Ahok

Kotak Suara | Jum'at, 02 Februari 2024 | 20:31 WIB

Ahok Resign dari Komut Pertamina, Gaji Selangit Melayang

Ahok Resign dari Komut Pertamina, Gaji Selangit Melayang

Bisnis | Jum'at, 02 Februari 2024 | 20:17 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB