Mencuat Wacana Pilpres Satu Putaran Untuk Hemat Anggaran, Jaringan Gusdurian: Itu Mengada-ada

Galih Priatmojo Suara.Com
Jum'at, 09 Februari 2024 | 20:42 WIB
Mencuat Wacana Pilpres Satu Putaran Untuk Hemat Anggaran, Jaringan Gusdurian: Itu Mengada-ada
Jaringan Gusdurian menggelar diskusi di Bantul, DIY, Jumat (9/2/2024). [Kontributor/Julianto]

Suara.com - Jaringan Gusdurian melihat wacana pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) satu putaran untuk menghemat anggaran adalah sebuah framing yang perlu dipertanyakan. Karena menghemat anggaran adalah alasan yang mengada-ada. 

Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid mengatakan jika wacana pemilihan presiden satu putaran itu sebatas wacana tentu harus dihormati sebagai hak berpendapat. Tetapi sebetulnya dua putaran itu punya banyak tujuan.

"bukan hanya soal penghematan anggaran. Ada banyak tujuan lain," ujar Alissa Wahid di Bantul, Jumat (9/2/2024).

Dia meminta agar kata penghematan anggaran harus dibuang jauh-jauh. Karena untuk masa depan bangsa maka berapapun anggaran yang dibutuhkan maka itu bisa dilakukan. 

Menurutnya anggaran yang dikeluarkan dalam proses Pemilu itu investasi bukan pemborosan dan bukan kerugian negara. Jika demikian, maka tentunya keputusan Presiden bisa menaikkan anggaran Bansos secepat itu juga perlu dipertanyaan. 

"Karena kalau Bansos itu ditarik, dibagikan pada awal bulan Februari Lalu nanti bulan Maret aprilnya akan bagaimana. Apakah nanti akan ada perubahan anggaran lagi. nah itu hal-hal seperti itu harus dipertanyakan," tambahnya.

Menurutnya, persoalan anggaran tidak boleh disamakan  oleh kerugian atau tidak. Karena efektif bukan efisiensi di mana yang bangsa Indonesian butuhkan saat ini adalah efektivitas karena kita bicara kepemimpinan jangka panjang. 

"Namun kalau efisiensi yang sudah mana yang lebih murah,"tuturnya.

"dan (itu) sudah disiapkan mekanismenya dalam undang-undang pemilu. Jadi ngapain diributkan soal anggaran, " tambahnya.

Baca Juga: Ahok Tolak Pilpres 1 Putaran demi Hemat Anggaran: Et, Rp26 Miliar Tak Ada Artinya...

Karena baginya, yang paling penting adalah masyarakat harus memastikan proses Pemilu ini berlangsung dengan baik. Sehingga wacana satu putaran itu adalah framing maka jangan sampai kemudian menjadi faktor yang mempengaruhi jalannya Pemilu.

Karena Bangsa Indonesia betul-betul membutuhkan pemilu yang jurdil. Oleh karena itu, kalau Pemilu jurdil itu bisa dicapai dengan satu putaran maka tidak apa-apa. Namun kalau jurdil itu harus melakukan Pemilu dua putaran itu maka harus dilaksanakan dua putaran. 

Kontributor : Julianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI