Ngakakl! Ditanya Modal Kampanye, Komeng Malah Jawab Harga Tunjang di RM Padang

Galih Prasetyo

Kamis, 15 Februari 2024 | 21:38 WIB
Ngakakl! Ditanya Modal Kampanye, Komeng Malah Jawab Harga Tunjang di RM Padang
Komeng di lapangan Madya, Senayan Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018). [Ismail/Suara.com]

Suara.com - Komedian Komeng tengah viral usai namanya masuk dalam surat suara sebagai anggota DPD Jawa Barat. Namun siapa sangka, ia justru mengantongi suara terbanyak dibanding caleg lainnya dan selangkah lagi jadi senator masa bakti 2024-2029.

Bukan Komeng namanya kalau tidak bercanda meski di momen ia tengah diwawancarai. Hal itu juga yang ditunjukkan Komeng saat diwawancarai Kompas TV.

Meski materi pertanyaan tergolong cukup berat, Komeng dengan lugas menjawabnya disertai dengan lawakan di tiap jawabannya. Salah satunya soal modal kampanye Komeng di Pemilu 2024.

"Mas Komeng ini yang juga menjadi perhatian juga adalah, mas Komeng trending topic di sosial media X, terus bisa dikatakan juga maju tanpa partai, tidak kampanye gede-gedean, atau bisa dikatakan dengan modal yang sederhana. Anda bisa komentar apa terkait hal ini?" tanya host, seperti dikutip Kamis (15/2).

Awalnya pria dengan nama asli Alfiansyah Bustami itu menjawab dengan lugas. Ia mengatakan bahwa hal itu ia lakukan untuk memberikan pendidikan politik kepada publik bahwa sebenarnya dalam politik tak melulu harus gunakan modal besar.

"Memang itu yang saya beritahukan kepada masyarakat, katanya politik itu mahal, ternyata nggak," jawab Komeng.

Komeng lanjut menyinggung istilah tiga tas di dunia politik yakni popularitas, elektabilitas, dan isi tas. Nah, di sini Komeng mulai melawak dengan menyebut harga tunjang di rumah makan Padang.

"Dan sedangkan tas saya isinya kosong. Jadi saya tidak menggunakan itu. Maksud saya mau kasih tahu, ya bisalah dengan cara sederhana. Karena sesederhananya sederhana itu mahal kalau saya lihat. Tunjang aja udah berapa di sana, belum ati empela," kata Komeng yang membuat host tertawa.

Komeng kemudian menjawab soal visi misinya kelak menjadi anggota DPD yakni membuat budaya Indonesia makin dikenal negara lain.

Komeng mengungkpkan bahwa dirinya ingin fokus pada pengembangan kebudayaan Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana Korsel melakukan ekspensi budaya ke negara lain.

Melihat fenomena Korea Pop yang begitu menjamur di sejumlah negara seperti di Indonesia, Komeng ternyata memiliki keinginan hal sama untuk negara ini.

Menurut Komeng, jika Korea bisa berekspansi lewat drama hingga musik, mengapa Indonesia tidak bisa dengan budaya tetapi berbalut komedi.

"Saya bikin konsep gimana caranya kita bisa menjajah negara lewat budaya. Kan selama ini kita di jajah oleh Korea ya, dengan drakor, dengan apanya pun sampai ke makanannya," ungkap Komeng.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telusuri Kecurangan Pemilu Dalam Pemenangan Paslon 02, Kubu Ganjar-Mahfud Bentuk Tim Khusus

Telusuri Kecurangan Pemilu Dalam Pemenangan Paslon 02, Kubu Ganjar-Mahfud Bentuk Tim Khusus

Kotak Suara | Kamis, 15 Februari 2024 | 21:31 WIB

Ngamuk hanya Dapat 3 Suara, Suami Caleg di Jambi Hajar Ketua RT dan KPPS hingga Patah Tulang

Ngamuk hanya Dapat 3 Suara, Suami Caleg di Jambi Hajar Ketua RT dan KPPS hingga Patah Tulang

News | Kamis, 15 Februari 2024 | 21:10 WIB

Komeng Jengkel Budaya Asing Menjamur: Bisa Gak Budaya Kita Jajah Negara Lain?

Komeng Jengkel Budaya Asing Menjamur: Bisa Gak Budaya Kita Jajah Negara Lain?

News | Kamis, 15 Februari 2024 | 20:56 WIB

Riwayat Pendidikan Komeng Menjanjikan? Hasil Suara Unggul Dibanding Calon DPD Jabar yang Lain

Riwayat Pendidikan Komeng Menjanjikan? Hasil Suara Unggul Dibanding Calon DPD Jabar yang Lain

Entertainment | Kamis, 15 Februari 2024 | 20:32 WIB

Kubu AMIN Klaim Temukan Benang Merah Pelanggaran Pemilu 2024 Jelang Pencoblosan

Kubu AMIN Klaim Temukan Benang Merah Pelanggaran Pemilu 2024 Jelang Pencoblosan

Kotak Suara | Kamis, 15 Februari 2024 | 20:17 WIB

Melihat Ruang Rekapitulasi Pemungutan Suara Pemilu di KPU

Melihat Ruang Rekapitulasi Pemungutan Suara Pemilu di KPU

Foto | Kamis, 15 Februari 2024 | 20:50 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB