Mengapa Jokowi Effect Tidak Ampuh di PSI?

Wakos Reza Gautama Suara.Com
Jum'at, 16 Februari 2024 | 16:53 WIB
Mengapa Jokowi Effect Tidak Ampuh di PSI?
Mengapa Jokowi effect tidak ampuh di PSI? [Antara/HO-PSI]

Suara.com - Perolehan suara paslon 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming yang unggul jauh dibanding dua kandidat lain ditengarai karena adanya dukungan dari Jokowi.

Para pendukung setia Jokowi di tahun 2019 kini memilih Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Sejumlah pengamat menamakannya sebagai Jokowi effect alias efek Jokowi.

Namun Jokowi effect ini tidak berlaku bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Walau sudah menjadikan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum, PSI diprediksi tidak lolos ke Senayan.

Baca Juga:

40 Orang Diduga Caleg Stres! Real Count Tak Berpihak, Mimpi Politik Kandas

Founder lembaga Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menduga ini terjadi karena asosiasi PSI dengan Jokowi belum terlalu masuk ke grassroot pendukung Jokowi. 

"Tingkat kedikenalan PSI juga hanya 54%. Itupun kebanyakan warga kota yang tahu yang umumnya udah kesel dengan PSI," ujar Burhanuddin di akun X. 

Menurut dia, Strategi sosialisasi PSI juga terkonsentrasi di perkotaan dan masih banyak orang yang tidak tahu bahwa Kaesang adalah Ketua Umum PSI.

Ini berbeda dengan Prabowo-Gibran. Burhanuddin menuturkan, asosiasi Prabowo dengan Jokowi sangat kuat, apalagi setelah berpasangan dengan Gibran.

Baca Juga: Akui Sudah Ketemu Langsung, Jokowi Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran

Massifnya pemberitaan mengenai Prabowo berasosiasi dengan Jokowi kata dia, sampai ke basis Jokowi hingga bawah.

Hal ini juga menjelaskan mengapa PDIP dan PKB unggul di Jawa Timur tapi yang menang adalah Prabowo-Gibran.

Burhanuddin menggunakan teori split ticket voting yaitu konstituen suatu partai tidak otomatis mendukung capres yg diusung partainya. Ia mencontohkan apa yang tejadi pada SBY di tahun 2004 dan Jokowi di tahun 2014.

"SBY tahun 2004 dapat 60% padahal Partai Demokrat hanya 7% saat itu. Jokowi thn 2014 menang 53% padahal koalisi partainya hanya 37%.," tuturnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI