Tak Cukup Andalkan Polisi, Sosiolog Dorong Warga Jakarta Kompak Lawan Premanisme

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 14 April 2026 | 09:30 WIB
Tak Cukup Andalkan Polisi, Sosiolog Dorong Warga Jakarta Kompak Lawan Premanisme
Polisi meringkus tiga pria terkait aksi premanisme berupa pemerasan disertai ancaman terhadap pedagang di kawasan Jalan K.H. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. [Instagram]
baca 10 detik
  • Sosiolog Andreas Budi Widyanta menyoroti peningkatan praktik premanisme di kawasan Tanah Abang akibat krisis ekonomi dan keterbatasan anggaran.
  • Kondisi ekonomi sulit diperburuk oleh dugaan adanya afiliasi antara kelompok preman dengan oknum yang melegitimasi tindakan kekerasan tersebut.
  • Masyarakat disarankan membangun solidaritas sosial sebagai langkah preventif untuk melawan tindak premanisme di lingkungan mereka secara mandiri.

Suara.com - Praktik premanisme kembali menghantui kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, hingga menjadi sorotan publik baru-baru ini.

Dari sudut pandang Andreas Budi Widyanta selaku sosiolog, peningkatan aksi premanisme merupakan indikasi nyata dari krisis ekonomi yang membuat persaingan bertahan hidup kian sengit.

"Karena peredaran ekonomi semakin terbatas, jadi membuat mereka semakin keras," ujar Andreas kepada Suara.com, Senin (13/4/2026) malam.

Situasi diperparah oleh pengelolaan anggaran negara yang dipandangnya ugal-ugalan, sehingga berdampak pada pelayanan dasar di daerah.

"Pemerintah daerah semakin ciut fiskal anggarannya untuk bisa mengelola berbagai pelayanan dasar bagi masyarakat, dan itu pasti akan compang-camping," lanjut Andreas.

Kondisi ekonomi yang terdisrupsi akhirnya melahirkan spiral kekerasan, di mana masyarakat sipil kerap menjadi korban utamanya.

"Negara lagi-lagi menjadi sumber dari spiral kekerasan. Itu berdampak kepada praktik nyata bahwa premanisme meningkat, warga yang lagi-lagi menjadi korbannya," kata Andreas.

Dugaan afiliasi antara kelompok preman dengan oknum-oknum yang membuat mereka memiliki legitimasi untuk melakukan kekerasan pun tak luput dari pengamatan Andreas.

Aksi pemalakan modus uang lewat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026), [Foto: Instagram]
Aksi pemalakan modus uang lewat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026), [Foto: Instagram]

Hal itu ia yakini sebagai salah satu penyebab sulitnya pemberantas premanisme di titik-titik sentral seperti Tanah Abang, bahkan oleh otoritas berwenang sekalipun.

baca juga

"Kan kita tahu persis, preman-preman ini selalu punya backup-nya masing-masing dengan afiliasi berbagai kekuatan. Yang memang mereka ini dilegitimasi untuk melakukan tugasnya masing-masing, yang memiliki hak dasar untuk melakukan kekerasan tentu saja," tuturnya.

Di tengah keterbatasan pemerintah dan aparat, penguatan solidaritas warga dari tingkat bawah dianggap sebagai solusi yang paling masuk akal untuk melawan premanisme.

Andreas melihat potensi besar untuk warga Jakarta bisa membuat jaring pengaman sosial sendiri, sebelum nantinya melibatkan aparat dalam pengendalian kelompok berbasis kekerasan itu.

"Saya lebih percaya pendekatan bottom-up dari masyarakat, yang itu punya basis solidaritas dan punya kemampuan untuk memonitor berbagai ketidakamanan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sopir Bajaj di Tanah Abang Diperas Preman Rp100 Ribu per Hari, Kaca Dipecah Jika Tak Bayar

Sopir Bajaj di Tanah Abang Diperas Preman Rp100 Ribu per Hari, Kaca Dipecah Jika Tak Bayar

Entertainment | Senin, 13 April 2026 | 06:30 WIB

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:30 WIB

Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!

Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:45 WIB

Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas

Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:38 WIB

Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme

Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×