Panduan Lengkap IDAI: Cara Benar Menangani Anak Tersedak dan Teknik RJP untuk Orang Awam

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 14 April 2026 | 09:25 WIB
Panduan Lengkap IDAI: Cara Benar Menangani Anak Tersedak dan Teknik RJP untuk Orang Awam
Ketua Unit Kerja Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI JAYA, Dokter Tuti Rahayu. (Suara.com/Dinda)
baca 10 detik
  • IDAI mengadakan pelatihan penanganan kegawatdaruratan anak di Jakarta pada 13 April 2026 untuk mengedukasi masyarakat umum.
  • Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan bantuan hidup dasar karena anak memerlukan penanganan sangat cepat atau golden minutes.
  • Materi mencakup prosedur tersedak dan resusitasi jantung paru, serta larangan memberikan minum saat anak mengalami kondisi tersedak.

Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggelar media briefing sekaligus pelatihan praktis penanganan kegawatdaruratan pada anak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat melalui media mengenai pentingnya langkah cepat dalam menangani kondisi kegawatdaruratan medis pada anak, seperti tersedak atau henti napas, yang dapat terjadi kapan saja.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, menekankan bahwa penanganan pada anak memiliki urgensi waktu yang jauh lebih sempit dibandingkan orang dewasa.

"Kalau di dewasa itu kita kenal ada Golden Hour, mungkin di anak itu Golden Minutes ya karena anak kejang 1 atau 3 menit itu udah bisa merusak banyak sel-sel sarafnya," ujar Piprim dalam sambutannya di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin (13/4/2026).

Sementara itu, Ketua IDAI DKI Jakarta, Prof. DR Dr Rismala Dewi, menambahkan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian menjelang World Emergency Day pada 27 Mei mendatang.

Ia berharap kemampuan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bisa menjadi keterampilan wajib bagi masyarakat umum di Indonesia.

Langkah Pertama: Penanganan Anak Tersedak

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Emergensi dan Terapi Intensif Anak (ETIA) IDAI, dr. Yogi Prawira menjelaskan bahwa langkah pertama saat anak tersedak adalah menilai kemampuannya bereaksi.

Jika anak masih bisa menangis kencang atau batuk kuat, artinya jalan napas masih aman. Namun, jika suara mulai hilang dan wajah membiru, tindakan segera harus dilakukan.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Emergensi dan Terapi Intensif Anak (ETIA) IDAI, dr. Yogi Prawira. (Suara.com/Dinda)
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Emergensi dan Terapi Intensif Anak (ETIA) IDAI, dr. Yogi Prawira. (Suara.com/Dinda)

Berikut panduan menangani bayi di bawah 1 tahun yang tersedak:

baca juga
  • Back Blow (Tepukan Punggung):
  • Penolong bisa berlutut ataupun duduk di kursi sehingga dapat menopang bayi dengan aman.
  • Letakkan bayi telungkup di lengan Anda dengan posisi kepala lebih rendah dari badan.
  • Topang kepala dengan ibu jari di satu sisi rahang dan satu–dua jari lainnya di sisi lain, tanpa menekan jaringan lunak di bagian bawah rahang.

Berikan 5 kali hentakan di punggung di antara dua tulang belikat menggunakan pangkal telapak tangan.

  • Chest Thrust (Hentakan Dada):
  • Jika benda asing belum keluar, balikkan bayi.
  • Penolong bisa duduk di kursi, posisikan salah satu kaki anda lebih rendah dengan meluruskannya.
  • Letakkan bayi telentang di atas paha yang Anda luruskan dengan posisi kepala bayi lebih rendah dari badan.
  • Pegang bagian dada bayi dengan kedua tangan Anda (di bawah ketiak bayi), kemudian posisi dua ibu jari Anda di tengah-tengah tulang dada, berikan hentakan sebanyak 5 kali. Jika benda asing belum keluar, ulangi tindakan dari awal.

Untuk anak 1 sampai 8 tahun, penolong bisa menggunakan cara Heimlich Manuver, dengan cara sebagai berikut:

  • Posisikan penolong di belakang anak yang sedang tersedak.
  • Letakkan lengan Anda di bawah lengan anak mengelilingi pinggangnya (seperti posisi memeluk dari belakang). Usahakan sejajar dengan Anak.
  • Kepalkan satu tangan Anda di antara pusar dan tulang dada (tulang iga) anak. Lalu, raih kepalan tangan anda dengan tangan satunya.
  • Sambil agak tunduk (posisi agak membungkuk), dorong kepalan tangan ke arah dalam dan hentakan sebanyak 5 kali.
  • Setelah itu periksa atau evaluasi anak apakah benda asing telah keluar. Jika belum lakukan kembali tindakan tersebut sampa benda asing tersebut keluar.

"Tujuan kita meningkatkan tekanan di rongga dada secara tiba-tiba sehingga benda yang itu akan terdorong keluar," tambahnya.

Panduan RJP (Resusitasi Jantung Paru) untuk Anak

Jika anak tidak sadar dan tidak bernapas, segera lakukan RJP. Berbeda dengan dewasa yang menggunakan urutan CAB(Compression, Airway, Breathing), pada anak IDAI tetap merekomendasikan urutan ABC (Airway, Breathing, Circulation).

"A-nya itu jalan nafas (Airways), B-nya itu nafasnya (breathing), kemudian C-nya baru jantungnya," jelas Yogi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Putin Tersenyum, Cerita Prabowo di Kremlin: Nama Kosmonaut Rusia Populer Jadi Nama Anak RI

Bikin Putin Tersenyum, Cerita Prabowo di Kremlin: Nama Kosmonaut Rusia Populer Jadi Nama Anak RI

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:29 WIB

Momen Kocak Saat Akad Viral, Wali Malah Bilang Nikahkan Anak Kambing Saya

Momen Kocak Saat Akad Viral, Wali Malah Bilang Nikahkan Anak Kambing Saya

Entertainment | Senin, 13 April 2026 | 22:00 WIB

Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed

Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed

News | Senin, 13 April 2026 | 20:08 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

News | Senin, 13 April 2026 | 19:25 WIB

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

News | Senin, 13 April 2026 | 19:06 WIB

Terkini

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:31 WIB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bola | Senin, 14 September 2026 | 08:27 WIB

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:24 WIB

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:20 WIB

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

News | Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:14 WIB

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:09 WIB

IHSG Bidik Rebound di Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan 4 Analis Ternama

IHSG Bidik Rebound di Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan 4 Analis Ternama

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:07 WIB

Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM

Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM

Foto | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

×