Menerka Siasat Jokowi Setelah Merangkul AHY ke Dalam Kabinet, Menguatkan Pondasi Politiknya Pascapemilu?

Galih Priatmojo, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 22 Februari 2024 | 19:14 WIB
Menerka Siasat Jokowi Setelah Merangkul AHY ke Dalam Kabinet, Menguatkan Pondasi Politiknya Pascapemilu?
Presiden Joko Widodo alias Jokowi usai melantik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri ATR/BPN di Istana Negara, Rabu (21/2/2024). [Suara.com/Novian]

Suara.com - Pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arya Budi menyoroti kepentingan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyusul masuknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di dalam kabinetnya. Keputusan itu dinilai untuk lebih mengamankan kekuatan politiknya pascapemilu 2024.

"Jadi yang berkepentingan itu adalah Jokowi karena pemegang hak prerogatif itu adalah presiden. Sekuat apapun AHY dan Demokrat ingin bergabung ke pemerintah, kalau Jokowi tidak mengundang dan tidak melibatkan partai untuk masuk, tidak akan masuk. Nah jadi yang sangat berkepentingan itu adalah Jokowi," kata Arya saat dihubungi, Kamis (22/2/2024).

Kepentingan itu bisa ditelusuri dari pelantikan AHY yang baru dilakukan jelang masa pemerintahan Jokowi berakhir. Terlebih momentumnya pun setelah Pemilu 2024.

Menurut Arya, hal ini tidak terlepas dari terkocoknya kembali relasi antar partai politik akibat dalam pemilu kali ini. Sejak awal, Jokowi pun secara simbolik hingga gesture memang berada di capres-cawapres nomor urut 2 yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. 

Kondisi itu yang kemudian membuah pecah kongsi antara Jokowi dengan PDIP maupun di dalam koalisi parpol Jokowi di periode kedua masa jabatannya. PDIP memilih untuk mengusung Ganjar-Mahfud ditambah ada PPP juga bergabung di sana ada.

"Sementara ada PKB dan Nasdem yang berada di pemerintahan juga punya koalisi sendiri. Sementara sisanya itu berkumpul di 02 dan Demokrat yang selama periode pemerintahan Jokowi sebelumnya di luar pemerintah bergabung ke koalisinya Prabowo-Gibran," ungkapnya.

"Nah itu bergabungnya AHY secara tidak langsung menggenapkan koalisi Indonesia maju yang berada di 02 sekarang itu berada di pemerintahan ya," imbuhnya. 

Sehingga selain ada Golkar, Gerindra dan PAN, Demokrat pun terlibat menjadi semacam blok politik Jokowi yang ada di istana maupun di dewan. Pelantikan Ketum Demokrat itu tentu sebagai penambah kekuatan politik di sisa masa jabatannya.

"Sehingga Jokowi perlu blok politik untuk merekonsolidasi kekuatan politik dia, baik di istana maupun di Senayan di sisa delapan bulan," ucapnya.

baca juga

Apalagi, Jokowi pun tak tahu apa yang akan terjadi pascapemilu. Apakah partai-partai yang berseberangan dengan Jokowi itu akan terkonsolidasi misalnya terkait dengan APBN terkait dengan usulan-usulan pemerintah di Senayan dan seterusnya.

"Nah dengan bertambahnya Demokrat itu paling tidak Jokowi mengamankan kekuatan politiknya ya," tegasnya.

Hasil sementara perolehan suara paslon nomor 2 yang unggul membuat Jokowi juga makin percaya diri untuk melakukan berbagai manuver politik. Mengingat ada anaknya yang kemungkinan besar akan meneruskan kekuasaannya sebagai cawapres.

Jika sebelumnya AHY maupun Demokrat yang akan bergabung ke Jokowi terdapat ganjalan dari PDIP. Namun saat Pemilu 2024 yang keduanya pecah kongsi maka kini hal itu bukan lagi alasan.

"Salah satunya mengajak Demokrat yang sebenarnya relasinya minyak dan air dengan PDIP, partai asalnya. Nah sebelumnya dia mau ngajak kan nggak bisa, karena ada Megawati PDIP yang tidak berkenan Demokrat masuk," terangnya.

"Sekarang petanya sudah berubah, meskipun masih di pemerintahan yang sama, Pemiku 2024 itu telah mengubah relasi antar partai dan Jokowi juga mengikuti relasi yang baru itu," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul Wacana Kubu 01 dan 03 Bersatu untuk Memakzulkan Jokowi, Yusril: Jurang Kehancuran

Muncul Wacana Kubu 01 dan 03 Bersatu untuk Memakzulkan Jokowi, Yusril: Jurang Kehancuran

News | Kamis, 22 Februari 2024 | 19:13 WIB

Bukan Biru Lagi, AHY Pakai Seragam Ini Mengawali Tugas di Kementerian ATR/BPN

Bukan Biru Lagi, AHY Pakai Seragam Ini Mengawali Tugas di Kementerian ATR/BPN

News | Kamis, 22 Februari 2024 | 19:02 WIB

IKN Beroperasi 17 Agustus, Diresmikan Jokowi atau Presiden Baru?

IKN Beroperasi 17 Agustus, Diresmikan Jokowi atau Presiden Baru?

Bisnis | Kamis, 22 Februari 2024 | 18:59 WIB

Annisa Pohan Ternyata Hampir Gagal Jadi Menantu Presiden, Sempat Tak Cocok dengan AHY

Annisa Pohan Ternyata Hampir Gagal Jadi Menantu Presiden, Sempat Tak Cocok dengan AHY

Entertainment | Kamis, 22 Februari 2024 | 18:55 WIB

Terkini

Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Tim Hukum: Ini Tindakan Represif, Sarat Politik!

Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Tim Hukum: Ini Tindakan Represif, Sarat Politik!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:39 WIB

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:07 WIB

Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo

Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:50 WIB

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB