Lagi, Militer Israel Tembak Mati 29 Warga Palestina yang Menunggu Bantuan di Jalur Gaza

Chandra Iswinarno | Suara.com

Jum'at, 15 Maret 2024 | 08:58 WIB
Lagi, Militer Israel Tembak Mati 29 Warga Palestina yang Menunggu Bantuan di Jalur Gaza
Tentara Israel tengah membidik warga Gaza untuk menjadi sasaran tembak ketika menerima bantuan makanan di Gaza, Kamis (29/2/2024). [Tangkap layar]

Suara.com - Militer Israel kembali menembaki 29 warga Palestina hingga tewas saat mereka sedang menantikan pasokan bantuan di Jalur Gaza.

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Kesehatan Gaza dengan menyebut peristiwa tersebut terjadi secara terpisah di dua tempat. Dalam insiden pertama, Pejabat Kesehatan Palestina mengungkapkan delapan Warga tewas dalam serangan udara di tempat distribusi bantuan Kamp Al-Nuseirat, Gaza Tengah.

"Belakangan, sedikitnya 21 orang tewas dan lebih dari 150 orang terluka akibat tembakan Israel terhadap kerumunan yang menunggu truk bantuan di bundaran Gaza utara," kata kementerian kesehatan Gaza seperti dilansir Alarabiya.

Pihak Israel mengatakan sedang menyelidiki kedua insiden tersebut.

Dalam beberapa waktu terakhir, militer Israel menyerang Warga Palestina yang menantikan distribusi bantuan, lantaran mereka saat ini dalam posisi kelaparan. Tak kurang, sebagian besar dari 2,3 juta penduduk di Gaza mengungsi di kantong pengungsian.

Israel sendiri mengaku telah menyerang lebih dari 100 Warga Palestina hingga meninggal pada 29 Februari 2024. Pihak Otoritas Palestina mengatakan, warga yang diserang tersebut sedang menunggu pengiriman bantuan di dekat Kota Gaza.

Israel Berkilah

Tak mau disalahkan, Israel berkilah bahwa penyebab kematian tersebut karena kerumunan orang yang mengepung truk bantuan. Pihak Israel juga menyatakan korban tewas akibat terinjak atau tertabrak.

Sementara itu di Deir Al Balah, Gaza Tengah, rudak Israel menghantam rumah warga sipil pada Kamis.

"Menewaskan sembilan orang," kata petugas medis Palestina.

Serangan tak henti-henti dilakukan Israel menyasar warga terus terjadi sepanjang malam di wilayah tersebut, bahkan juga di tempat lebih dari satu juta pengungsi berlindung di Rafah.

PBB telah memperingatkan kepada Israel bahwa setidaknya 576.000 orang di Gaza berada di ambang kelaparan. Tak hanya itu, tekanan global semakin meningkat terhadap Israel untuk memberikan lebih banyak akses.

Namun, Israel membantah menghalangi pengiriman bantuan ke Gaza. Bahkan Negara Zionis itu malah menyalahkan kegagalan lembaga bantuan sebagai penyebab penundaan dan menuduh Hamas mengalihkan bantuan.

Hamas menyangkal tuduhan Israel itu. Mereka bahkan mengatakan Nagra bintang daud itu menggunakan kelaparan sebagai senjata dalam serangan militernya.

Sebuah kapal yang membawa bantuan mendekati Gaza di mana militer AS berencana mendirikan dermaga untuk memungkinkan distribusi hingga dua juta makanan sehari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misi KRI Radjiman ke Gaza Disoal Aktivis Palestina, Begini Penjelasan Jubir Menhan

Misi KRI Radjiman ke Gaza Disoal Aktivis Palestina, Begini Penjelasan Jubir Menhan

News | Kamis, 14 Maret 2024 | 15:09 WIB

Bantuan untuk Warga Gaza di Awal Ramadhan, Turun Dari Langit

Bantuan untuk Warga Gaza di Awal Ramadhan, Turun Dari Langit

Foto | Rabu, 13 Maret 2024 | 15:45 WIB

Potret Warga Gaza Jalani Bulan Ramadan di Pengungsian, Salat Tarawih di Dekat Reruntuhan Masjid

Potret Warga Gaza Jalani Bulan Ramadan di Pengungsian, Salat Tarawih di Dekat Reruntuhan Masjid

Lifestyle | Senin, 11 Maret 2024 | 15:30 WIB

Terkini

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:00 WIB

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:39 WIB

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:28 WIB

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:16 WIB

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:01 WIB

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:51 WIB

Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan

Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:42 WIB