Airlangga Dan Luhut Beri Peringatan Soal Pihak Yang Ingin Memecah Belah Golkar

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Jum'at, 15 Maret 2024 | 22:47 WIB
Airlangga Dan Luhut Beri Peringatan Soal Pihak Yang Ingin Memecah Belah Golkar
Ketua Dewan Penasihat Golkar, Luhut Binsar Pandjaitan saat menghadiri Buka Puasa Bersama Dan Silaturahmi Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Jumat (15/3/2024). [Suara.com/Eviera Paramita Sandi]

Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar, Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan para kadernya agar jangan mau dipecah belah dan dimanfaatkan. Hal ini disampaikannya secara tegas dan berulang pada acara buka bersama di Nusa Dua, Bali pada Jumat (15/3/2024).

“Golkar jangan mau dipecah, Golkar jangan mau dimanfaatkan. Dari sekarang sampai ke Munas sampai sekarang pasti ada yang mau berusaha memecah belah Golkar. Tetapi dengan kehadiran di sini, ini bukti bahwa senior partai Golkar bersama kita,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa solidaritas dan satu komando di Golkar amat penting. Demikian pula bersatunya para senior di Golkar.

Buka bersama Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Jumat (15/3/2024). [Suara.com/Eviera Paramita Sandi]
Buka bersama Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Jumat (15/3/2024). [Suara.com/Eviera Paramita Sandi]

Selain itu Airlangga berterima kasih kepada para petinggi partai berlambang beringin tersebut khususnya para ketua DPD 1 yang telah berjuang untuk memenangkan Golkar.

“Ada yang terpilih, ada yang tidak. Dan untuk yang tidak terpilih saya juga ucapkan terima kasih. Karena jenderal lapangan lebih mementingkan Golkar daripada diri sendiri,” ujarnya.

Disebutnya pula bahwa dalam pemilu legislatif suara Golkar naik 20 persen sehingga mendapatkan 102 kursi sampai saat ini.

Airlangga menyatakan bahwa kini Golkar merebut suara di Jawa Barat. Golkar juga disebut menang nomor 2 di Jawa Tengah, nomor 3 di Jawa Timur, nomor 2 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan nomor 1 di Banten. 

Senada Dengan Airlangga, Luhut Binsar pun menegaskan agar Golkar jangan mau digosok-gosok. Golkar juga diingatkan agar tidak goyah walau ada kritik harus dihadapi karena baginya tidak ada yang lebih kuat daripada Golkar yang kompak dan bersatu.

“Dengarkan instruksi daripada DPP dalam hal ini ketua umum,” tegasnya.

Menurut Luhut Golkar pada posisi yang sangat baik. Jangan kita cederai dengan upaya-upaya kita yang aneh-aneh. Semua harus kompak, bersatu. Jadi instruksi dari pada Ketua Partai itu harus dilakukan, ini penting," cetusnya.

Luhut yang juga Menko Maritim dan Investasi ini menyebut semua bisa diatur oleh Gokar. Ia mengajak agar Golkar jangan mau diatur-atur dan harus Golkar yang mengatur.

Ia pun memuji langkah cerdik Airlangga Hartarto sebagai ketua umum dan mengingatkan untuk berkumpul agar dapat melawan siapapun itu.

"Sekali lagi Pak Airlangga selamat. Jadi kalau ada orang yang gosok dari luar jangan ada yang mau Golkar is Golkar, jangan ada yang mau atur-atur kita, kalau kau sama aku kumpul, kita lawan siapa pun itu," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Golkar Lebih Memilih Bali Untuk Syukuran Kemenangan

Alasan Golkar Lebih Memilih Bali Untuk Syukuran Kemenangan

News | Jum'at, 15 Maret 2024 | 22:13 WIB

Dari Eks Koruptor Menjadi Legislator, Nurdin Halid Lolos ke Senayan dari Dapil Sulsel II

Dari Eks Koruptor Menjadi Legislator, Nurdin Halid Lolos ke Senayan dari Dapil Sulsel II

News | Jum'at, 15 Maret 2024 | 16:30 WIB

Restoran Milik Keluarga Pacar Azriel Hermansyah di Bali Kebakaran

Restoran Milik Keluarga Pacar Azriel Hermansyah di Bali Kebakaran

News | Jum'at, 15 Maret 2024 | 12:02 WIB

Terkini

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB