Ungkit Pilpres 2009, Benarkah SBY Hempas Hidayat Nur Wahid yang Sudah Menunggu di KPU?

Wakos Reza Gautama | Suara.com

Rabu, 27 Maret 2024 | 14:46 WIB
Ungkit Pilpres 2009, Benarkah SBY Hempas Hidayat Nur Wahid yang Sudah Menunggu di KPU?
Ilustrasi SBY. SBY dituding menghempaskan Hidayat Nur Wahid pada Pilpres 2004 lalu. [Istimewa]

Suara.com - Keputusan Partai Demokrat bergabung ke koalisi pengusung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 tampaknya masih membuat sejumlah pihak tidak terima.

Di media sosial X beredar narasi mengenai sikap Partai Demokrat yang meninggalkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) begitu saja di Pilpres 2014.

Awalnya ada seorang netizen yang menanggapi cuitan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Rachland Nashidik  di X.

Rachlad saat itu menulis bantahan tudingan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY) yang dianggap berambisi menjadi cawapres. 

Lalu ada seorang netizen menanggapi dengan membahas mengenai sikap Partai Demokrat terhadap PKS di Pilpres 2009 lalu.

"Betul, ngga punya pilihan saat tiba-tiba Boediono yg jadi cawapresnya SBY, sebelumnya udah fix Hidayat Nurwahid. Lupa? PKS udah apal gerak-gerik kelen," tulis akun @_EriManday_.

Cuitan akun tersebut tidak ditanggapi oleh Rachland Nashidik. Lalu netizen lain menanggapi cuitan tersebut dengan narasi yang kurang lebih serupa. 

"Udah kayak sebar undangan, pas ke KUA bawa cewe lain. Gue gak akan pernah lupa sakitnya saat HNW sudah menunggu di KPU dan SBY ternyata menggandeng Budiono," kata akun @dapitnih.

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief langsung memberikan komentar dengan mengatkan cuitan akun @dapitnih adalah hoaks. 

"Bulan puasa, mohon ampun sama alloh. Udah nyebar hoax," ujar Andi Arief. Sebagai bukti Andi Arief lalu menyertakan link berita sejumlah media mengenai kesepatakan PKS mendukung SBY sebagai capres di Pilpres 2009 lalu. 

Senada dengan Andi Arief, mantan Stafsus SBY, Heru Lelono juga mengatakan bahwa narasi yang ditulis akun @dapitnih adalah bohong. Heru mengaku menjadi saksi proses PKS mendukung SBY sebagai capres.

"Hoax konyol. Saya saksinya. Di sebuah hotel di Surabaya jam 1 pagi, tandatangan bersama antara PKS dengan saya untuk dukung SBY Presiden 2004. Saya yang antar pak SBY ke kantor PKS. Saya yang temani pak SBY ketemu HNW bersama FH dan Zulkiflimansyah. Th 2009, jauh hari SBY sudah memilih pak Budiono," ujar Heru. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Dianggap Kirim Kode Ingin Jadi Gubernur DKI, PSI: Orang Jakarta Gak Butuh Dia

Anies Dianggap Kirim Kode Ingin Jadi Gubernur DKI, PSI: Orang Jakarta Gak Butuh Dia

News | Rabu, 27 Maret 2024 | 14:06 WIB

Girangnya Andi Arief Lihat Nasib PDIP di Pemilu 2024: Ga Ada Lagi Partai Sombong

Girangnya Andi Arief Lihat Nasib PDIP di Pemilu 2024: Ga Ada Lagi Partai Sombong

News | Selasa, 26 Maret 2024 | 23:10 WIB

Gibran Bicara 'Pemilu Diulang Sampai Jagoan Menang', PKS: Kami Maunya Pemilu Jurdil

Gibran Bicara 'Pemilu Diulang Sampai Jagoan Menang', PKS: Kami Maunya Pemilu Jurdil

News | Selasa, 26 Maret 2024 | 17:27 WIB

Elite Demokrat Terawang Nasib Capres Kalah: Anies Berpeluang Bikin Partai, Daya Tawar Ganjar Melemah

Elite Demokrat Terawang Nasib Capres Kalah: Anies Berpeluang Bikin Partai, Daya Tawar Ganjar Melemah

Kotak Suara | Selasa, 26 Maret 2024 | 16:20 WIB

Padahal Sudah Tak Satu Visi-Misi, Prabowo Disebut Ingin Ajak Gabung PKS

Padahal Sudah Tak Satu Visi-Misi, Prabowo Disebut Ingin Ajak Gabung PKS

Kotak Suara | Selasa, 26 Maret 2024 | 15:41 WIB

Terkini

Viral Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Diduga Rp 700 Ribu per Pasang, KPK Lakukan Kajian

Viral Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Diduga Rp 700 Ribu per Pasang, KPK Lakukan Kajian

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:29 WIB

Cak Imin Andalkan UMKM dan Ekraf Tekan Kemiskinan hingga 5 Persen

Cak Imin Andalkan UMKM dan Ekraf Tekan Kemiskinan hingga 5 Persen

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:23 WIB

Aksi 4 Mei: Kala Mahasiswi Pertanyakan Nurani Penguasa Soal Nasib Guru Honorer

Aksi 4 Mei: Kala Mahasiswi Pertanyakan Nurani Penguasa Soal Nasib Guru Honorer

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:21 WIB

India di Ambang 'Kiamat' Energi karena Perang AS - Iran, Udara Tercemar Parah karena Ini

India di Ambang 'Kiamat' Energi karena Perang AS - Iran, Udara Tercemar Parah karena Ini

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:20 WIB

Terkuak! Ini Alasan Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Tukang Buah di Kalimalang hingga Luka Serius

Terkuak! Ini Alasan Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Tukang Buah di Kalimalang hingga Luka Serius

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:19 WIB

Mendagri Tekankan 3 Rambu Utama Penguatan Perpukadesi

Mendagri Tekankan 3 Rambu Utama Penguatan Perpukadesi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:16 WIB

Tak Mau Ambil Risiko 'Barang Mewah' Disalahgunakan, Polda Jatim Musnahkan 22 Kg Kokain Kolombia!

Tak Mau Ambil Risiko 'Barang Mewah' Disalahgunakan, Polda Jatim Musnahkan 22 Kg Kokain Kolombia!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:12 WIB

Perkuat Perlindungan Tenaga Kerja, Menaker Tekankan Pentingnya Jaminan Sosial

Perkuat Perlindungan Tenaga Kerja, Menaker Tekankan Pentingnya Jaminan Sosial

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:06 WIB

Kasus Menantu Jadi Pelaku Kekerasan: Apa yang Sebenarnya Salah dalam Relasi Keluarga?

Kasus Menantu Jadi Pelaku Kekerasan: Apa yang Sebenarnya Salah dalam Relasi Keluarga?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:06 WIB

Panggil Pegawai DJBC Salisa Asmoaji, KPK Endus Adanya 'Uang Pelicin' dalam Pengurusan Cukai Rokok

Panggil Pegawai DJBC Salisa Asmoaji, KPK Endus Adanya 'Uang Pelicin' dalam Pengurusan Cukai Rokok

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:00 WIB