Kecam Dalih Sudah Telepon Allah dalam Menentukan Lebaran, Ketua PBNU: Tidak Boleh Mempermainkan Ajaran Agama Islam

Dwi Bowo Raharjo Suara.Com
Sabtu, 06 April 2024 | 16:13 WIB
Kecam Dalih Sudah Telepon Allah dalam Menentukan Lebaran, Ketua PBNU: Tidak Boleh Mempermainkan Ajaran Agama Islam
Umat muslim jamaah Masjid Aolia bersiap untuk melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri di Giriharjo, Panggang, Gunung Kidul, D.I Yogyakarta, Jumat (5/4/2024). . ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/agr/aww. (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)

Suara.com - Jamaah Masjid Aolia di Gunung Kidul, Yogyakarta, tengah menjadi sorotan setelah menyelenggarakan Idul Fitri pada Jum'at (5/4/2024). Terlebih dalih mereka berdasarkan ucapan tokoh agamanya yang mengaku sudah menelepon Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT).

Tindakan itu kemudian mendapat kecaman dari Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrurrozi.

"Ini sungguh memprihatinkan, harus dicegah dan tidak boleh terulang kembali," kata Gus Fahrur, sapaan akrabnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (6/3/2024).

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menegaskan umat Islam harus beribadah sesuai dengan ajaran agama yang benar dengan menggunakan ilmu dan akal sehat.

"Tidak boleh mempermainkan ajaran agama Islam dan berdalih telah berbicara langsung dengan Gusti Allah SWT," ucapnya.

Agama kata Gus Fahrur, merupakan tuntunan dan ajaran yang berlaku untuk masyarakat umum, sehingga tidak bisa seseorang secara asal-asalan mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.

Menurutnya, hal semacam itu tidak sah dan tidak boleh dijadikan dasar tuntunan agama.

"Dasarnya ibadah dalam Islam harus sesuai tuntunan syariat yang dipahami dengan ilmu-ilmu standar ajaran agama Islam, yang sudah jelas dalil-dalilnya dan garis-garisnya. Semua harus ilmiah, rasional, dan dapat diuji keabsahannya oleh masyarakat umum," ujarnya.

Gus Fahrur kemudian mengimbau kepada masyarakat Muslim di Padukuhan Panggang, Gunung Kidul, untuk mengambil tuntunan agama Islam dari para ulama yang benar, dapat menjelaskan, dapat mempertanggungjawabkan ajarannya sesuai metode nalar syariat Islam yang sah, serta telah diterima oleh masyarakat dunia Islam secara luas.

Baca Juga: Imam Jemaah Aolia Ngaku Sudah Telpon Tuhan Sebelum Menentukan Idul Fitri Lebih Awal

Selain itu ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap seseorang yang sakti atau memiliki hubungan khusus dengan Allah tanpa memiliki ilmu yang sesuai, karena menurutnya meskipun dapat dibuktikan dengan hal-hal ajaib, hal yang demikian juga dapat dilakukan oleh ahli sihir.

"Benar dan salah seseorang dalam ajaran agama Islam hanya boleh diukur dengan ketentuan-ketentuan syariat sesuai tuntunan Al-Qur'an, hadist, qiyas dan ijmak para ulama," tutur Gus Fahrur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI