Selamat Tinggal Ramadan, Puasa Syawal Segera Dimulai

Eko Faizin Suara.Com
Jum'at, 12 April 2024 | 10:06 WIB
Selamat Tinggal Ramadan, Puasa Syawal Segera Dimulai
ilustrasi puasa Syawal. [jannoon028/Freepik]

Suara.com - Bulan Puasa Ramadan tahun ini telah berakhir dengan ditandai dengan perayaan Idul Fitri. Selesainya bulan penuh berkah tersebut, dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah puasa enam hari pada bulan Syawal

Puasa Syawal bukanlah kewajiban, tetapi sunnah yang sangat dianjurkan. Meski demikian, puasa ini memiliki banyak keutamaan yang patut dikejar. 

Dalil tentang puasa Syawal dapat ditemukan dalam berbagai riwayat hadis di antaranya Hadis Riwayat Jama’ah ahli hadis selain dan an-Nasa’i yang menyatakan, "Dari Abi Ayyub al-Anshari r. a. (diriwayatkan) … bahwa Rasulullah saw bersabda: Barang siapa sudah melakukan puasa Ramadan, kemudian menambahkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia telah melaksanakan puasa sepanjang masa.

Hadis tersebut menggambarkan betapa besar nilai pahala yang diperoleh jika mengamalkan puasa Syawal setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan.

Sementara Hadis Riwayat Ahmad menyebut, "Dari Tsauban, dari Nabi saw (diriwayatkan bahwa) beliau bersabda: Barang siapa berpuasa Ramadan, maka pahala satu bulan Ramadan itu (dilipatkan sama) dengan puasa sepuluh bulan, dan berpuasa enam hari sesudah Idul Fitri (dilipatkan sepuluh menjadi enam puluh), maka semuanya (Ramadan dan enam hari bulan Syawal) adalah genap satu tahun."

Mengutip laman Muhammadiyah.or.id, hal tersebut menunjukkan bahwa dengan melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal, umat Islam dapat meraih pahala yang luar biasa besar, seolah-olah telah melaksanakan puasa sepanjang tahun.

Berdasarkan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, tata cara puasa sunnah Syawal membolehkan dilakukan berurutan langsung 6 hari atau acak.

Dengan kata lain, puasa Syawal dilaksanakan antara tanggal 2 sampai dengan 30 Syawal dan cara pelaksanaannya bisa dengan berturut-turut, atau secara terpisah-pisah.

Hal ini memberikan fleksibilitas kepada umat Islam untuk menyesuaikan pelaksanaan puasa Syawal sesuai dengan kondisi dan kesibukan masing-masing.

Beberapa mungkin memilih untuk melaksanakan puasa enam hari secara berturut-turut untuk merasakan kesatuan ibadah dalam rangkaian yang khusyuk, sementara yang lain mungkin memilih untuk melaksanakannya secara terpisah-pisah untuk menghindari kelelahan atau menyesuaikan dengan jadwal yang padat.

Dengan demikian, puasa sunnah Syawal tidak hanya memberikan peluang untuk meraih pahala yang besar, tetapi juga memberikan ruang bagi umat Islam untuk mengatur pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan individu.

Selama dilakukan dengan niat yang tulus dan penuh keikhlasan, puasa Syawal akan tetap menjadi amalan yang bernilai di sisi Allah SWT.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI