6 Siswa Papua Ditangkap Gegara Gambar Bintang Kejora di Seragam Saat Kelulusan, YLBHI: Polisi Berlebihan!

Erick Tanjung | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Rabu, 08 Mei 2024 | 03:15 WIB
6 Siswa Papua Ditangkap Gegara Gambar Bintang Kejora di Seragam Saat Kelulusan, YLBHI: Polisi Berlebihan!
Ketua YLBHI Muhammad Isnur. [Suara.com/Yaumal]

Suara.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap para pelajar yang sedang melakukan perayaan kelulusan di Nabire, Papua Tengah, pada Senin (6/5).

Ketua YLBHI Muhammad Isnur mengatakan, tindakan represif aparat kepolisian terhadap para pelajar Papua yang menggambar bintang kejora di seragam mereka sangat berlebihan. Ada enam pelajar yang ditahan akibat aksi tersebut.

Menurut Isnur, hal itu merupakan kebebasan berekspresi dari masyarakat asli Papua di hari kelulusan mereka.

“Ya tentu ini adalah tindakan yang sangat kacau. Penangkapan ini adalah tindakan yang sangat berlebihan bahkan pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi,” kata Isnur kepada Suara.com, Selasa (7/5/2024).

Seharusnya pemerintah melalui aparatnya melakukan pendakatan yang lebih humanis terhadap warga Papua agar segala persoalan kemanusiaan bisa segera terselesaikan.

“Justru ini dapat membuat situasi perbaikan kemamanusiaan dan keadilan di Papua semakin jauh karena lagi-lagi pemerintah dan polisi melakukan pendekatan yang keliru dalam menyelesaikan permasalahan,” jelasnya.

“Jadi seharusnya kepolisian menghentikan kriminalisasi dan represi kepada pelajar, mahasiswa dan masyarakat Papua di sana,” sambungnya.

Isnur menuturkan, jika ingin menyelesaikan konflik di Bumi Cendrawasih, pemerintah perlu mengubah cara pendekatan mereka terhadap masyarakat Papua.

“Pemerintah harus segera mengubah pendekatan dan paradigma, dimana seharusnya pendekatannya dialog dan kemanusiaan,” ujar Isnur.

Isnur melanjutkan, bagi para korban penahanan bisa menghubungi LBH yang ada di tanah Papua. Ia jua mendorong agar para advokat di Papua bisa memberikan bantuan hukum kepada keenam siswa yang ditahan oleh pihak kepolisian.

“Tentu kalau butuh bantuan hukum bisa berkomunikasi dengan kantor kami di Papua. Terpenting para siswa ini perlu didampingi oleh pengacara di Papua. Kami mendorong para pengacara di Papua untuk mendampingi,” tuturnya.

Sebelumnya, ramai di sosial media soaal penangkapan para pelajar di Papua saat sedang melakukan perayaan kelulusan sekolah.

Salah satu akun sosial media yang mengunggahnya yakni akun Twitter atau X @pantauPapua.

“Polisi kolonial Indonesia menembaki siswa-siswi Sekolah Menengah Atas yang sedang merayakan kelulusan,” tulis akun tersebut, dikutip Selasa.

“Para siswa-siswi telah mengecat pakaiannya dengan lambang Bintang Kejora. Enam orang siswa-siswi Orang Asli Papua ditangkap secara sewenang-wenang,” tambah tulisan akun tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesty Internasional Desak Enam Pelajar Di Nabire Dibebaskan Buntut Coretan Bintang Kejora

Amnesty Internasional Desak Enam Pelajar Di Nabire Dibebaskan Buntut Coretan Bintang Kejora

News | Selasa, 07 Mei 2024 | 19:12 WIB

6 Siswa SMAN 2 Dogiyai Dikabarkan Ditangkap Usai Konvoi Kelulusan Pakai Baju Bermotif Bintang Kejora

6 Siswa SMAN 2 Dogiyai Dikabarkan Ditangkap Usai Konvoi Kelulusan Pakai Baju Bermotif Bintang Kejora

News | Selasa, 07 Mei 2024 | 17:26 WIB

Beda dari yang Lain, Punya Tabungan dari Kelas 1-5 SD, Siswa-siswi Ini Study Tour Pakai Pesawat Garuda

Beda dari yang Lain, Punya Tabungan dari Kelas 1-5 SD, Siswa-siswi Ini Study Tour Pakai Pesawat Garuda

News | Selasa, 07 Mei 2024 | 15:18 WIB

Terkini

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:32 WIB

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:25 WIB

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:20 WIB

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:06 WIB

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:45 WIB

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:44 WIB

Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras

Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:44 WIB

Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:41 WIB

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:37 WIB

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:27 WIB