China Ikut Gerah Lihat Kelakuan Israel: Berhenti Serang Rafah!

Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 08 Mei 2024 | 10:35 WIB
China Ikut Gerah Lihat Kelakuan Israel: Berhenti Serang Rafah!
ILUSTRASI-Orang-orang memeriksa puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza, Palestina, Kamis (2/11/2023). [Mahmud HAMS/AFP]

Suara.com - Pemerintah China ikut bersuara atas tindakan Israel yang melakukan penyerangan di kawasan Rafah, Jalur Gaza. China meminta Israel untuk menghentikan serangan.

"Berhenti serang Rafah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian melalui konferensi pers di Beijing, China, Selasa (7/5/2024).

Baca Juga:

Kuasai Perbatasan Rafah, Israel Klaim Bunuh 20 Warga Palestina Bersenjata

Seruan itu disampaikan karena Pemerintah China mengaku prihatin dengan tindakan Israel yang melakukan operasi militer darat di Rafah.

"Kami menyerukan kepada Israel untuk mendengarkan seruan besar masyarakat internasional," ucapnya.

Pemerintah China meminta Israel untuk melakukan cara guna menghentikan bencana kemanusiaan yang lebih buruk di Jalur Gaza.

Lebih lanjut, Lin Jian mengatakan, sudah lebih dari 200 hari sejak konflik Palestina-Israel pecah. Hal tersebut menyebabkan bencana kemanusiaan mengerikan dipertontonkan ke seluruh dunia.

Pemerintah China menilai, perang serta kekerasan bukan sebuah cara untuk menyelesaikan masalah.

"Hal-hal tersebut tidak akan pernah memberikan keamanan sesungguhnya dan hanya akan memperdalam kebencian, komunitas internasional harus mengambil tindakan," tuturnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers rutin di Beijing, China pada Selasa (7/5). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers rutin di Beijing, China pada Selasa (7/5). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Dirinya menambahkan, Pemerintah China mendesak agar Israel dapat menerapkan Resolusi DK PBB 2728 dan segera mewujudkan gencatan senjata.

"Selain itu juga memastikan bantuan kemanusiaan, dan kembali ke jalur dalam mengupayakan penyelesaian politik atas permasalahan Palestina berdasarkan solusi dua negara sesegera mungkin," ungkapnya.

Sebelumnya, Israel menyerang wilayah Rafah yang berada di Jalur Gaza pada Senin (6/5/2024).

Setelah meminta masyarakat setempat mengungsi, pasukan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah tersebut.

Baca Juga:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Mobil China Dalam Situasi Genting: Pantesan Ngebet Ekspor

Industri Mobil China Dalam Situasi Genting: Pantesan Ngebet Ekspor

Otomotif | Rabu, 08 Mei 2024 | 09:13 WIB

Sinopsis dan Jadwal Tayang Regeneration, Dibintangi Jing Boran

Sinopsis dan Jadwal Tayang Regeneration, Dibintangi Jing Boran

Your Say | Rabu, 08 Mei 2024 | 09:25 WIB

Kuasai Perbatasan Rafah, Israel Klaim Bunuh 20 Warga Palestina Bersenjata

Kuasai Perbatasan Rafah, Israel Klaim Bunuh 20 Warga Palestina Bersenjata

News | Rabu, 08 Mei 2024 | 00:05 WIB

Sempat Diminta Jadi Mediator, JK Akui Sulit Mediasi Israel: PBB Saja Tak Didengar

Sempat Diminta Jadi Mediator, JK Akui Sulit Mediasi Israel: PBB Saja Tak Didengar

News | Selasa, 07 Mei 2024 | 20:07 WIB

Gaikindo Bongkar Alasan Industri Otomotif Tanah Air Banyak Diserbu Merek China

Gaikindo Bongkar Alasan Industri Otomotif Tanah Air Banyak Diserbu Merek China

Otomotif | Selasa, 07 Mei 2024 | 20:10 WIB

Terkini

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:37 WIB

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:33 WIB

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:32 WIB

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:22 WIB

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:11 WIB

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:05 WIB

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:59 WIB