Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sampai Kapan? Ribuan Pendaki Batal Muncak!

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 14 Mei 2024 | 15:50 WIB
Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sampai Kapan? Ribuan Pendaki Batal Muncak!
Jalur Puncak Pendakian Gunung Slamet. (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Pendakian ke Gunung Slamet di Jawa Tengah terpaksa ditutup karena aktivitas vulkanik yang terus meningkat. Hal ini membuat kegiatan pendakian ke puncak Gunung Slamet harus dibatalkan mengingat statusnya yang berada di level II atau waspada.

Menurut informasi dari akun Twitter @pendakilawas, pihak pengelola Gunung Slamet membatalkan sedikitnya 1.000 pendaki yang berencana naik ke puncak.

Dalam unggahannya pada Senin, 13 Mei 2024, akun tersebut menyampaikan bahwa pendaki yang telah bersiap summit dari Pos 4 Amreta via Guci dan via Bambangan diwajibkan untuk turun karena status Gunung Slamet telah mencapai level waspada.

Penutupan jalur pendakian Gunung Slamet itu dikeluarkan sejak Minggu, 12 Mei 2024 kemarin. Sampai kapan penutupan jalur pendakian Gunung Slamet dilakukan? Sampai saat ini belum ada informasi resmi sampai kapan penutupan akan dilakukan. Satu hal yang pasti, jalur pendakian akan kembali dibuka jika kondisi Gunung Slamet sudah berangsur aman.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat peningkatan aktivitas gempa selama sebulan terakhir pada Gunung Slamet. Gempa-gempa tersebut didominasi oleh gempa hembusan dan gempa tremor menerus yang mengindikasikan aktivitas pergerakan fluida di sekitar permukaan gunung.

Gunung Slamet yang memiliki tinggi puncak 3.432 meter di atas permukaan laut ini terletak di lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga.

Pemantauan visual dan instrumental terhadap Gunung Slamet dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) di Desa Gambuhan, Gajah Nguling, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Data Badan Geologi menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa periode pengamatan. Gempa hembusan, gempa vulkanik dalam, dan gempa tremor menerus terus mengalami peningkatan, menunjukkan kemungkinan adanya tekanan di bawah tubuh Gunung Slamet yang dapat memicu erupsi.

Pada saat ini, potensi ancaman bahaya yang dapat timbul adalah erupsi freatik maupun magmatik yang berpotensi melontarkan material pijar dalam radius 2 kilometer dari puncak. Hujan abu juga dapat terjadi di sekitar kawah dan daerah yang ditentukan oleh arah dan kecepatan angin.

Pemerintah dan pihak terkait terus memantau situasi Gunung Slamet dengan cermat untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman dan memastikan keselamatan masyarakat serta para pendaki. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Pendaki Gunung Andong Jatuh ke Jurang, Korban Ternyata Anak Anggota Dewan

Detik-detik Pendaki Gunung Andong Jatuh ke Jurang, Korban Ternyata Anak Anggota Dewan

News | Senin, 13 Mei 2024 | 12:48 WIB

Asyik Masak di Gunung Prau, Dua Pendaki Luka-luka saat Gas Kompor Meledak

Asyik Masak di Gunung Prau, Dua Pendaki Luka-luka saat Gas Kompor Meledak

News | Minggu, 12 Mei 2024 | 21:44 WIB

Terkini

Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:28 WIB

Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan

Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:21 WIB

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:06 WIB

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:49 WIB

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:38 WIB

TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana

TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas

Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:16 WIB

Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan

Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:02 WIB

Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar

Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:43 WIB

Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan

Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:29 WIB