Tambah 2 Juta Sambungan Pipa, PAM Jaya Akui Butuh 2.500 Pegawai Kompeten

Erick Tanjung, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 14 Mei 2024 | 20:38 WIB
Tambah 2 Juta Sambungan Pipa, PAM Jaya Akui Butuh 2.500 Pegawai Kompeten
Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Direktur Utama Perumda Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya, Arief Nasrudin mengaku berencana membuat 2 juta sambungan pipa baru hingga tahun 2030 mendatang. Hal ini dilakukan demi mewujudkan target 100 persen layanan air bersih ke seluruh wilayah Jakarta.

Berdasarkan data akhir Desember 2023, cakupan layanan air bersih PAM di Jakarta adalah sekitar 67 persen dengan 930 ribu pelanggan.

Kendati demikian, Arief mengakui menjalankan program ini tidaklah mudah. Pihaknya membutuhkan ribuan pegawai kompeten yang bisa bekerja secara optimal.

Arief mengatakan, saat ini PAM Jaya memiliki 1.580 pegawai dan setiap tahunnga ada 90 orang yang memasuki masa pensiun. Sementara, ia membutuhkan 2.500 pegawai di berbagai proses bisnis untuk mewujudkannya.

"PAM Jaya perlu untuk mengambil langkah strategis sejak sekarang dalam memastikan ketersediaan pegawai di tahun 2030. Dalam mempersiapkan dan mengembangkan pemimpin masa depan, PAM Jaya melaksanakan salah satu langkah yaitu mengadakan Management Trainee (MT)," kata Arief di Jakarta, Selasa (14/5/2024).

Oleh karena itu, PAM Jaya menggelar MT batch II bertajuk PAMANAH Future Leader untuk merekrut ribuan karyawan yang amanah ke depannya.

Kepala Badan Pengelola BUMD DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono berharap rekrutmen ini bisa menghasilkan kandidat berkualitas tinggi dan berpotensi untuk menempati posisi pimpinan dari eksternal perusahaan.

"Apalagi, PAM Jaya mengelola aset hingga Rp5,3 triliun dan alhamdulillah bisa mendapatkan laba hingga Rp1,1 triliun," ucap Djoko.

Sehingga, tegasnya, karyawan PAM Jaya memiliki tanggung jawab besar untuk melayani air perpipaan masyarakat Jakarta.

"Tentunya, ini butuh pembangunan yang cukup masif dari PAM Jaya dan ini tidak hanya infrastruktur yang kita butuhkan, tapi juga Sumber Daya Manusia yang juga harus diperkuat. Sehingga MT ini diperlukan," tuturnya.

Tercatat ada 2691 orang pelamar dan 1087 atau 40 persen di antaranga dinyatakan lulus seleksi administrasi yang diikutsertakan pada seleksi tahapan selanjutnya.

Menurutnya, pelamar program MT batch 2 berasal dari seluruh Indonesia. 90 persen dari pelamar merupakan pelamar baru sedangkan sekitar 10 persen merupakan pelamar yang sudah pernah melamar sebelumnya yaitu program MT batch 1.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Kebocoran Pipa, 84 Kelurahan di Jakarta Bakal Alami Gangguan Suplai Air Bersih

Gegara Kebocoran Pipa, 84 Kelurahan di Jakarta Bakal Alami Gangguan Suplai Air Bersih

News | Jum'at, 05 April 2024 | 04:38 WIB

PAM Jaya Undang Kontraktor Pekerjaan Jaringan Perpipaan Air Minum Ikut Kontrak Payung-Jasa Konstruksi

PAM Jaya Undang Kontraktor Pekerjaan Jaringan Perpipaan Air Minum Ikut Kontrak Payung-Jasa Konstruksi

News | Kamis, 28 Maret 2024 | 20:05 WIB

Melalui LNG, PGN Wujudkan Komitmen Penuhi Kebutuhan Pelanggan dan Jaga Gas Balance Nasional

Melalui LNG, PGN Wujudkan Komitmen Penuhi Kebutuhan Pelanggan dan Jaga Gas Balance Nasional

News | Rabu, 06 Maret 2024 | 15:06 WIB

Terkini

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:55 WIB

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:50 WIB

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:47 WIB

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:33 WIB

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:00 WIB

Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi

Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:50 WIB

Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar

Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:40 WIB

ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang

ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:21 WIB

Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya

Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 10:47 WIB

Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang

Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:20 WIB