Sosok Indra Jafar Eks Kapolres Cirebon: Gagal Tangkap DPO Kasus Vina, Muadzin Aksi 212 Sahabat Arifin Ilham

Galih Prasetyo

Senin, 27 Mei 2024 | 08:24 WIB
Sosok Indra Jafar Eks Kapolres Cirebon: Gagal Tangkap DPO Kasus Vina, Muadzin Aksi 212 Sahabat Arifin Ilham
Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Kasus pembunuhan Vina dan kekasihnya Muhammad Rizky alias Eky pada Agustus 2016 masih menyita perhatian publik. Teka teki kasus pembunuhan 8 tahun lalu itu menyeret nama eks Kapolres Cirebon Brigjen Indra Jafar.

Vina dan kekasihnya Eky ditemukan tak bernyawa pada Minggu 27 Agustus 2016. Awalnya pasangan kekasih ini dianggap sebagai korban laka lantas.

Anak eks Kapolri Jenderal Pol (Purn) Da’i Bachtiar, Adi Vivid pun sampai terseret. Ia dianggap gagal menyelesaikan kasus pembunuhan Vina dan Eky yang kini kembali diusut oleh Polda Jawa Barat (Jabar).

Namun dari penelusuran, Adi Vivid baru mengemban tugas menjadi Kapolres Cirebon Kota setelah kejadian Vina dan Eky yang ditemukan tewas pada 27 Agustus 2016.

Adi Vivid dilantik menjadi Kapolres Cirebon Kota pada Desember 2016 dan mengemban tugas itu sampai Maret 2018. Ia saat itu menggantikan Indra Jafar.

Ya saat peristiwa Vina dan Eky terjadi, Polres Cirebon Kota dipimpin oleh Indra Jafar yang saat ini berpangkat Brigjen. Ia dilantik menjadi Kapolpres Cirebon Kota setelah sebelumnya menjabat sebagai Kasat PJR Ditlantas Polda Jabar.

Siapa Eks Kapolres Cirebon Indra Jafar?

Indra Jafar lahir di Malang, Jawa Timur pada 16 April 1974. Jafar merupakan jebolan Akpol pada 1995. Setahun setelah lulus Akpol, Indra Jafar emban tugas sebagai Dikjur Des PA Intel.

Saat aksi bela Islam atau yang dikenal dengan aksi 212 di kawasan Monas, Indra Jafar jadi sorotan. Saat itu ia masih berpangkat AKBP dan didaulat untuk melantunkan adzan saat massa akan menjalankan ibadah salat Jumat di lapangan Monas.

baca juga

Penunjukkan Indra Jafar sebagai muadzin di salat Jumat aksi 212 tak lepas dari peran dai kondang, mendiang Ustad Arifin Ilham. Indra Jafar diketahui sebagai sahabat dari Arifin Ilham.

"Sebelumnya saya memang kenal dan dekat dengan beberapa ulama, ketika diminta saya langsung mengiyakan," ungkapnya seperti dikutip.

Setahun kemudian ia sempat komandan upacara penurunan bendera peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta.

Dua tahun setelah adzan saat aksi 212, saat ia Kapolres Metro Jaksel, Indra Jafar kembali menjadi muadzin saat pertemuan ulama asal Arab Saudi, Syekh Khalid Al-Mahmoudi dengan Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komjen Pol Syafruddin.

Pertemuan itu, berlangsung di kantor DMI Jalan Jenggala I, Jakarta Selatan, Senin 2 April 2018. Di awal tahun ini, Indra Jafar menjadi salah satu perwira menengah yang kemudian diangkat menjadi perwira tinggi sesuai dengan elegram Kapolri Nomor: ST/171/I/KEP./2024 Tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

"Sebelumnya, Kombes Pol Indra Jafar menjabat Kasubditjemenopsrek Ditkamsel Korlantas Polri, dan kini diangkat menjadi Kabagprogar Rojianstra SOPS Polri, tertuang dalam TR Kapolri itu terbit per tanggal 23 Januari 2024.

Saat kasus Vina dan Eky terjadi, Indra Jafar sempat menyampaikan kronologis detik-detik pasangan kekasih itu dianiaya hingga tewas oleh para pelaku. Indra dalam keterangan pada 2 September 2016 di Mapolda Jabar bahkan menyebut Vina juga mengalami pemerkosaan.

"Setelah jatuh mereka dibawa ke tempat gelap. Mereka dianiaya, yang pria dikeroyok ada yang menggunakan batu untuk dipukul ke badannya terus mendapatkan luka bacok di bagian belakang, dan yang wanita diperkosa lalu dianiaya sampai tewas," jelas Indra Jafar.

Indra Jafar kalah itu juga membantah laporan awal yang menyebut Vina dan Eky menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan menegaskan keduanya korban pembunuhan berencana.

"Pihak kepolisian menyimpulkan sementara bahwa korban meninggal bukan karena lakalantas, tetapi merupakan korban pembunuhan. Setelah dilakukan pengembangan dari bukti dan saksi teman-temannya, RS dan VN merupakan korban pembunuhan berencana," jelas Indra pada 1 September 2016.

Indra kala itu menerangkan bahwa ada 11 pelaku pembunuhan berencana itu dan 8 sudah ditangkap.

"Pelaku kami tangkap pada hari Rabu, 31 Agustus 2016 di Jalan Perjuangan Majasem Kampung Situgangga, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon," terangnya.

Kekinian, setelah penangkapan Pegi Setiawan alias Pegi alias Perong, Polda Jabar kemudian meralat soal 3 dpo kasus Vina Cirebon. Hal ini disampaikan oleh Direskrimum Polda Jabar, Kombes Surawan.

"DPO kasus pembunuhan Vina hanya satu, PS (Pegi Setiawan). Setelah pendalaman yang 2 hanyalah asal-asalan," ujarnya di Polda Jabar, Minggu (26/5/2024).

"Saya tegaskan bahwa tersangka semuanya ada 9 orang, bukan 11 orang. Dan DPO itu hanya 1 yaitu PS," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Polisi Ralat Jumlah DPO Kasus Vina Cirebon, Nama Dani Dan Andi Hilang

Alasan Polisi Ralat Jumlah DPO Kasus Vina Cirebon, Nama Dani Dan Andi Hilang

News | Senin, 27 Mei 2024 | 04:05 WIB

Fakta-fakta Pegi Ngaku Tak Bunuh Vina Cirebon di Depan Polisi: Ibu Nangis Lemas, Anak Terancam Hukuman Mati

Fakta-fakta Pegi Ngaku Tak Bunuh Vina Cirebon di Depan Polisi: Ibu Nangis Lemas, Anak Terancam Hukuman Mati

News | Minggu, 26 Mei 2024 | 20:42 WIB

Pegi Setiawan Tertangkap Tapi Bantah sebagai Pelaku saat Ditanyai Wartawan: Aman Enggak Itu di Dalam

Pegi Setiawan Tertangkap Tapi Bantah sebagai Pelaku saat Ditanyai Wartawan: Aman Enggak Itu di Dalam

News | Minggu, 26 Mei 2024 | 20:21 WIB

5 Kejanggalan Penampakan Pegi Pembunuh Vina Cirebon, Jhon Sitorus: Tidak Sesuai Sketsa

5 Kejanggalan Penampakan Pegi Pembunuh Vina Cirebon, Jhon Sitorus: Tidak Sesuai Sketsa

News | Minggu, 26 Mei 2024 | 19:19 WIB

Polda Jabar Hilangkan 2 DPO Kasus Vina, Hotman Paris Menjerit

Polda Jabar Hilangkan 2 DPO Kasus Vina, Hotman Paris Menjerit

Entertainment | Minggu, 26 Mei 2024 | 19:05 WIB

Alasan Deddy Corbuzier Ogah Komentari Kasus Vina, Gara-gara Ogah Dituding Promo Film?

Alasan Deddy Corbuzier Ogah Komentari Kasus Vina, Gara-gara Ogah Dituding Promo Film?

Entertainment | Minggu, 26 Mei 2024 | 19:45 WIB

Terkini

Ketum TMI Klaim Program MBG Bikin Anak Sekolah Lebih Percaya Diri, Bentuk Satgas Awasi SPPG

Ketum TMI Klaim Program MBG Bikin Anak Sekolah Lebih Percaya Diri, Bentuk Satgas Awasi SPPG

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:55 WIB

Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan

Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:52 WIB

Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis

Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:47 WIB

Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik

Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:41 WIB

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:30 WIB

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:18 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:07 WIB

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:06 WIB

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:56 WIB