Polisi Dituding Lambat Tangani Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Pematang Siantar, Terduga Pelaku justru sudah Kabur

Muhammad Ilham Baktora | Suara.com

Senin, 27 Mei 2024 | 14:41 WIB
Polisi Dituding Lambat Tangani Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Pematang Siantar, Terduga Pelaku justru sudah Kabur
Ilustrasi perempuan mendapatkan tindakan pelecehan. (Pexels/RDNE Stock project)

Suara.com - Kasus dugaan pelecehan seksual kembali menambah korban dari kalangan anak-anak. Bahkan kasus tersebut dituding lambat ditangani polisi yang membuat pelaku kabur duluan.

Peristiwa yang terjadi di Pematang Siantar, Sumatera Utara ini ramai dibahas di media sosial. Pasalnya anak kecil usia 5,5 tahun harus menjadi korban kebiadaban seorang pria yang merupakan terduga pelaku.

Melansir akun X @dhemit_is_back, Senin (27/5/2024), pengunggah menampilkan beberapa chat dari narasumber yang menjelaskan kronologi peristiwa. Tak hanya itu ada sejumlah video yang menampilkan seorang kuasa hukum korban yang menemani keluarga korban untuk melaporkan peristiwa itu ke pihak berwajib.

"Di Siantar bang, ada anak 5,5 tahun korban pelecehan seksual tapi sampai sekarang belum tertangkap, padahal si anak udah sebutin nama laki-laki yang melecehkan itu," tulis kalimat pertama di caption unggahan tersebut.

Ibu dari korban sendiri sudah melaporkan ke pihak kepolisian saat jam kerja dan diminta untuk visum. Namun dokter polisi diketahui tidak ada dan diminta kembali untuk melakukan visum di hari berikutnya.

Kendati begitu, ibu korban dan anaknya ini harus menyiapkan uang Rp310 ribu untuk biayanya. Tapi karena keluarga korban merupakan keluarga tak mampu, visum ditunda.

"Hari Sabtunya, si ibu ke kantor polisi lagi bawa uang Rp310 ribu untuk visum, tapi karena Sabtu-Minggu dokter libur, lalu diminta datang Senin depan. Padahal kondisi anak udah demam karena infeksi sudah lama tak ada penanganan," bunyi pesan di percakapan itu.

Ibu korban yang tidak mau menyerah akhirnya datang lagi pada hari yang dijanjikan. Korban tidak langsung divisum, ia diminta untuk ke TKP dan sudah bertemu dengan terduga pelaku, saat mau ditangkap, polisi mengaku tak bisa karena harus diterbitkan SP.

Pada akhirnya terduga pelaku dibebaskan karena belum ada surat legal yang harus menangkap pria tersebut. Momen itu lah menjadi kesempatan terduga pelaku kabur.

Tak ayal, pernyataan kronolgi kasus dugaan pelecehan itu pun ramai disorot. Tak sedikit dari netizen mengkritik polisi yang terlalu saklek dengan aturan yang membuat penanganan berjalan lambat.

"Penegak hukum sekarang gercep sama yang ada duitnya. Ini fakta," ujar salah satu netizen.

"Ga sabar ketangkep ini orang, psati dapat salam olahraga di dalam penjara entar, jadiin belok aja sekalian," harap netizen satunya.

"Itu polisinya belum ngerasain apa yang ibu rasakan. Punya anak kecil dilecehkan orang, udah melapor malah dipersulit," kritik lainnya.

Terlepas dari terduga pelaku yang yang kabur, kasus pelecehan seksual di Indonesia masih menjadi hal yang tak kunjung berakhir adil untuk korban.

Bahkan anak-anak yang kerap mengalami hal tersebut hanya menerima trauma. Meski ada upaya pemulihan psikologis, hal itu memakan waktu yang sangat lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Tampang Pelaku Pembunuhan Vina Cirebon yang Berhasil Ditangkap

Begini Tampang Pelaku Pembunuhan Vina Cirebon yang Berhasil Ditangkap

Foto | Minggu, 26 Mei 2024 | 18:12 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Ketua KPU RI Berulang, Perludem Nilai Sanksi DKPP Sebelumnya Tak Beri Efek Jera

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Ketua KPU RI Berulang, Perludem Nilai Sanksi DKPP Sebelumnya Tak Beri Efek Jera

News | Sabtu, 25 Mei 2024 | 17:06 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual: Hasyim Bantah Rayu Anggota PPLN Lewat Video Ucapan Ini

Dugaan Pelecehan Seksual: Hasyim Bantah Rayu Anggota PPLN Lewat Video Ucapan Ini

News | Rabu, 22 Mei 2024 | 19:40 WIB

Terkini

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

News | Sabtu, 04 April 2026 | 10:40 WIB

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 08:15 WIB

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:46 WIB

Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi

Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:28 WIB

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:05 WIB

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:36 WIB

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:02 WIB