Dua Menteri Sebut Tapera Tergesa-gesa, Pengamat: Ambisi Pribadi Jokowi Sudah Kelihatan

Erick Tanjung | Dea Hardiningsih Irianto | Suara.com

Jum'at, 07 Juni 2024 | 10:35 WIB
Dua Menteri Sebut Tapera Tergesa-gesa, Pengamat: Ambisi Pribadi Jokowi Sudah Kelihatan
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti. [Suara.com/Dea]

Suara.com - Pengamat Politik Ray Rangkuti menyoroti sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono terhadap kebijakan pemotongan gaji untuk tabungan perumahan rakya atau Tapera.

Pasalnya, kedua menteri tersebut dianggap tak sejalan dengan atasannya, Presiden Joko Widodo soal kebijakan Tapera. Sri Mulyani dan Basuki sepakat untuk menunda iuran Tapera karena kebijakan tersebut dianggap tergesa-gesa.

Menanggapi itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani menyoroti bahwa sikap Sri Mulyani dan Basuki menunjukkan makin banyak orang-orang di lingkaran presiden yang tak sejalan lagi dengan Jokowi.

"Makin banyak orang yang merasa bahwa program-program Jokowi terlalu terburu-buru, ambisius dan kurang perhitungan. Salah satunya kurang sensitif dengan kondisi yang tengah dialami oleh masyarakat. Ambisi Jokowi yang menggebu-gebu bahkan terlihat seperti menerobos berbagai ketentuan, aturan atau fatsun yang berlaku," kata Ray kepada wartawan, Jumat (7/6/2024).

Dia juga menyebut makin banyak orang di lingkaran Jokowi yang sadar bahwa kebijakan-kebijakannya, akhir-akhir ini terlihat sebagai ambisi dan proyek pribadi.

Ray menyebut contohnya ialah proyek pembangunan IKN yang dianggap dipaksakan bisa berjalan pada masa pemerintahan Jokowi. Selain itu, Jokowi juga dianggap mengumpulnya kekuasaan di keluarganya dengan cara-cara kontroversional.

"Dalam banyak hal, pencapaian-pencapain reformasi, satu per satu rontok di era kekuasaan Jokowi. Sebut saja KPK, MK, MA, pemilu/pilpres terburuk sepanjang sejarah reformasi di tahun 2024. Kembalinya bukan hanya dwi fungsi, malah multi fungsi TNI, kriminalisasi masyarakat kritis, tata cara pembuatan UU yang melabrak UU, nepotisme politik keluarga Jokowi dan banyak lainnya," tutur Ray.

Hal ini, lanjut Ray, jelas membuat orang-orang yang bekerja di bawah Jokowi tetapi masih memiliki semangat reformasi, merasa keberatan dengan kebijakan-kebijakan yang justru dianggap sebagai ambisi pribadi Jokowi.

"Kasus Tapera ini menjadi batu keduanya (Sri Mulyani dan Basuki) untuk tampil menyatakan keberatan-keberatan cara Jokowi memimpin bangsa," ujar Ray.

Untuk itu, Ray menilai dalam beberapa program, Jokowi tidak memiliki pendukung setia, terlebih setelah meninggalkan PDIP dengan cara yang dianggap memilukan.

"Kasus UKT, dan kini Tapera, tak ada satupun partai yang berani muncul ke depan membela kebijakannya. Semua diam, bahkan seperti dalam kasus kenaikan UKT malah partai-partai secara terbuka menolak kebijakannya," jelas Ray.

"Dalam politik, tidak bisa semua diikat karena bertemu kepentingan, tetap perlu kawan seiring yang tulus dan itulah yang diabaikan oleh Jokowi," tambah dia.

Menjelang akhir masa jabatan Jokowi, Ray menyebut muncul barisan kekuatan-kekuatan politik baru dan Jokowi tidak lagi menjadi pusat kekuatan tersebut. Terlebih, Jokowi disebut tidak memiliki kekuatan politik formal di belakangnya.

"Anaknya Gibran, tentu, belum bisa sepenuhnya diandalkan. Apalagi projo dan barisan tim hore. Rakyat yang selama ini mengelu-elukannya, kini repot karena urusan sehari-hari dan jumlahnya akan terus menyusut seiring kekuasannya yang berakhir," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Kaget! Motor Sultan Bagaskara Ikhlasulla Keponakan Jokowi: Harganya Setara Rumah

Bikin Kaget! Motor Sultan Bagaskara Ikhlasulla Keponakan Jokowi: Harganya Setara Rumah

News | Jum'at, 07 Juni 2024 | 10:20 WIB

Dokter Tirta Ungkap Sosok Keponakan Jokowi yang Jadi Manajer di Pertamina, Ternyata

Dokter Tirta Ungkap Sosok Keponakan Jokowi yang Jadi Manajer di Pertamina, Ternyata

News | Jum'at, 07 Juni 2024 | 08:52 WIB

Lantang Kritik Tapera, Rieke Diah Pitalok Rupanya Baru Ucap Dua Kalimat Syahadat saat Dewasa

Lantang Kritik Tapera, Rieke Diah Pitalok Rupanya Baru Ucap Dua Kalimat Syahadat saat Dewasa

Entertainment | Kamis, 06 Juni 2024 | 21:53 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB