Mengapa Jokowi Ambil Jatah Hadiah Rumah di Jawa Bukan IKN usai Lengser Jadi Presiden?

Ruth Meliana | Suara.com

Selasa, 11 Juni 2024 | 10:06 WIB
Mengapa Jokowi Ambil Jatah Hadiah Rumah di Jawa Bukan IKN usai Lengser Jadi Presiden?
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini gencar mempromosikan tanah di ibu kota Negara atau IKN Nusantara. Terbaru, Presiden Jokowi bahkan menawarkan harga tanah di IKN sebesar Rp400 ribu sampai Rp800 ribu per meter.

Namun, aksi Jokowi mempromosikan langsung tanah-tanah di IKN itu malah memicu sorotan tajam. Salah satunya terkait keputusan Jokowi dalam mengambil jatah hadiah rumah dari negara usai lengser jadi Presiden.

Sebagai informasi, setiap Presiden RI berhak mendapatkan hadiah rumah dari negara setelah pensiun. Mantan Presiden RI juga bisa memilih sendiri lokasi rumah yang diinginkan.

Sebagai contoh, mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih jatah rumah di Jakarta. Hal ini dikatakan oleh aktivis Dandhy Laksono.

"Setiap mantan presiden dapat pesangon rumah. Gus Dur, Mega, SBY dapat jatah di pusat Jakarta," tulis Dandhy dalam cuitannya pada Selasa (11/6/2024).

Gus Dur dan Megawati (Kolase)
Gus Dur dan Megawati (Kolase)

Megawati diketahui memilih hadiah rumah di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Menariknya, hadiah rumah untuk Megawati itu sebelumnya adalah bekas rumah dinasnya selama menjabat sebagai Presiden RI.

Sedangkan Gus Dur dan SBY sama-sama mendapatkan hadiah rumah dari negara di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Namun bedanya, Gus Dur mendapatkan lahan seluas 2.000 meter persegi, dan memutuskan tidak dibangun sebagai rumah.

Sementara SBY diberi lahan seluas 1.500 meter persegi dari negara, di mana lahan itu kemudian dibangun menjadi rumah mewah dua lantai.

Sama dengan mantan Presiden RI terhadulu, Presiden Jokowi juga sudah memilih lokasi untuk jatah rumahnya. Namun, pilihan bapak Gibran Rakabuming Raka itu menjadi sorotan. Pasalnya, Jokowi memilih rumah pensiun di Karanganyar, Jawa Tengah, alih-alih di IKN.

Adapun rumah jatah "pesangon" Jokowi itu dibangun di lahan seluas 3.000 meter persegi. Pembangunan rumah Jokowi di Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu, itu masih berjalan hingga sekarang.

"Bagaimana dengan Jokowi yang terus mendorong orang agar beli tanah dan tinggal di IKN? Ia minta jatah tanah 3.000 m2 dan rumah di Desa Gajahan, Kabupaten Karanganyar, Jawa," lanjut Dandhy Laksono.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan pernyataan resmi sebelum berkunjung ke Jepang di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu (16/12/2023). (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan pernyataan resmi sebelum berkunjung ke Jepang di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu (16/12/2023). (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Keputusan Presiden Jokowi memilih hadiah rumah pensiun di Jawa itu menuai pro kontra dari warganet. Ada warganet yang menyebut seharusnya Presiden Jokowi memberikan contoh pada rakyat dengan tinggal di IKN, tetapi ada juga yang membela keputusan orang nomor satu di Indonesia tersebut untuk pulang kampung.

"Bener kan, harusnya setelah jadi Presiden tinggal di IKN saja," celetuk warganet.

"Spesifik yang ini dan terlepas dari isu-isu lain, gue gak setuju sih ini sebagai sesuatu yang lebih rendah dari para pendahulunya. Sebagai pensiunan kelak, gak ada kewajiban buat dia (Jokowi) tinggal di pusat pemerintahan. Plus pulang kampung justru positif, rumah pesangonnya gak nambahin beban lahan Jakarta lagi," bela warganet.

"Itu menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah bisa berbeda dengan pilihan pribadi," komentar warganet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingat Lagi Momen Felicia Tissue Dihempas Keluarga Jokowi sampai Bawa Etika, Kini Malah Dikasih Selamat

Ingat Lagi Momen Felicia Tissue Dihempas Keluarga Jokowi sampai Bawa Etika, Kini Malah Dikasih Selamat

Lifestyle | Selasa, 11 Juni 2024 | 09:57 WIB

Kebalikan dengan Felicia Tissue, Erina Gudono Malah Dikasihani Gara-Gara Menikah dengan Kaesang Pangarep

Kebalikan dengan Felicia Tissue, Erina Gudono Malah Dikasihani Gara-Gara Menikah dengan Kaesang Pangarep

Entertainment | Selasa, 11 Juni 2024 | 09:06 WIB

DJKA Kemenhub Tawarkan Investasi Transportasi Kota Bandung dan IKN VC

DJKA Kemenhub Tawarkan Investasi Transportasi Kota Bandung dan IKN VC

Bisnis | Selasa, 11 Juni 2024 | 08:28 WIB

Beda dengan Selvi Ananda Demi Nikah Sama Gibran, Kisah Nania Yusuf Mualaf Karena Ingin Mendoakan Sang Ibu

Beda dengan Selvi Ananda Demi Nikah Sama Gibran, Kisah Nania Yusuf Mualaf Karena Ingin Mendoakan Sang Ibu

Entertainment | Selasa, 11 Juni 2024 | 06:15 WIB

Akhir Pilu Ibu Polwan Bakar Suami Hingga Tewas, Kini Ditahan Dan Tinggalkan 3 Anak Masih Balita

Akhir Pilu Ibu Polwan Bakar Suami Hingga Tewas, Kini Ditahan Dan Tinggalkan 3 Anak Masih Balita

News | Selasa, 11 Juni 2024 | 05:55 WIB

Jokowi Kasih Kado Ke HIPMI, Jadikan Tanggal 10 Hari Kewirausahaan Nasional

Jokowi Kasih Kado Ke HIPMI, Jadikan Tanggal 10 Hari Kewirausahaan Nasional

News | Senin, 10 Juni 2024 | 21:20 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB