Muhammadiyah Punya Aset Triliunan Padahal Anggotanya Tak Banyak, Mantan Ketua PBNU Ungkap Rahasianya

Galih Priatmojo

Selasa, 11 Juni 2024 | 19:19 WIB
Muhammadiyah Punya Aset Triliunan Padahal Anggotanya Tak Banyak, Mantan Ketua PBNU Ungkap Rahasianya
Kenapa Muhammadiyah Tarik Dana dari BSI (Pinterest)

Suara.com - Organisasi keagamaan Muhammadiyah baru-baru ini mencuri perhatian setelah memutuskan untuk tarik dana secara besar-besaran di BSI.

Aksi bedol dana secara besar-besaran yang dilakukan Muhammadiyah dari BSI bermula dari memo yang terbit pada 30 Mei 2024 lalu.

Surat itu merupakan tindaklanjut dari pertemuan PP Muhammadiyah dengan Amal Usaha Muhammadiyah atau AUM Muhammadiyah di Yogyakarta.

Pada pertemuan itu Muhammadiyah memutuskan untuk melakukan rasionalisasi dana yang disimpan di BSI dengan pengalihan ke sejumlah bank syariah lainnya.

Di surat itu disebutkan pengalihan dana dilakukan ke Bank Bukopin Syariah, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat serta Bank Daerah Syariah dan bank lainnya yang bekerja sama dengan Muhammadiyah.

Ilustrasi BSI [Antara]
Ilustrasi BSI [Antara]

Ketika dikonfirmasi awak media Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyebut alasan melakukan rasionalisasi dana dari BSI.

Ia menyebut tujuan utama adalah untuk mendukung kompetisi bank syariah yang sehat.

"Dana BSI sudah besar sehingga tak memerlukan lagi dana Muhammadiyah," terangnya.

"Selain itu konsentrasi dana AUM hanya di satu bank dapat menimbulkan concentration risk atau risiko konsentrasi yang besar," lanjutnya.

baca juga

Akibat penarikan dana besar-besaran tersebut tak sedikit yang penasaran dengan aset yang dimiliki Muhammadiyah, mengingat beberapa ada yang menyebut bahwa meski memiliki anggota yang tak banyak tetapi Muhammadiyah mempunyai kekayaan yang dianggap paling besar di Indonesia.

Mengenai hal itu, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah pernah merilis terkait aset yang dimiliki persyarikatan tersebut.

Tercatat, Muhammadiyah memiliki amal usaha pendidikan jumlahnya 3.370 TK, 2.901 SD/MI, 1.761 SMP/MTs, 941 SMA/MA?SMK, lalu 67 pondok pesantren serta 167 perguruan tinggi.

Amal usaha kesehatan memiliki sebanyak 47 rumah sakit, 217 poliklinik, 82 klinik bersalin. Lalu Amal usaha ekonomi ada 1 bank syariah saham Muhammadiyah sebesar 2,5 persen, 26 BPR/BPRS, 275 BMT/BTM, 1 induk koperasi BTM, 81 koperasi syariah serta 22 minimarket dan 5 kedai pesisir.

Kemudian amal usaha pelayanan sosial memiliki lebih dari 400 panti asuhan, rumah singgah.

Seluruh aset Muhammadiyah bila ditaksir kini mencapai Rp400 triliun. Itu belum lagi ditambah kekayaan kas yang dimiliki amal usaha yang tersimpan di bank yang jumlahnya bisa melebihi Rp1000 triliun.

Mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi pernah melontarkan guyonan berkait dengan aset Muhammadiyah yang melimpah tersebut.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) KH. Hasyim Muzadi di gedung KPK, Jakarta, Senin (18/1).
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) KH. Hasyim Muzadi di gedung KPK, Jakarta, Senin (18/1).

Ia menyebut bahwa bila dua orang Muhammadiyah bertemu yang dibicarakan adalah soal berapa sekolah dan masjid yang dibangun.

"Bila dua warga NU bertemu maka yang dibicarakan apakah sudah punya majelis yasin dan tahlil? Tapi kalau dua warga Muhammadiyah bertemu yang dibahas sudah berapa sekolah dan masjid yang dibangun," katanya.

Sementara itu, dikutip dari pwmu.co, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr Abdul Munir Mulkhan punya pandangan yang lebih serius mengenai aset Muhammadiyah tersebut.

Menurutnya, semua pembangunan aset itu mewujud dari warisan semangat hidup KH Ahmad Dahlan yang dipegang warga Muhammadiyah.

Menurut dia, pesan Kiai Dahlan yang sangat populer dan sering diucapkan orang Muhammadiyah adalah hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.

Pesan ini tumbuh menjadi tradisi gerakan sebagai kekuatan utama perkembangan organisasi dan pembangunan amal usaha pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial. Amal usaha ini dibangun dari praktik kedermawanan dan inovasi kreatif umat.

Abdul Munir Mulkhan juga mengulas, warga Muhammadiyah juga meniru sikap hidup sehari-hari Kiai Ahmad Dahlan seperti mengamalkan surat al-Maun yang kisahnya selalu diceramahkan di mana-mana.

Dia menguraikan, kehidupan Kiai Dahlan merupakan praktik tradisi sufi yang terus memberi warna pola kehidupan gerakan dan warga Muhammadiyah.

Muhammadiyah (web Muhammadiyah)
Muhammadiyah (web Muhammadiyah)

Pola kehidupan Kiai Dahlan berakar pada etika puritan yang merasionalisasi syariah dan sufisme berbasis paradigma kebudayaan.

Cara hidup zuhud dan fakir yang dipraktikkan Kiai Dahlan tidak melahirkan sikap menjauhi kehidupan duniawi tapi sebaliknya menjadi dasar bagi penempatan kepentingan pribadi kepada kepentingan umat dan kemanusiaan.

Zuhud dipraktikkan dengan menjadikan kehidupan duniawi sebagai ajang perbaikan dengan mengubah diri sebagai pengubah sejarah. Sementara hidup fakir tidak dilakukan dengan hidup miskin tapi bekerja keras dan produktif yang hasilnya dipergunakan untuk kepentingan publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala Eksekutif OJK Soroti Dana Jumbo Muhammadiyah di BSI: Bank Syariah Tak Cuma BSI

Kepala Eksekutif OJK Soroti Dana Jumbo Muhammadiyah di BSI: Bank Syariah Tak Cuma BSI

Bisnis | Selasa, 11 Juni 2024 | 18:41 WIB

Intip Gaji Felicitas Tallulembang, Kader Gerindra Jadi Komisaris BSI Kini Kehilangan Dana Muhammadiyah

Intip Gaji Felicitas Tallulembang, Kader Gerindra Jadi Komisaris BSI Kini Kehilangan Dana Muhammadiyah

Lifestyle | Selasa, 11 Juni 2024 | 15:34 WIB

Segini Mewahnya Mobil Felicitas Talullembang, Komisaris BSI yang Viral Usai Muhammadiyah Tarik Dana Triliunan

Segini Mewahnya Mobil Felicitas Talullembang, Komisaris BSI yang Viral Usai Muhammadiyah Tarik Dana Triliunan

Otomotif | Selasa, 11 Juni 2024 | 11:24 WIB

Terkini

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 07:22 WIB

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:20 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:19 WIB

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 07:15 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

×