Risma Gandeng UNESA, Wujudkan Layanan Inklusif dan Holistik Bagi Disabilitas

Senin, 24 Juni 2024 | 20:47 WIB
Risma Gandeng UNESA, Wujudkan Layanan Inklusif dan Holistik Bagi Disabilitas
Menteri Sosial, Tri Rismaharini dalam Diskusi Reflektif Penanganan Disabilitas secara Inklusif, Holistik, dan Integratif, pada Senin, (24/6/2024) di Aula Pusdiklat dan Pengembangan Profesi, Jakarta Selatan. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) demi mewujudkan layanan inklusif, holistik, dan integratif bagi teman-teman disabilitas.

Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini menekankan pentingnya pendekatan yang lebih inklusif dan holistik dalam penanganan disabilitas. Hal tersebut diungkapkan paska menyoroti masih kurangnya penanganan terhadap disabilitas anak dalam UPT di lingkungan Kementerian Sosial.

"Saya melihat beberapa kasus di sentra atau balai. Menurut saya masih kurang bagaimana menangani dan membimbing anak disabilitas. Salah jika kita memvonis tuna netra hanya bisa diberikan pelatihan musik. Kita tidak boleh seperti Tuhan, menghakimi orang lain, harus memberikan ruang yang sama, medan yang sama kepada semua makhluk di dunia ini, baru adil itu namanya," tegas Risma di depan 180 peserta yang hadir dalam Diskusi Reflektif Penanganan Disabilitas secara Inklusif, Holistik, dan Integratif, pada Senin, (24/6/2024) di Aula Pusdiklat dan Pengembangan Profesi, Jakarta Selatan.

Perlu diketahui, kegiatan ini turut dihadiri Kepala Sentra Terpadu dan Sentra, Kepala Balai, Komisi Nasional Disabilitas dan para akademisi perwakilan dari Universitas Negeri Surabaya.

UNESA juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung kerja sama dalam mengangani disabilitas. Hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor IV UNESA, Dr. Martadi.

“Insyallah kami berkomitmen dalam mendukung kerja sama terkait disabilitas. Selain menerima mahasiswa yang disabilitas, kami akan mendorong kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa UNESA untuk terlibat langsung magang di sentra, balai, maupun rumah sosial selama 5-6 bulan”, jelas Martadi.

Selain memperkuat kerjasama antara Kementerian Sosial dan institusi pendidikan dalam mengembangkan metode penanganan disabilitas yang lebih komprehensif, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI