Ubaid juga meminta agar pemerintah menyelamatkan anak-anak yang gagal dalam PPDB 2024, dengan menyediakan bangku di sekolah swasta tanpa dipungut biaya. Jika tidak, mereka saat ini terancam putus sekolah, karena terkendala mahalnya biaya di sekolah swasta.
Kemudian, Kopaja meminta, agar melibatkan sekolah swasta dan menghentikan sistem kompetisi rebutan kursi di PPDB.
“Semua anak punya hak yang sama, karena itu, pemerintah harus menjamin, semua anak kebagian bangku sekolah. Tidak boleh lagi ada istilah gagal PPDB, karena semua akan akan kebagian kursi,” imbuh Ubaid.